LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SARAPAN PAGI BERSAMA


__ADS_3

Setelah memberikan penghormatan terakhir.


Guo Yun berkata pelan,


"Berikan pemakaman terbaik untuk nya, keluarganya harus dapatkan perhatian yang layak.."


"Siap yang mulia."


Jawab Jendral Nan dan Wen yang hadir di sana.


Guo Yun lalu menoleh kearah tabib yang merawat Jendral Yong tadi dan berkata,


"Tabib tolong bantu dan selamatkan mereka.."


Tabib itu menghela nafas panjang, rapi dia mengangguk dan berkata,


"Yang Mulia jangan khawatir, kami pasti akan berusaha untuk itu.."


Guo Yun mengangguk, lalu dia meninggalkan tempat tersebut kembali kekediaman nya.


Di kawal oleh Li Kui dan Li Ba, yang selalu setia mendampingi Guo Yun.


Dalam perjalanan kembali kekediaman gubernur kota Cai.


Li Ba sambil menatap Guo Yun berkata,


"Apa rencana kita, setelah mendapatkan informasi dari Almarhum jendral Yong sebelum meninggal tadi..?"


Guo Yun terdiam dan berkata,


"Biar aku pikirkan dulu, besok sebelum kita berangkat aku akan beri kabar ke kalian."


Li Ba mengangguk, Li Kui juga ikut menganggukkan kepalanya.


Mereka bertiga berjalan dalam keheningan masing masing larut dalam pikiran mereka sendiri sendiri.


Hingga tiba di kediaman gubernur kota Cai, tanpa berkata apapun Guo Yun langsung kembali ke kamarnya.


Li Ba dan Li Kui yang sudah hapal sifat kakak mereka, tanpa banyak bicara.


Mereka juga langsung kembali ke kamar mereka masing masing.


Guo Yun terlihat duduk termenung di depan jendela, menatap kearah taman yang gelap.


Dia sedang memikirkan strategi yang tepat untuk menghadapi strategi dengan strategi yang jitu.


Dia berpikir keras bagaimana, cara dia mendapatkan kota yang di penuhi peledak itu.


Tapi setelah berpikir cukup lama tapi belum juga menemukan cara jitu.


Guo Yun akhirnya keluar dari kamarnya, dia berjalan seorang diri mencari udara sejuk di luar kamar.


Guo Yun sendirian berjalan di taman yang gelap sepi sunyi, kalau orang lain mungkin lebih memilih kembali ke kamar untuk tidur.


Dari pada berkeliling malam malam di taman yang menyeramkan itu.


Mungkin karena pola pikir umum inilah yang membuat sepasang pelayan di kediaman gubernur kota Cai.


Diam diam mereka bertemu dan memadu kasih di taman yang gelap.

__ADS_1


Suara tertawa dan berbicara sambil berbisik bisik.


Secara kebetulan terdengar oleh Guo Yun yang memiliki Indra pendengaran tajam.


Dengan penuh penasaran Guo Yun berjalan menghampiri asal suara tersebut.


Guo Yun berjalan mendekati sebuah batu gunung buatan yang tidak jauh darinya.


Dia menangkap asal suara itu dari sana.


Guo Yun melayang ringan hinggap di salah satu bagian deretan batu batu gunung yang agak tersembunyi dari cahaya.


Dari tempat tersebut Guo Yun bisa mengamati dengan jelas, apa yang sedang terjadi di bawah sana.


Tanpa di sadari oleh orang yang sedang di awasi nya


Guo Yun menemukan di sana ada seorang pria berpakaian tukang kebun sedang ngobrol dan bercanda dengan seorang gadis muda berpakaian pelayan.


Mereka terlihat duduk berdekatan sambil mencelupkan sepasang kaki mereka kedalam kolam buatan.


Menendang nendang air di dalam kolam, Guo Yun yang sedang suntuk memikirkan strategi penahlukkan kota berikutnya.


Akhirnya dia memilih duduk diam di sana mengamati kegiatan sepasang kekasih itu.


Dari pembicaraan mereka Guo Yun tahu mereka masing masing masih single belum punya pasangan.


Sesaat kemudian Guo Yun melihat si pelayan pria yang terbawa suasana ingin mencium kekasihnya itu.


Tapi sambil tertawa, si gadis pelayan itu, mendorong pria itu hingga terjatuh menjauhinya.


Lalu sambil tertawa-tawa, si gadis itu berdiri dari posisinya berlari menjauh sambil tertawa, berkata ,


Si pelayan pria itu langsung berkata,


"Boleh,.. kamu yang bilang, nanti kalau tertangkap tidak boleh ingkar ya ?'


Si gadis sambil tertawa berkata,


"Aku tidak Akan ingkar, takutnya kamu yang tidak mampu..Hi..hi..hi..hi..!"


Pria itu mulai berlari mengejar gadis itu, tapi setelah beberapa saat kejar kejaran.


Ternyata gadis itu sangat lincah, dia selalu berhasil menghindar dan melarikan diri dari tangkapan kekasihnya.


Karena sulit menuai hasil pria itu menggunakan akal bulusnya.


Saat lagi lagi dia tidak berhasil menangkap gadis itu, dia berpura-pura terjatuh dan menjerit kesakitan.


"Auw..Auw..Auw..tangan ku..ahh sakit sekali..aduh...aduh.!"


"Xiang Xiang Auww tangan ku..ahh.. seperti nya patah....!"


ucap pria itu sambil merintih rintih bergulingan diatas rumput taman yang lembut.


Gadis pelayan itu terkejut, dia terlihat panik cemas dan di penuhi rasa bersalah wajahnya.


Dia dengan langkah buru buru menghampiri pria itu, dan berkata "Cai ke ke..kamu kenapa mana yang sakit..sini aku lihat.."


"Maafkan Xiang Xiang ya, ini salah ku.."

__ADS_1


"Heiiii...!"


Terdengar suara jerit tertahan Xiang Ciang


"Kena kamu..!"


ucap Pria kekasihnya hampir bersamaan.


Gadis itu kaget bukan main karena kekasihnya yang katanya tangannya patah.


Kini dia terlihat baik baik saja, malah kedua tangannya, yang kini sudah ditangkap erat oleh kekasihnya itu.


Dia di tarik kebawah,


Tubuhnya tertindih di bawah oleh pria yang di panggil Cai ke ke itu.


"Cai ke ke curang.. lepaskan..!"


"Ehh jangan..ahh,.. Mmmphh..!"


Kejadian selanjutnya Guo Yun sudah tidak menyaksikan lanjutan nya


Karena dia dari aksi permainan kedua pasangan itu, dia sudah menemukan ide untuk mengatasi masalah merebut kota Dan Yang dan kota Chen, yang mengandung jebakan peledak.


Guo Yun sambil tersenyum gembira kembali kedalam kamarnya.


Dia berbaring di atas tempat tidur sambil memejamkan matanya.


Tapi beberapa saat berlalu, dari kedua sudut mata Guo Yun mengalir dua titik airmata.


Tanpa sengaja dia teringat dengan kejadian Senda gurau pasangan kekasih itu.


Sehingga memunculkan kenangan indahnya, melalui suka dan duka bersama Min Min.


Dia juga teringat dengan semua kebaikan dan pengorbanan Min Min untuk nya.


Tanpa terasa hatinya menjadi pilu, airmata tak tertahankan pun jatuh mengalir dari kedua sudut matanya yang sedang terpejam.


Beberapa waktu berlalu, setelah perasaannya lebih tenang Guo Yun akhirnya bisa istirahat dengan tenang hingga pagi.


Beberapa jam kemudian saat matahari terbit, Guo Yun pun keluar dari dalam kamar nya.


Guo Yun memanggil pengawal jaga di depan kamarnya dengan melambaikan tangannya.


"Hei kamu kemarilah..!"


Pengawal itu buru buru menghampiri Guo Yun memberi hormat dengan berlutut di depannya dan berkata,


"Ya Yang Mulia.."


"Kamu tolong panggilkan Kedua saudara ku Li Kui dan Li Ba kemari, juga pergi panggilkan, Jendral Nan, Jendral Wen, Jendral Lim, Jendral Guan, Jendral Xing, dan Jendral Fu kemari.."


"Mengerti..?"


"Ohh ya sekalian pesan kebagian dapur untuk siapkan sarapan buat kami ber sembilan.."


ucap Guo Yun cepat.


Pengawal itu mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Baik Yang Mulia,.. siap laksanakan.."


__ADS_2