
Guo Yun terlihat seperti orang kelaparan 3 hari tidak makan.
Semua jenis masakan di meja tidak ada yang terlewat olehnya.
Sebenarnya untuk ukuran makan seorang raja itu sudah termasuk sangat sederhana.
Di meja hanya terlihat telur dadar orak arik, sepiring pangsit, sepiring siomay,, satu mangkuk besar bubur ayam, ayam kukus satu ekor, dan sepiring sayur kailan Ca daging sapi.
Tapi Guo Yun justru terlihat sangat menikmatinya.
Beberapa saat kemudian seluruh makanan di meja sudah berpindah kedalam perutnya yang terlihat langsing tapi daya tampungnya besar.
Bertepatan dengan Guo Yun menyelesaikan sarapan nya, Gongsun Li terlihat datang bersama seorang dayang istana.
Di mana di tangan dayang itu terlihat dia sedang membawa sepiring Kue Choi Pan yang masih mengeluarkan uap panas.
Gongsun Li saat tiba di hadapan Guo Yun melihat isi meja sudah bersih.
Dia pun berkata,
"Sayang itu makanan kamu habisi semuanya, bagaimana dengan nasib kue kesukaan mu ini..?"
"Apa di berikan ke anak anak saja ya..?"
"Wuss,.. jangan..."
"Aku masih bisa tenang aja, kamu aja yang temani aku makan.."
"Yang lain belum selesai ya berkemas..?"
Tanya Guo Yun sambil menggerakkan sumpitnya dengan tidak sabar.
Dia langsung mengambil kue di tangan dayang istana, yang belum sempat di letakkan di atas meja..
Dayang itu hanya bisa menahan senyum membiarkan tuannya mengambil duluan.
Baru setelah itu, dia meletakkan piring itu diatas meja,di hadapan Guo Yun.
Gongsun Li ikut duduk di sebelah Guo Yun dan berkata,
"Si Si dan aku sudah selesai, Si Si yang menyuruh ku kemari, menemani mu sarapan.."
"Dia sendiri pergi membantu Min Min berkemas kemas.."
Jawab Gongsun Li.
Melihat cara makan suaminya, Gongsun Li buru buru mengingatkan nya,
"Hati hati Yun Ke ke, masih panas masakan nya ."
"Jangan sampai lidah Yun ke ke ikut terbakar.."
"Tak perlu buru buru, santai aja.."
Ucap Gongsun Li sambil menahan senyum.
Guo Yun hanya menanggapi nya dengan senyum, tapi dia tetap tidak menghentikan aktivitasnya mengkonsumsi kue Choi Pan di hadapan nya.
Gongsun Li hanya menggelengkan kepalanya dan menahan senyum melihat sikap suaminya itu.
Guo Yun dengan mulut penuh, berkata,
"Yuk ma..kan.."
Gongsun Li mengangguk pelan dan berkata,
__ADS_1
"Kamu suka makanlah, tapi bila udah kenyang jangan di paksa.."
Gongsun Li sambil mengingatkan suaminya, dia membantu mengisi air dingin ke cawan Guo Yun.
Dia khawatir suaminya tersedak, karena terlalu terburu-buru.
"Terimakasih.."
Jawab Guo Yun.
Setelah dia menggunakan air putih dari istrinya, untuk membantu mendorong makanan yang memenuhi mulutnya itu, masuk kedalam perut.
Baru saja Guo Yun ingin menjemput potongan kue ke 5.
Kasim Cao terlihat sedang menuju ketempat Guo Yun, membawa rombongan yang Guo Yun tugaskan dia pergi memanggilnya
Melihat kedatangan mereka, dengan agak sedikit terpaksa.
Guo Yun menghentikan makan nya.
Begitu tiba rombongan itu langsung berlutut di hadapan Guo Yun dan Gongsun Li.
"Dalam hormat Yang Mulia Raja dan Ratu Yue.."
"Semoga Yang Mulia Raja dan Ratu Kerajaan Yue panjang umur dan sehat selalu.."
Guo Yun menoleh kearah mereka yang hadir di sana dan berkata,
"Bangunlah kalian semuanya, tak perlu peradatan."
"Terimakasih Yang Mulia Raja.."
Jawab mereka semua kompak.
Guo Yun menatap kearah mereka semua, sebelum berkata,
"Aku memanggil kalian semua kemari, hanya ingin mengabarkan kabar gembira, tentang keberhasilan misi Zhong San, dan Zhang Yun, yang aku tugaskan ke Xian Yang.."
"Raja Qin, Ying Zheng telah menyetujui tuntutan ku, untuk menukar para sandera,. dengan pengembalian Ibukota Guiji, dan beberapa wilayah di ujung selatan sana."
"Semuanya akan di kembalikan seutuhnya ke kita.."
"Menteri Luo aku tugaskan kamu, untuk mengumumkan hal ini ke semua rakyat di Shoucun yang ingin ikut dengan kita kembali ke Guiji, agar bersiap siap.."
"Kamu juga bertugas mengatur dan mengawasi, mereka yang ingin ikut dengan kembali.."
"Semuanya berjalan dengan aman tertib dan lancar, bila kamu perlu bantuan pihak militer.."
"Kamu tinggal hubungi saja, mereka pasti akan membantu mu.."
Ucap Guo Yun mulai mendelegasikan wewenang ke bawahannya.
"Siap Yang Mulia, hamba akan membantu mengaturnya dengan sebaik baiknya.."
Guo Yun mengangguk, lalu dia menoleh kearah, Han Wei Ying Wu dan A Fu,
"Kalian bertiga, bertugas mengurus perpindahan pasukan kita kembali ke ibukota Guiji.."
"Siap Yang Mulia.."
Jawab ketiga jendral itu cepat.
Setelah ketiga orang ini gagal menjalankan tugas menjaga Guiji dengan baik.
Pandangan Guo Yun terhadap kedua paman Xiang Yu sedikit berubah.
__ADS_1
Terhadap Xiang Yu yang tidak bersedia mengambil kesempatan mempelajari semua yang dia tawarkan dengan baik.
Guo Yun juga tidak berani menaruh harapan besar, pada muridnya ini.
Setelah membagikan tugas ke yang lainnya, Guo Yun pun berkata,
"Kalian bertiga saya tugaskan menjaga dan mengawasi kota Shoucun dengan 30.000 personil.."
"Apa kalian siap.?"
"Kami siap menjalankan perintah..."
Ucap Xiang Liang, Xiang Bo, dan Xiang Yu bersemangat .
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Begitu Rombongan Zhong San dan Zhang Yun kembali, kita serentak akan bergerak kembali ke Guiji.."
"Tugas pelepasan para sandera, aku hanya bisa titipkan mereka di bawah pengawasan kalian bertiga.."
"Nanti saat pelepasan tawanan, kalian tunggu kabar dari ku.."
Ucap Guo Yun sambil menatap kearah Xiang Liang , Xiang Bo dan dan Xiang Yu.
"Siap Yang Mulia.."
Jawab mereka bertiga kompak
Guo Yun menatap mereka semua sejenak, lalu berkata,
"Baiklah, aku rasa pertemuan kita sampai di sini saja.."
"Kalian kembalilah ketempat kalian, masing masing untuk segera menjalankan tugas dan menunggu perintah lebih lanjut.."
Ucap Guo Yun sambil memberi kode ke mereka semua, untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
Setelah memberi hormat, mereka semua segera pergi meninggalkan tempat itu.
Setelah mereka semua pergi, Guo Yun pun berkata,
"Cao Kung kung kemarilah..!"
Kasim Cao yang memang berdiri tidak terlalu jauh dari sana.
Dia segera berlari menghampiri Guo Yun dengan tubuh sedikit terbungkuk bungkuk.
"Ya Yang Mulia, apa ada yang bisa Pelayan tua ini lakukan untuk Yang Mulia.."
Jawab Kasim Cao dengan sopan dan penuh rasa hormat.
Guo Yun menatap Kasim Cao dan berkata dengan serius,
"Cao Kung Kung, kamu juga harus bantu atur para pelayan, dayang koki, hingga tabib istana, agar bersiap-siap ."
"Sehingga bila waktunya tiba, tidak akan muncul masalah yang tidak perlu.."
"Baik Yang Mulia, hamba akan perhatikan itu.."
Ucap Kasim Cao penuh hormat.
"Kasim Cao kamu juga coba pergi lihat, apakah kedua istri ku yang sedang bersiap siap membutuhkan bantuan.."
"Bila ada kamu bantulah mereka menyelesaikan nya dengan cepat.."
Ucap Guo Yun kembali berpesan.
__ADS_1