LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
JEBAKAN GUO YUN


__ADS_3

"Siap tuan muda,.."


ucap mereka bertiga sambil menganggukkan kepala mereka.


Seorang Jendral bertubuh tinggi besar, berperut besar, berwajah penuh brewok, dengan kepala botak seperti burung pemakan bangkai.


Dia terlihat berjalan keluar dari dalam pintu benteng kota, dengan menunggang seekor kuda hitam tinggi besar, yang mengenakan seragam Jirah perang lengkap.


Di tangannya memegang sepasang Gada Labu besar, yang di panggul di kedua bahunya.


Begitu keluar dari dalam gerbang, dia langsung menunjuk kearah lawan terdekatnya.


"Hei kamu cepat laporkan siapa nama mu,..!"


"Aku Tembesu.. tidak ingin mengotori Gada maut ku, dengan darah musuh tanpa nama,..!"


Orang terdekat yang menjadi sasaran nya, justru adalah Guo Yun sendiri.


Melihat hal ini tersenyum lah Guo Yun di dalam hati.


Tapi di luar, dia justru menampilkan wajah kaget dan panik, dengan gaya canggung.


Guo Yun seperti terburu buru mencabut pedangnya, lalu dia memacu kudanya bergerak pergi menyambut kedatangan Tembesu.


Trangggg,..!"


Pedang Guo Yun terbang melayang ke udara, saat mencoba menyambut serangan salah satu Gada Tembesu..


"Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..! Ha,..! "


Jendral Tembesu tertawa gembira, lalu dia memacu kudanya membalik mengejar kearah Guo Yun.


Di mana Guo Yun terlihat sedang berusaha, untuk memungut pedangnya, yang jatuh menancap di atas tanah berpasir.


Belum juga Guo Yun berhasil meraih pedangnya, Punggungnya sudah di hantam oleh Gada Labu Jendral Tembesu.


"Bukkkk,..!"


Tubuh Guo Yun terpental dari atas punggung kudanya.


Dia terlihat jatuh berguling guling diatas tanah, kemudian tergeletak diam tidak bergerak di sana.


Melihat hal ini, Zhang Yi langsung berteriak,


"Mundur lari...!"


Lalu dia memacu kudanya seperti orang panik, di ikuti oleh Zhou Tai dan Ling Tong melarikan diri dari sana.


Pasukan harimau hitam meski bingung, tapi tanpa banyak berkata-kata, mereka ikut melarikan diri dari tempat tersebut.


Melihat keadaan itu Jendral Tembesu, menoleh kearah dua orang rekannya di atas benteng dan berkata,


"Kalian berdua tunggu apa !?"


"Dasar memalukan,..!"


"Ayo cepat kita kejar dan basmi mereka semua..!"

__ADS_1


teriaknya emosi.


Kedua rekannya saling pandang, lalu salah satu dari mereka berkata,


"Gofur kamu turun bawa 30.000 pasukan bantu Tembesu hancurkan mereka.."


"Aku akan urus pimpinan mereka yang pingsan itu, dan tetap menjaga keamanan benteng kita.."


"Benteng ibukota tidak boleh ada kesalahan sedikitpun, atau Jendral Tuli akan marah besar.."


ucap Jendral bertubuh tinggi besar berwajah cukup tampan seperti orang Turki.


"Siap Jendral Erdogan..!"


jawab Jendral Gofur cepat.


Lalu dia segera berlari meninggalkan puncak benteng, memimpin 30.000 pasukannya, bergerak meninggalkan kota Long Cheng.


Mereka langsung melakukan pengejaran kearah rombongan Zhang Yi, yang sedang melarikan diri.


Rombongan Gofur menyusul di belakang rombongan Tembesu, yang sedang memacu kudanya melakukan pengejaran.


Tak lama kemudian terlihat Jendral Erdogan, memerintahkan 4 orang pasukan nya, pergi meringkus, Guo Yun, yang sedang pingsan diam tidak bergerak.


Tidak perlu waktu lama, Guo Yun yang seluruh tubuhnya terikat, telah di gotong oleh 4 orang prajurit Xiongnu.


Di bawa masuk kedalam benteng kota Long Cheng.


Pintu gerbang kota Long Cheng tertutup rapat kembali.


Guo Yun langsung di jebloskan kedalam penjara oleh keempat prajurit Xiongnu, sesuai instruksi dari Erdogan.


Saat sudah cukup jauh dari kota Long Cheng.


Sesuai dengan rencana yang sudah di atur oleh Guo Yun sebelumnya.


Mereka bertiga langsung berpencar ketiga jurusan, pasukan harimau hitam juga langsung terbagi menjadi 3 barisan.


Masing-masing bergerak mengikuti atasan mereka masing-masing.


Melihat hal ini, Tembesu segera berkata kepada wakilnya,


"Amir kamu pimpin 10.000 orang ambil jurusan tengah..!"


"Gofur, kamu ambil sebelah kanan, aku akan mengejar kesebelah kiri..!"


ucap Tembesu memberi instruksi.


Setelah itu, dia langsung memacu kudanya serta 10.000 pasukannya, bergerak menuju sebelah kiri.


Tembesu melakukan pengejaran kearah Zhang Yi, yang kebetulan bergerak kearah kiri.


Kira kira 5 Li dari tempat pasukan harimau hitam tadi berpisah.


Zhang Yi menghentikan laju kudanya, 2000 pasukan yang menyertainya juga berbaris rapi di sebuah puncak bukit.


Bersiaga menanti kedatangan pasukan pengejar yang di pimpin oleh Tembesu.

__ADS_1


Saat pasukan Xiongnu yang di pimpin oleh Tembesu sedang menerjang keatas bukit.


Zhang Yi. memimpin 2000 pasukannya menerjang kebawah.


Pertarungan pun pecah, Zhang Yi langsung berhadapan langsung dengan Tembesu.


Sekali ini Zhang Yi tidak bermurah hati lagi, dia langsung menyerang Tembesu dengan cambuk berduri di tangan nya yang di putar putar di atas kepala.


Hingga menimbulkan suara berdesing tajam, dan meledak ledak diudara, seperti suara halilintar.


"Singgg,..! Singgg,..! Singgg,..!"


"Tarrrr,..! Tarrrr,..! Tarrrr,..! Tarrrr,..!"


"Siutttt,..!"


Tiba-tiba cambuk Zhang Yi telah membelit senjata Gada di tangan Tembesu.


Tarik menarik pun terjadi, begitu Zhang Yi mengerahkan tenaga sakti nya menyentak kuat.


Tubuh Tembesu yang tinggi besar langsung tersentak jatuh keatas tanah.


Melihat hal itu, Zhang Yi sambil tersenyum mengejek, langsung memacu kudanya menyeret tubuh Tembesu, mengikuti arah lari kudanya.


Tembesu yang tidak mampu melepaskan belitan cambuk Zhang Yi dari Gada nya, dan bersikeras tidak mau melepaskan Gada Labu di tangan nya.


Dia hanya bisa terus terseret kemanapun Zhang Yi memacu kuda nya.


Sementara itu pasukan Xiongnu yang tadinya terlihat ganas, kini mulai berjatuhan menjadi sasaran empuk Cross bow yang dilepaskan oleh pasukan harimau hitam.


Saat mereka saling mendekat di mana Cross bow tidak lagi efektif.


Pasukan harimau hitam secara berkelompok yang terdiri dari dua orang, langsung menyerang lawan mereka dengan senjata tombak terbang dan jurus baru mereka.


Tanpa kesulitan mereka berhasil menjatuhkan pasukan Xiongnu dengan sangat mudah.


Orang pertama menjatuhkan lawan orang kedua mengeksekusinya.


Sebentar saja pasukan Xiongnu yang berjumlah jauh lebih banyak mulai kocar kacir.


Apalagi saat mereka mendapati kenyataan pasukan harimau hitam itu tubuh mereka kebal senjata.


Mereka semakin bingung dan kacau, untungnya mereka rata rata adalah pasukan yang sangat pemberani dan tangguh.


Meski kacau, tapi mereka tetap pantang menyerah, masih terus berusaha melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan.


Hanya saja semangat dan otot, tidak akan cukup untuk menghadapi pasukan harimau hitam, yang terlatih dan memiliki persenjataan yang jauh lebih canggih.


Tombak tombak terbang mulai berseliweran mengincar kepungan pasukan Xiong Nu.


Dari posisi mengepung, kini telah berubah menjadi terkepung.


Posisi mereka yang di bawah bukit harus berhadapan dengan serangan pasukan harimau hitam yang turun dari atas bukit.


Membuat mereka semakin kesulitan bertahan.


Ditempat pertarungan Tembesu melawan Zhang Yi, pertempuran kini semakin tidak imbang.

__ADS_1


Kedua Gada Labu sudah terlepas dari pegangan tangan Tembesu.


Seluruh tubuhnya kini penuh luka berdarah darah, dia terikat kuat oleh cambuk di tangan Zhang Yi.


__ADS_2