LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
CING LING SAN SIA


__ADS_3

Melihat mereka berdua masih larut dalam meditasi, Guo Yun tidak menganggu mereka.


Guo Yun langsung menghampiri tepi pelabuhan, dia mengibarkan bendera Negara Yue sambil menurunkan bendera negara Qin.


Jendral Wen dan Nan yang melihat hal itu segera memimpin kapal mereka merapat kembali ke pelabuhan.


Setelah pasukan Jendral Wen dan Jendral Nan mendarat, susul menyusul Jendral Yong dan keempat Jendral lain juga memimpin pasukan mereka mendarat di pelabuhan tersebut.


Perlahan-lahan rombongan besar itu mulai bergerak menuju Shoucun mengikuti Guo Yun Li Ba dan Li Kui yang bergerak di barisan paling depan.


Jendral Wen Jendral Nan dan Jendral Yong mengikuti di belakang ketiga bersaudara itu.


Sedangkan 4 Jendral yang lainnya, di tugaskan oleh Guo Yun, untuk mengawasi barisan tengah dan barusan paling belakang.


Saat tiba di kota Shoucun, Guo Yun mendapatkan gubernur kota Shoucun, yang merupakan pejabat tertinggi, yang di tempat kan oleh Lu Bu Wei atas persetujuan Ying Zheng.


Gubernur tersebut terlihat sedang berlutut di sana menyambut kedatangan nya, dengan di temani oleh dua orang pejabat militer yang telah kehilangan helm penutup kepalanya.


Kedua pejabat militer itu, terlihat berlutut di sana, dengan kedua tangan terikat, di telikung kebelakang tubuh mereka.


Wajah mereka terlihat pucat dengan tubuh gemetaran.


Di sekitar belakang mereka hingga ke pintu gerbang kota Shoucun terlihat banyak mayat pasukan Qin tergeletak di sana.


Ketiga pria paruh baya itu terlihat berdiri di samping gubernur kota Shoucun sambil tersenyum santai.


Si baju Biru yang melihat kedatangan Guo Yun, segera maju kedepan menyambut Guo Yun dan berkata,


"Si gendut itu sudah membawa stempel dan peta seluruh wilayah Shoucun.."


"Silahkan saudara Yun serah terima dari nya, setelah ini harap saudara Yun bisa segera realisasikan janjinya.."


Guo Yun tersenyum dan menganggukkan kepalanya, menyimpan rasa gembiranya di dalam hati.


Tanpa bersusah payah, dia berhasil menahlukkan kota Shoucun dengan sangat mudah.


Semua ini adalah berkat pertolongan ketiga orang misterius ini.


Kini yang perlu Guo Yun khawatirkan tinggal satu, bagaimana cara dia menghadapi tagihan dari ketiga orang itu.


Dia jelas tidak akan mungkin memberikan kitab pusaka peninggalan gurunya itu ke siapapun juga.


Kecuali keturunan langsung keluarga Kui, yang kini telah putus setelah kematian Min Min istrinya.


Berpikir sampai di sini, Guo Yun yang kembali teringat dengan Min Min, tanpa di sadari dia tersenyum sedih.


"Ba er kamu bantu terima stempel dan petanya,.."


"Kui er kamu bantu amankan kota ini, ke 7 jendral kamu saja yang atur dan bagi tugas."


ucap Guo Yun singkat.


Li Ba dan Li Kui mengangguk mereka langsung bergerak menjalankan tugas.


Setelah mengatur segala sesuatunya, Guo Yun berkata,

__ADS_1


"Terimakasih atas bantuan kakak bertiga.."


"Sekarang mari kita bahas urusan kita di atas bukit sana.."


ucap Guo Yun.


Selesai berkata, Guo Yun langsung terbang dari atas punggung kuda nya, berlari cepat dengan ilmu ringan tubuhnya.


Menuju kearah sebuah bukit yang tadi di tunjuk nya.


Guo Yun berlari cepat seperti terbang diatas rumput, kakinya tidak menyentuh tanah.


Sepasang kakinya hanya menyentuh ringan di bagian atas rumput.


Sedangkan tubuhnya terus melesat cepat kedepan.


Ini adalah ilmu ringan tubuh yang dia kuasai dari Fan Li kemudian di sempurnakan oleh guru Zhuangzi.


Guo Yun memasukkan nya dengan langkah ajaib.


Sehingga pergerakan nya menjadi jauh lebih sempurna, masih ada satu lagi ilmu meringankan tubuh yang jauh lebih lihai.


Wu Ying Ru Tian, tapi Guo Yun sengaja menyembunyikan nya, dia tidak ingin ke tiga orang itu mengetahui kemampuan aslinya.


Hal itu akan membuat mereka berwaspada padanya, dia akan sulit memperoleh kemenangan saat mereka bertarung nanti.


Guo Yun sadar betul sebentar lagi pertarungan dahsyat tidak akan terelakkan lagi.


Ke tiga orang ini jelas bukan orang sembarangan.


Terbukti mereka bisa menahlukkan pasukan Qin dan Shoucun dengan begitu mudahnya.


Melihat Guo Yun sudah bergerak duluan, ketiga orang itu sejenak saling pandang.


Mereka bertiga kemudian melesat ringan menyusul kearah Guo Yun.


Mereka bahkan tidak menginjak apapun, hanya terbang melayang ringan diatas rumput, dengan kedua tangan di letakkan di belakang punggung.


Dengan santai mereka menyusul dan mengikuti arah pergerakan mereka.


Mereka bertiga adalah orang dunia persilatan yang mengutamakan kejujuran kesetiaan dan pegang janji melebihi nyawa sendiri.


Mereka tidak sadar yang mereka hadapi kini adalah Guo Yun, yang hanya 1/2 saja orang dunia persilatan.


1/2 lagi adalah orang kerajaan yang penuh intrik dan tipu muslihat.


Di mata mereka hanya ada hasil, yaitu kemenangan, yang di namakan kelicikan tipu muslihat dan intrik, itu adalah bagian dari strategi dan politik untuk mencapai tujuan.


Akhirnya mereka berempat berdiri berhadap hadapan di atas sebuah bukit yang hanya di tumbuhi beberapa batang pohon oak.


Ketiga orang itu berdiri menunggu janji dari Guo Yun dengan perasaan harap harap cemas.


Sebaliknya Guo Yun bersikap tenang seolah olah dia tidak berhutang janji apapun.


Dengan gaya santai Guo Yun berkata,

__ADS_1


"Kakak bertiga, sebelum aku menunjukkan kepada kalian, sesuai janji ku sebelumnya."


"Ada baiknya kalau adik bisa tahu, dengan siapa adik saat ini sedang berhadapan .?"


Pria baju biru menahan sabar dan berkata,


"Nama ku Cia Bun, dia adik seperguruan ku Cia Tek dan Cia Tiong.."


"Kami di dunia persilatan terkenal dengan julukan Cing Ling San Sia, ( Tiga pendekar Cing Ling )."


"Kami bertiga berasal dari Cing Ling San, apa begitu cukup Adik Yun..?"


tanya orang berbaju biru itu sambil tersenyum ramah.


Guo Yun mengangguk dan berkata,


"Cukup sekali, terimakasih banyak.."


"Begini kakak Cia Bun, mengenai kitab pusaka Rahasia Semesta.."


"Sebenarnya tidak ada bersama ku.."


ucap Guo Yun mulai membuka pembicaraan.


Baru Guo Yun berbicara pria berbaju hitam langsung berkata,


"Apa maksud mu,?! apa kamu mempermainkan kami ? kamu berani membohongi kami..?!"


"Adik Cia Tiong tahan emosi mu.."


tegur pria berbaju biru yang bernama Cia Bun.


Cia Tiong dengan kepala tertunduk berkata,


"Baik kak.."


Setelah itu dia baru menoleh kearah Guo Yun dan berkata,


"Coba jelaskan dengan lebih jelas saudara Yun.."


Cia Bun terlihat sedang berusaha sabar, dengan cara menghembuskan nafas berulang kali.


Guo Yun sambil tersenyum tenang berkata,


"Janji ku sebelumnya adalah akan menunjukkan nya pada kalian.."


"Kini aku akan menunjukkan kepada kalian tempat keberadaan kitab itu."


"Kitab itu ada di sebelah sana.."


ucap Guo Yun sambil menunjuk kearah selatan di mana kira kira tempat lembah hantu berada..


"Anak muda kami percaya pada mu, tidak di nyana, kamu malah bermain silat lidah mempermainkan kami.."


"Hari ini bila kami tidak memberi mu pelajaran, kami tentu akan menjadi bahan tertawaan dunia."

__ADS_1


"Bersiaplah.."


ucap si baju biru Cia Sun menahan kesal.


__ADS_2