
Saat meninggalkan ruangan sidang Liu Pang dan Xiang Yu setelah berbasa basi sejenak, mereka berdua pun berpisah jalan.
Masing masing pergi mencari pihak yang bisa membantu dan mendukung misi mereka.
Xiang Yu pergi mengumpulkan kenalan nya, untuk membantu misi yang akan di jalani nya besok pagi.
Sedangkan Liu Pang dia berkeliling kota dan desa desa sekitar Gui Ji di temani oleh bawahan sekaligus teman setia nya Xiao He, Xia Hou Ying, dan Fan Kuai.
"Xiao He kamu yang paling banyak akalnya, menurut mu saat ini kita harus pergi merekrut siapa untuk meningkatkan kekuatan kita.."
Tanya Liu Pang yang sedang duduk di dalam sebuah kereta kuda yang di kusiri oleh Xia Hou Ying.
Xiao He tersenyum dan berkata,
"Saat ini bukan waktu yang tepat untuk merekrut siapa siapa.."
"Saat ini yang paling tepat adalah memberikan dukungan membantu Raja Yue Guo Yun."
"Membantu muridnya Xiang Yu menahlukkan kota Lang Ya."
"Tapi bila Kakak Liu ingin menjalin pertemanan, saya bisa ajak kakak menemui dua orang kenalan saya.."
Ucap Xiao He sambil tersenyum misteri.
Liu Pang menatap Xiao He temannya itu dan berkata,
"Bila tidak hari ini kita mencari beberapa orang untuk membantu misi kita.."
"Aku khawatir saat tiba waktunya kita akan kekurangan personil.."
Xiao He tersenyum dan berkata,
"Kakak harus bersabar, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk bersaing prestasi dengan Xiang Yu.."
"Justru saat ini adalah waktu kita untuk mendapatkan kepercayaan Xiang Yu."
"Kakak harus ingat Raja Yue bukan orang sembarangan.."
"Sedikit saja dia menyadari maksud dan tujuan kakak, yang tidak sejalan dengan tujuannya.."
"Maka sia sia lah usaha kita untuk bergabung kemari.."
"Sedangkan memilih bergabung ke kerajaan Qin, itu adalah hal yang mustahil.."
Ucap Xiao He pelan.
Liu Pang mengangguk paham dan berkata,
"Baiklah Xiao He, kalau begitu, sekarang juga kita pergi temui kenalan mu saja.."
Xiao He mengangguk pelan, lalu dia muncul didepan kereta untuk memberitahu rekannya Xiahou Ying, agar membelokkan kudanya.
Mengambil jalan, langsung menuju kantor kediaman polisi dinas rahasia.
Xia Hou Ying mengangguk mengerti, dia langsung mengarahkan kuda, yang di kendalikan nya, untuk berbelok arah mengikuti kemauan sahabatnya.
Tapi belum juga tiba di tempat yang di tuju, Tiba tiba Xiao He berkata,
__ADS_1
"Adik Xiahou tahan, kita mampir dulu di kedai itu ."
"Baik kak Xiao He,.."
Jawab Xia Hou Ying cepat, sambil menahan laju kudanya.
Kemudian dia arahkan untuk berhenti tepat di depan kedai arak yang di tunjuk oleh Xiao He.
Setelah kereta berhenti Xiao He pun membuka tirai kereta dan berkata,
"Kakak Liu,.. kita sudah tiba,.."
"Ayo kita turun sekarang, kebetulan kedatangan kita melewati tempat ini..malah bertemu dengan mereka di sini.."
Liu Pang mengangguk, lalu dia turun dari kereta di temani oleh Fan Kuai.
Mereka berdua mengikuti Xiao He yang berjalan di depan memasuki kedai sederhana yang menyediakan arak.
Suasana di dalam kedai tidak begitu ramai.
Meja yang tersedia juga tidak banyak.
Xiao He sambil tersenyum lebar, terus melangkah menghampiri dua orang pemuda, yang terlihat sedang duduk ngobrol santai, sambil minum dan makan kacang.
Saat tiba di samping keduanya, sambil menjura Xiao He berkata,
"Saudara Zhang, Saudara Han, apa kabar ? lama tidak bertemu."
",Apa kalian berdua baik baik saja..?"
Kedua orang itu menoleh kearah Xiao He dan rombongan nya.
Salah satu diantara mereka segera berkata dengan sikap ramah dan sopan,
"Saudara Xiao kamu rupanya yang datang ."
"Mari silahkan duduk.."
"Kamar kami baik, bagaimana dengan mu..?"
Xiao He menarik kursi ikut duduk dan berkata,
"Kabar ku seperti yang kalian lihat, belum ada perubahan.."
"Karir hancur terlunta-lunta, kini malah jadi buronan, sungguh menyedihkan.."
Kedua pemuda itu, yang bukan lain adalah Zhang Liang dan Han Xin.
Mereka berdua menatap Xiao He dengan serius dan berkata,
"Apa maksud saudara Xiao ? siapa yang memburu mu, ? mengapa saudara Xiao bisa di buru..?"
Xiao He menghela nafas panjang dan berkata,
"Bila di ceritakan akan panjang.."
"Saudara Zhang, Saudara Han, mari saya perkenalkan dua orang teman baikku ini.."
__ADS_1
Zhang Liang dan Han Xin mengangguk pelan, lalu mereka menoleh kearah Liu Pang dan Fan Kuai.
Liu Pang melangkah keluar dari belakang Xiao He.
Dia maju menjura dalam dalam dan berkata dengan suara ramah dan gembira.
"Nama ku Liu Pang.."
"Aku sudah lama mendengar dari saudara ku Xiao He, akan nama besar saudara Zhang dan saudara Han berdua.."
"Aku sudah lama mengagumi nya, dan ingin mengikat persahabatan dengan saudara Zhang dan saudara Han .."
"Hari ini aku beruntung, bisa bertemu dengan saudara Zhang dan saudara Han di sini.."
"Bila saudara Zhang dan saudara Han tidak berkeberatan dengan status Liu Pang yang lahir dari keluarga miskin dan sederhana.."
"Harap saudara berdua Sudi menerima penghormatan dari ku ini.."
Ucap Liu Pang sopan sambil menjura kearah Zhang Liang dan Han Xin dengan sikap penuh hormat.
Zhang Liang dan Han Xin, segera bangkit untuk duduk.
Mereka berdua langsung membalas penghormatan Liu Pang.
Zhang Liang sambil tersenyum ramah berkata,
"Saudara Liu berlebihan, kami tidak lah sehebat yang di gambarkan oleh saudara Xiao secara berlebihan."
"Mari silahkan saudara Liu dan saudara yang gagah di belakang sana, mari silahkan duduk.."
"Mari kita ngobrol sambil minum arak sederhana ini, untuk sekedar menghangatkan badan.."
Ucap Xiao He sambil tersenyum ramah.
Liu Pang mengangguk sambil tersenyum ramah, dia juga menarik kursi dan ikut duduk.
Fan Kuai di belakangnya, menyusul maju, memberi hormat dan berkata dengan suara lantang.
"Aku Fan Kuai,..penjagal anjing, salam hormat semuanya.."
Beda Liu Pang, beda Fan Kuai.
Liu Pang meski baru kenal dan dengar dengan nama Zhang Liang dan Han Xin.
Tapi dia langsung secara spontan bisa bicara dengan lancar, memuji dan mengangkat Zhang Liang dan Han Xin.
Membuat keduanya senang dengan pujian nya, yang terlihat tulus dan tidak di buat buat.
Sebaliknya Fan Kuai yang jujur dan tidak pandai bicara, dia hanya berkata singkat, yang berkesan datar.
Setelah berkenalan mereka berlima segera minum dan ngobrol dengan serius.
Sesuai pesan dari Xiao He, Liu Pang sedikitpun, tidak mengungkit soal menarik Zhang Liang dan Han Xin, ikut pindah ke pihaknya.
Dia hanya bicara yang enak enak di dengar, memuji muji kedua orang tersebut, dengan rangkaian cerita yang dia dapat dari obrolan mereka saat itu.
Sikap Liu Pang yang ramah, bermulut manis, dan pintar membawa sikap.
__ADS_1
Segera telah mulai menarik simpati dan menarik perhatian Zhang Liang dan Han Xin.
Mereka berdua mulai terpengaruh dan memilki kesan yang sangat baik terhadap Liu Pang yang pandai bicara dan pandai membawa diri.