LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERINGATAN KERAS DARI ZHOU TAI


__ADS_3

Tubuh Tembesu yang sudah tidak berdaya semakin menyedihkan.


Saat Zhang Yi tanpa ampun membantingnya kesana kemari, seperti sedang membanting mainan.


Tidak sampai ke bantingan kesepuluh, Tembesu sudah terkulai pingsan tidak sadarkan diri.


Setelah menundukkan Tembesu, Zhang Yi menginjak tubuh Tembesu dengan kaki sebelah dan berteriak.


"Bila ingin selamat menyerahlah seperti dia..!"


"Bila tidak, tempat ini akan menjadi kuburan kalian semua..!"


teriakkan Zhang Yi yang menggunakan Chi.


Membuat suaranya terdengar dengan sangat jelas oleh semua orang.


Sisa pasukan Xiongnu yang kurang lebih masih tersisa 7000 personil, satu persatu, mereka melemparkan senjata mereka.


Lalu melompat turun dari atas punggung kuda mereka.


Mereka semua berjongkok diatas tanah, dengan kedua tangan di atas kepala.


"Tangkap dan ikat mereka semua dengan kuat, naikkan ke punggung kudanya.!"


"Mari kita kembali ke Long Cheng..!"


teriak Zhang Yi memberikan perintah.


Dengan sigap pasukan harimau hitam langsung bergerak menggunakan tali, mengikat para pasukan Xiongnu yang telah menyerah itu.


Ditempat lain Gofur yang sedang melakukan pengejaran kesebelah kanan melakukan pengejaran terhadap Ling Tong.


Kira kira sepuluh Li dari kota Long Cheng, Ling Tong juga menghentikan pergerakan pasukan nya.


Dia berdiri santai menanti kedatangan pasukan pengejarnya yang di pimpin oleh Gofur.


Gofur dan Ling Tong langsung memacu kuda mereka maju sama sama saling mendekati lawan.


Kemudian mereka berdua langsung terlibat saling serang, masing masing mengerahkan kemampuan terbaik mereka.


Senjata Gofur adalah sepasang kampak besar.


Sedangkan Ling Tong menghadapi nya dengan sepasang pedang ditangan.


"Trangggg,..! Trangggg,..!"


"Trangggg,..! Trangggg,..!"


"Trangggg,..! Trangggg,..!"


Setelah terjadi benturan berulang kali terjadi di udara, Gofur langsung sadar, kekuatan nya masih di bawah Ling Tong.


Setiap kali kampaknya berbenturan dengan sepasang pedang Ling Tong.


Sepasang tangannya yang memegang Kampak, terasa gemetar dan mati rasa.


Sama seperti Tembesu, di mana mereka berdua hanya berada di tahap pendekar baja


Mereka jelas bukan lawan Zhang Yi Ling Tong Zhou Tai yang kini pada berada di tahap pendekar bumi.


Selisih kekuatan itu, membuat mereka sulit bertahan lama, dari serangan Zhang Yi maupun Ling Tong.


Apalagi seluruh tubuh Zhang Yi maupun Ling Tong di lindungi oleh baju perisai khusus, yang tahan senjata.


Ini semakin membuat lawan mereka semakin tak berkutik menghadapi mereka.

__ADS_1


Dalam satu kesempatan, di saat kesekian kalinya, kedua senjata mereka berbenturan di udara, lalu saling dorong.


Kedua senjata Kampak Gofur yang menempel erat dengan sepasang pedang Ling Tong.


Terbawa berputar-putar mengikuti putaran sepasang pedang Ling Tong.


Hingga kedua senjata Kampak Gofur tersentak terlepas dari pegangan kedua tangannya.


Sebelum Gofur sempat melakukan sesuatu, tubuhnya sudah tertendang Oleh tendangan kaki berantai yang dilepaskan oleh Ling Tong, sambil melayang meninggalkan punggung kudanya.


Saat Tubuh Gofur terjatuh keatas tanah, dia langsung memuntahkan beberapa teguk darah segar dari mulutnya.


Saat itu pula sepasang pedang dingin, Ling Tong. sudah menempel secara menyilang di leher Gofur.


Bila Ling Tong menghendakinya, sekali tarik, maka kepala Gofur pasti akan menggelinding diatas tanah.


"Cepat perintah kan pasukan mu, menyerah, bila kalian masih sayang nyawa."


ucap Ling Tong dengan suara sedingin es.


Gofur mengedarkan pandangan matanya, melihat pasukannya banyak yang tewas malang melintang berserakan.


Dengan kondisi tidak jauh lebih baik darinya.


Gofur sambil menghela nafas panjang, kemudian berteriak keras.


"Tahan senjata,..!"


"Mundur semuanya,..!!"


"Buang senjata kalian..!"


Pasukan Xiongnu bergerak mundur teratur, dengan wajah ragu, akhirnya mereka melepaskan senjata di tangan mereka.


Lalu satu persatu menjatuhkan diri berlutut dan mengangkat kedua tangan diatas kepala mereka masing-masing.


teriak Ling Tong memberi instruksi.


Beberapa waktu kemudian, melihat semua tawanan sudah tak berdaya.


Ling Tong baru kembali berteriak,


"Ayo bawa mereka semuanya,..kita kembali ke Long Cheng sekarang."


Di tempat lain Zhou Tai yang berhadapan dengan Amir, hanya dalam satu gebrakan saja.


Amir sudah terjatuh dari atas panggung tunggangan nya.


Amir jelas bukan tandingan ilmu tombak Zhou Tai, yang dahsyat dan kaya perubahannya.


Pertarungan semakin berat sebelah, di mana Amir hanya bisa menghindari serangan tombak Zhou Tai, tanpa mampu membalasnya.


Golok besar di tangan Amir, tidak sanggup menahan serangan tombak Zhou Tai, yang datang bertubi-tubi.


"Trangggg,..!"


"Creebbbb,..!"


Amir kehilangan goloknya, karena lengan di dekat bahu nya, di tembus mata tombak Zhou Tai.


Saat Zhou Tai mencabut tombaknya, Amir pun terpental jatuh keatas tanah.


Sebelum sempat berdiri kembali, mata tombak Zhou Tai yang sedingin es.


Sudah menempel di leher Amir, Amir yang menyadari dirinya bukanlah lawan Zhou Tai.

__ADS_1


Dia memejamkan matanya dan berkata,


"Aku bukan tandingan mu, mau potong mau belah terserah, aku tidak punya keberatan.."


"Menyerahlah, aku akan mengampuni mu bersama pasukan mu.."


ucap Zhou Tai dingin.


Tapi sebagai jawaban, Amir malah tertawa mengejek dan meludah kearah Zhou Tai.


"Pria sejati boleh di bunuh, jangan harap aku akan menyerah.."


"Silahkan saja.."


ucap Amir dengan tatapan mata menantang.


Zhou Tai tertawa dingin dan berkata,


"Dasar dungu, saat aku sedang membunuh, kamu masih menyusu di ibu mu.."


"Aku tanyakan sekali lagi, jangan menguji ku, mau menyerah tidak..!?"


bentak Zhou Tai dengan nada dingin, sambil menekan mata tombak besinya, hingga menembus kulit leher Amir.


Bagian kulit leher yang terluka mulai mengalirkan darah.


Tapi Amir sungguh keras kepala, dia dengan nekad tetap melotot kearah Zhou Tai.


Dengan tatapan mata penuh tantangan.


Zhou Tai tanpa banyak berkata,


memutar mata tombak nya meluncur seperti mata bor.


Menusuk tenggorokan Amir hingga mata tombak menembus ke leher belakang Amir.


Dengan satu dorongan ringan menggunakan kakinya kearah dada Amir.


Tubuh Amir pun terjengkang kebelakang, tewas dalam kondisi leher berlubang.


Melihat pimpinan mereka tewas mengenaskan di tangan Zhou Tai.


Pasukan Xiongnu itu berteriak keras, seperti orang kesurupan menyerang secara membabi buta tanpa mengenal takut.


Mereka terus menyerang pasukan harimau hitam, di bawah pimpinan Zhou Tai.


Tapi meski begitu, pasukan Harimau hitam bawahan Zhou Tai yang mengikuti instruksi Zhou Tai


Membentuk formasi berlima setiap kelompok pasukan.


Mereka masih mampu menahan terjangan pasukan Xiongnu yang sedang marah.


Zhou Tai yang kembali duduk di punggung kudanya, sambil memutar tombaknya.


Dia terus bergerak kesana kemari membantai pasukan Xiongnu, yang berani menghadang jalannya.


Mayat pasukan Xiongnu bertumpuk tumpuk memenuhi seluruh area itu.


Hingga menjelang sore, pertempuran itu baru berakhir, dengan tersisa 1000 orang, pasukan Xiongnu tidak punya pilihan selain menyerah.


Sedangkan di pihak pasukan harimau hitam, yang terluka mencapai 500 orang, yang tewas 50 orang.


Ini adalah suatu pertempuran berdarah yang sangat alot dan mengerikan.


Tapi tindakan Zhou Tai berhasil mengingatkan kepada sisa pasukan Xiongnu yang menyerah.

__ADS_1


Bahwa pasukan harimau hitam juga bisa bersikap sadis, bila di tantang.


__ADS_2