LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEMBALI BERTEMU


__ADS_3

Hanif langsung memimpin


pasukan berkuda nya keluar dari dalam hutan, dia langsung menerjang kearah barisan belakang Guo Yun.


Ling Tong yang bertugas memimpin pasukan barisan belakang, langsung berteriak,


"Pasukan panah bersiap..!!"


Seluruh barisan belakang pasukan Gui Yun, bersiap mengikuti instruksi dari Ling Tong.


Busur panah Cross bow, terlihat siaga, terarah ke pasukan Hanif yang sedang bergerak mendekat.


Ling Tong menunggu hingga pasukan berkuda Hanif memasuki jarak jangkauan anak panah, dia baru berteriak,..


"Sekarang,.! .tembak...!!"


Ribuan panah terbang memenuhi udara, langsung mengenai barisan depan pasukan berkuda pimpinan Hanif.


"Arggghhh..!"


"Hiiiehhh,..!"


Suara teriakan kesakitan penunggang kuda, yang berjatuhan dari kudanya.


Disertai suara ringkik kaget kuda tunggangan yang berlari tanpa penunggang.


Membuat suasana di barisan Hanif sedikit kusut.


Tapi hanya sebentar saja, sesaat kemudian barisan di belakangnya, sudah maju menggantikan posisi temannya, yang terkena anak panah tadi.


Panah terus di lepaskan tanpa putus oleh pasukan Ling Tong, yang menggunakan busur cross bow hasil desain Guo Yun.


Mereka hanya butuh waktu singkat mengisi anak panah, tapi bisa menembakkan anak panah beruntun sebanyak 5 kali.


Sehingga senjata jarak jauh ini sangat efektif menghabisi lawan dengan cepat.


Ling Tong terus mengawasi pergerakan pasukan musuh, saat memasuki jangkauan jarak lempar.


Dia baru kembali berteriak,


"Lemparkan sekarang..!!"


Pasukan harimau hitam, mulai melemparkan bola besi bertali, mengincar kaki kuda pasukan Xiongnu.


"Hieeehh,..!"


Kuda kuda tunggangan pasukan Xiongnu meringkik kaget, saat tiba-tiba kedua kaki mereka terikat jadi satu.


Sehingga barusan kuda itu pada bertumbangan, membawa penumpang di punggungnya ikut terjatuh.


"Tombak terbang..!"


teriak Ling Tong, saat melihat kekacauan di barisan pasukan Xiongnu.


Tombak terbang berhamburan bagaikan perpanjangan tangan malaikat elmaut.


Menghabisi pasukan Xiongnu, yang sedang bangun berdiri kebingungan.


Karena tunggangan mereka kakinya pada terikat oleh tali bandulan bola besi.


"Waspada tombak lawan, gunakan perisai kalian..!"


teriak Hanif mencoba mengingatkan pasukannya.

__ADS_1


Pasukan Hanif lalu buru buru menggunakan perisai di tangan mereka, untuk menangkis tombak terbang.


Sambil terus bergerak maju, pasukan Hanif berusaha mendekati pasukan Ling Tong.


Tapi gerakan mereka kembali harus terhenti, oleh pergerakan rantai tombak terbang yang membelit tubuh mereka.


Mereka yang terlilit rantai langsung di tarik kearah pasukan harimau hitam, untuk dieksekusi beramai-ramai.


Hanif sendiri juga terlihat sedang sibuk menangkis tombak terbang dan rantai rantai yang ingin menangkapnya.


Hanif menggunakan sepasang golok bengkok, untuk menangkis rantai dan mata tombak, yang menerjang kearahnya.


Sambil memutar sepasang goloknya, Hanif berteriak,


"Lepaskan panah balas mereka, incar bagian yang tak terlindung perisai..!"


"Trangggg,..! Trangggg,..! Trangggg,..! Trangggg,..!"


Meski sedang memberi perintah, tidak sekalipun Hanif bersikap lengah.


Dia tidak berhenti memutar sepasang goloknya , menangkis semua serangan yang menghampirinya.


Pasukan baris belakang Hanif, mulai melepaskan tembakan panah membalas kearah pasukan Harimau Hitam, yang sedang menyerang mereka dari jarak jauh.


Pasukan Hanif adalah pasukan bawahan yang sangat terlatih dalam hal memanah.


Panah panah mereka, jarang meleset selalu tepat sasaran.


Beberapa pasukan harimau hitam yang terlalu sibuk menyerang lawan, dengan tombak terbang mereka.


Mereka menjadi korban pertama anak panah pasukan Hanif, yang menembus leher mereka.


Melihat hal itu, Ling Tong langsung berteriak,


"Waspada anak panah lawan..!"


"Tringg,..! Tringg,..! Tringg,..!"


Ling Tong memutar sepasang pedangnya, menangkis serangan anak panah, yang di tembakkan kearahnya.


Agahai yang mengamati dari balik hutan, diam diam dia harus akui pasukan harimau hitam sangat tangguh dan rapi barisannya.


Mereka sudah di serang dari depan dan belakang, dengan jumlah pasukan mereka yang begitu sedikit.


Mereka tetap pada posisi masing masing, tidak kacau, tidak bergerak kesana kemari.


Tetap pada posisi mereka, masing masing menjaga wilayah masing masing.


Hal ini membuat strateginya memancing kekacauan, mengail di air keruh, jadi mati suri di buatnya, tidak begitu efektif lagi.


"Hasan sekarang giliran mu, aku ingin lihat seberapa lama mereka bisa bertahan dengan pasukan kecil itu ?"


Hasan mengangguk, lalu dia memimpin 50.000 pasukan berkuda menerjang kearah barisan pasukan tengah.


Barisan tengah di jaga oleh Zhou Tai, yang bertugas mengawal dan menjaga tawanan mereka.


Sama seperti Zhang Yi dan Ling Tong, Zhou Tai bersikap tenang.


Melepaskan anak panah kemudian melepaskan bola bandulan bertali mengikat kaki kuda.


Baru melepaskan serangan tombak terbang, menghabisi barisan pasukan kuda yang bergerak mendekat.


Hasan tidak bisa seperti Hanif membalas dengan serangan panah, karena di sana ada pihak keluarga istana yang menjadi sandera.

__ADS_1


Takutnya panah nyasar bawahan nya, malah membunuh sandera itu, bisa kacau nanti urusannya.


Jadi Hasan terpaksa mengandalkan jumlah banyak dan perisai, untuk terus bergerak maju mendekati pasukan harimau hitam.


"Angkat perisai, ! terus maju,..! perpendek jarak..! kita harus bisa menguasai pertempuran jarak dekat.."


"Rapatkan barisan,..! Rapat ..rapat .! ya seperti itu rapat,..!"


"Bertahan maju,..! serang..!"


teriak Hasan memberi perintah, sambil terus bergerak maju dengan senjata tombak gigi serigala nya.


Korban di pihak Hasan berjatuhan paling banyak ketimbang rombongan Temusa dan Hanif.


Tapi Hasan tidak punya cara lain, selain terus maju memperpendek jarak, di antara mereka. Untuk bisa melakukan pertempuran jarak dekat.


Agahai dan pasukannya masih menunggu dan terus menunggu, menunggu pasukan Hasan bertempur dalam jarak dekat.


Begitu Hasan berhasil memperpendek jarak dan terlihat mulai melakukan pertempuran jarak dekat.


Agahai langsung berteriak,


"Pasukan maju sekarang, ikuti aku terjang kedepan..!"


Agahai memacu kudanya sambil menyeret tombaknya di atas tanah, sehingga mata tombak mengeluarkan bunga api berpijar.


Dia datang bagaikan dewa kematian, kemanapun tombaknya bergerak, pasti ada pasukan harimau hitam yang tumbang dengan leher berlubang.


Guo Yun yang sedari awal pertempuran, selalu mengawasi secara menyeluruh.


Depan tengah dan belakang, begitu melihat Agahai muncul dari balik hutan, bergerak menuju barisan tengah.


Dia langsung paham, tujuan Agahai adalah membebaskan tawanan, Guo Yun pun berkata,


"Kakak Zhang tolong urus barisan depan..!"


"Aku harus segera ke tengah .!"


"Baik tuan muda,..jangan khawatir.."


"Tar..! Tar..! Tar..! Tar..! Tar..!"


jawab Zhang Yi, sambil memainkan cambuk berduri nya menekan Temusa.


Baik Zhang Yi Zhou Tai maupun Ling Tong, mereka sadar.


Mereka harus bertempur dengan sesingkat mungkin, meringkus Temusa Hanif dan Hasan.


Bila pertempuran berlangsung lama, kerugian ada di pihak mereka karena kalah jumlah.


Mereka tidak bisa berharap banyak bantuan dari pasukan Meng Thian dan Meng Yu.


Guo Yun dalam sekejab sudah tiba di hadapan Agahai, pedang Gou Yun langsung menangkis dan mementalkan tombak Agahai.


Mencegah nya membunuh beberapa pasukan harimau hitam, yang sedang berjuang mati matian menghadapi nya.


"Trangggg,..!"


Benturan pedang dan mata tombak menimbulkan suara memekakkan telinga dan bunga api berpijar.


"Kamu masih selamat burung botak,..akulah lawan mu, jangan incar mereka..!"


ucap Guo Yun sambil tersenyum mengejek.

__ADS_1


__ADS_2