LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
PERTEMPURAN DI MULAI


__ADS_3

Xiang Liang mengangguk pelan, menanggapi ucapan Liu Pang.


"Sudahlah tidak perlu di perpanjang lagi, keputusannya tetap seperti tadi.."


"Besok jam 4 pagi pasukan berangkat melakukan serangan mendadak.."


Ucap Xiang Liang mencairkan suasana yang menegang.


Kini tidak ada yang membantah lagi, mereka semua mengangguk setuju.


Xiang Liang mengedarkan pandangannya sejenak, lalu melanjutkan berkata,


"Baiklah bila semua nya tidak ada pendapat lagi.."


"Pertemuan ini kita akhiri sampai di sini saja.."


"Mari kita bersiap siap untuk pertempuran besok.."


Ucap Xiang Liang sambil memberi kode dengan tangan nya.


Mempersilahkan semua yang hadir untuk membubarkan diri.


Sesuai keputusan yang diambil, menjelang jam 4 pagi, di mana hari masih gelap.


5 kelompok pasukan yang di pimpin oleh Xiang Yu, Xiang Zhuang, Ji Bu, Long Ju, Zhong Li Mei.


Mereka masing masing sudah bersiap siap untuk melakukan penyerangan.


Xiang Yu sebelum memimpin pasukan desa Liu Pang bergerak, dia berkata,


"Saudara Liu, ijinkan saudara mu yang protes kemaren, mengikuti ku maju ke garis depan.."


"Dia bisa membantu ku, mengatur barisan ini.."


Liu Pang tidak berani membantah, dengan senyum terpaksa, dia mengangguk.


Lalu dia memberi kode kearah Fan Kuai saudaranya.


Fan Kuai mengerti maksud kakak nya, dia mengangguk lalu segera maju ikut bergabung dengan pasukan petani.


Liu Pang menatap bayangan punggung saudaranya dan berkata,


"Hati hati lah saudaraku, kembali dengan selamat.."


"Kami semua di sini, menanti kepulangan mu.."


Fan Kuai menanggapinya dengan lambaian tangan tanpa menoleh.


Sesaat kemudian mengikuti kode dari Xiang Yu, Fan Kuai segera memimpin barisan pasukan tani nya, bergerak mengikuti Xiang Yu menuruni bukit.


Xiang Yu memilih melakukan penyerangan dari sisi gerbang selatan kota Bei Qi.


Selain tempat terdekat dengan tempat mereka berada saat ini.


Di tempat ini juga terlihat konsentrasi pasukan Qin yang paling besar jumlahnya.


Di tempat ini terlihat hadir Zhang Han dan Ling Wu.


Sedangkan di dua gerbang lainnya, masing masing hanya di pimpin oleh Li Cheng dan Fan Kuai.

__ADS_1


Baik di kubu Xiang Yu maupun di kubu Zhang Han Kini ada muncul dua Fan Kuai.


Nama sama tapi karakter berbeda, Fan Kuai pihak Qin bertubuh tinggi besar wajah penuh brewok.


Sedangkan Fan Kuai pihak Xiang Yu, orangnya bertubuh lebih kecil, tapi tubuhnya kekar padat berisi, terlihat tangkas dan lincah.


Rambutnya di pilin kecil kecil, kemudian di kuncir kebelakang.


Xiang Yu yang memacu kudanya di paling depan bergerak dengan sangat cepat memimpin pasukan nya menerjang kearah perkemahan pasukan Qin yang terlihat sepi.


Sedangkan pihak Qin yang sedang melakukan pengepungan, sejak awal kehadiran pasukan bantuan yang di pimpin oleh Xiang Liang tiba.


Dari laporan mata mata pengawas, Zhang Han sudah tahu hal itu.


Zhang Han juga sudah memberitahu pasukannya agar bersiap-siap menyambut serangan dari pihak Yue.


Dia sengaja tidak langsung menyerang pasukan Xiang Liang, dengan pertimbangan posisi pasukan Xiang Liang yang berada ditempat tinggi, sedangkan mereka di pihak rendah.


Bila dia memaksa, korban berjatuhan di pihak nya pasti jauh lebih banyak.


Zhang Han tidak mau hal itu terjadi, karena dia masih membutuhkan pasukan nya, untuk menahlukkan benteng pertahanan kota Bei Qi.


Di sini dia membutuhkan pasukan dalam jumlah banyak, untuk menahlukkan kota tersebut.


Karena pihak gubernur Wu dan Ying Wu, lebih memilih bertahan di dalam benteng.


Tidak bersedia keluar dari dalam benteng, melakukan perang terbuka.


Dengan pertimbangan ini, Zhang Han menginstruksikan kepada seluruh pasukannya, agar membuat jebakan.


Memancing harimau turun gunung, mereka berpura-pura tidak tahu akan kedatangan pasukan Xiang Liang diatas bukit sana.


Sehingga musuh mudah masuk menyerang perkemahan mereka.


Bila musuh sudah masuk ke tengah perkemahan.


Mereka baru muncul untuk mengepung dan melakukan pukulan kejutan balik.


Siasat ini berhasil, Xiang Yu yang memimpin pasukan nya hingga tiba di perkemahan utama mendapati tempat tersebut kosong.


Dia segera menyadari ada yang tidak beres, Xiang Yu segera berteriak,


"Ini perangkap,..!"


"Waspada musuh..!"


"Segera tinggalkan tempat ini..!"


Tapi baru saja instruksi di keluarkan, api obor pasukan Qin sudah menyala di segala penjuru.


Mereka melakukan pengepungan habis habisan tempat tersebut.


Hingga tidak ada peluang sedikitpun bagi pasukan Xiang Yu untuk melarikan diri.


Zhang Han keluar dari balik barisannya yang berbaris rapi, ditemani oleh Ling Wu.


Zhang Han menunjuk goloknya kearah wajah Xiang Yu dan berkata,


"Xiang Yu kamu sudah terkepung, lekas menyerah selagi ada kesempatan..!"

__ADS_1


"Bila tidak, malam ini kamu dan pasukan mu, bisa datang tidak mungkin bisa kembali..!"


"Aku pasti akan membasmi kalian semua..!"


Xiang Yu tersenyum dingin menanggapi ancaman dari Zhang Han.


"Kamu ini jendral kalah perang, masih berani banyak bersuara..!"


"Tidak tahu diri cari mampus .!"


Bentak Xiang Yu sambil balas menunjuk tombak Hua Ci nya yang super berat kearah wajah Zhang Han.


Berbeda dengan Xiang Yu yang terlihat arogan dan penuh percaya diri.


Fan Kuai justru bersikap waspada dengan golok jagal di tangannya.


Dia terlihat sedikit sibuk menenangkan pasukan petaninya yang tidak terlatih dan terlihat panik.


Saat menghadapi pertempuran mati hidup, yang peluang keluar hidup hidup jauh lebih kecil ketimbang peluang kematian itu sendiri.


Zhang Han yang melihat keadaan pasukan Xiang Yu yang terlihat panik.


Dia menjadi semakin percaya diri, dia tentu tidak mau melayani Xiang Yu satu lawan satu.


Dia sadar dirinya bukan lawan Xiang Yu, bila dia lakukan hal itu, dia akan menjadi konyol.


Untuk itu Zhang Han segera mundur kedalam barisan pasukan nya


Saat dia melihat Xiang Yu bergerak mengejar kearah nya.


Pergerakan Xiang Yu segera tertahan oleh barisan pasukan perisai Qin yang berusaha menahan pergerakan Xiang Yu bersama Hei Feng nya.


Pasukan tameng Qin, menggunakan tameng mereka untuk mencoba menahan, dan menggunakan tombak panjang mereka, mencoba untuk menyerang Xiang Yu maupun kuda tunggangan nya Hei Feng.


Melihat keadaan tersebut Xiang Yu langsung memutar Hua Ci nya untuk menangkis tombak pasukan Qin yang tiba.


Dia juga balas menghajar pasukan tameng, yang mencoba menghalangi langkah nya.


"Trangggg...!" Trangggg...!"


"Trangggg...!" Trangggg...!"


"Trangggg...!" Trangggg...!"


Tombak tombak pasukan Qin patah berhamburan saat mencoba mendekati Xiang Yu dan kuda tunggangan nya Hei Feng.


Tombak tombak itu dengan mudah di patahkan oleh Hua Ci di tangan Xiang Yu, saat terjadi benturan.


Tidak sampai disitu, Xiang Yu juga terus bergerak bersama Hei Feng menerjang kedepan.


"Brakkkk..!" Brakkkk..!" Brakkkk..!"


"Brakkkk..!" Brakkkk..!" Brakkkk..!"


"Brakkkk..!" Brakkkk..!" Brakkkk..!"


Tameng pasukan Qin yang berbenturan dengan Hua Ci, Xiang Yu langsung pecah hancur berantakan.


Pemilik yang berlindung di balik tameng juga terlempar dalam kondisi kehilangan nyawa.

__ADS_1


__ADS_2