LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SUANG MO


__ADS_3

Guo Yun berdiri diatas mimbar di kelilingi oleh tahanan pemberontak.


Guo Yun menyapukan pandangannya kearah para tahan pemberontak yang terlihat tertunduk lesu dan pasrah.


Mereka semua masing masing sedang berpikir, hukuman apa yang kira kira akan di jatuhkan oleh penguasanya ini.


"Wahai rakyat ku, kalian harus tahu kalian semua telah tertipu oleh pemuka agama Qin yang membawa kepercayaan menyesatkan bagi kalian.."


"Ying Zheng bukan putra langit, dia hanya lah salah satu penguasa kerajaan Qin.."


"Aku tahu kalian sebagian tertipu, karena sulitnya kehidupan di perbatasan, yang di ciptakan oleh pejabat penguasa di sana ."


Ucapan Guo Yun langsung mengundang suara saling berbisik diantara mereka.


Bahkan diantara mereka banyak yang bilang Guo Yun lah putra pencipta alam semesta.


Karena dia didukung Naga 4 penjuru dunia juga dewa petir matahari dan bulan.


Ucapan diantara mereka sendiri dengan cepat tersebar menimbulkan kehebohan di tempat itu.


Para pemberontak mulai percaya dengan Guo Yun, mereka kini mulai berpaling dari ajaran yang mereka yakini sebelumnya.


Bahkan banyak diantara mereka yang berterang memaki para pemuka agama palsu, yang menebarkan ajaran sesat pada mereka.


Di saat kehebohan berlangsung, Guo Yun sengaja berdiam, membiarkan mereka semua sibuk dengan opini mereka masing-masing.


Hingga beberapa saat Guo Yun baru mengangkat kedua tangannya keatas.


Melihat gerakan itu, perlahan lahan keadaan menjadi hening kembali.


Guo Yun pun melanjutkan berkata dengan suara keras nya.


"Untuk itu aku sudah putuskan, aku tidak akan menghukum kalian semuanya."


"Sebaliknya aku akan membebaskan kalian, melindungi kalian dan menjamin kalian mendapatkan tanah hak milik kalian kembali .!"


Ucapan Guo Yun langsung mengundang sorak Sorai gegap gempita dari para tahanan.


Mereka semua terlihat sangat gembira bersemangat dan hampir tidak percaya dengan keputusan Guo Yun.


Melihat hal ini Guo Yun hanya tersenyum, beberapa saat kemudian dia baru kembali mengangkat kedua tangannya keatas.


Menanti hingga suasana kembali hening, Guo Yun baru melanjutkan berkata,


"Aku juga akan memberikan keringanan bayar pajak, selama 3 tahun pada 5 wilayah perbatasan yang menjadi tempat asal kalian, aku akan bebaskan kalian semua dari tagihan pajak.."


"Bila ada pejabat ku yang menagih pajak pada kalian, laporkan aku pasti akan menghukumnya.."


ucap Guo Yun tegas.


Ucapan Guo Yun kembali mengundang sambutan yang lebih meriah lagi daripada sebelumnya.


Di tengah kehebohan Guo Yun kembali melanjutkan berkata dengan suara yang jauh lebih keras.


Sehingga mengalahkan suara keramaian, otomatis mereka diam dan mendengarkan ucapan Guo Yun selanjutnya.


"Aku akan menghukum pejabat korup, yang menyusahkan kalian, aku akan menggantinya dengan pejabat baru, yang jujur dan berkemampuan."


"Untuk memimpin kalian semua ke kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.."


"Itulah janji yang bisa aku berikan, bila kalian masih percaya pada ku sebagai raja kalian.."


Guo Yun menyelesaikan ucapannya, yang langsung di sambut gembira oleh para tahanan,


Mereka satu persatu mulai menjatuhkan diri berlutut dan menyembah kearah Guo Yun.


Sambil menangis gembira dan terharu mereka mulai meneriakkan


"Hidup putra pencipta semesta.!"


"Hidup putra pencipta semesta.!"


"Hidup Yang Mulia Raja Guo Yun..!"


"Hidup Raja Yue.."


"Hidup Raja Yue.."


Suara sahut menyahut gegap gempita menyelimuti area itu.


Semua tahanan kini terlihat berlutut dan menyembah kearah mimbar di mana Guo Yun berdiri


"Rakyat ku yang ku cintai..!"


"Kalian semua bangunlah..!"


"Kalian sekarang boleh kembali ke camp sementara kalian, tunggu aku merebut kembali tanah air kita.."


"Mengamankan nya, kami baru akan atur kalian semua kembali ke wilayah kalian masing masing.."


ucap Guo Yun yang terdengar jelas oleh semua yang hadir.


Mereka kembali bangkit berdiri, lalu dengan tertib mereka kembali ke camp penampungan sementara mereka masing-masing.


Setelah para tahanan pemberontak bubar, Guo Yun pun meninggalkan tempat itu kembali ke kemahnya untuk melakukan diskusi.


Guna menghadapi gelombang serangan yang jauh lebih besar dan jauh lebih kuat.


Selesai perundingan dan pembagian tugas, Guo Yun pun memimpin sendiri latihan formasi Pat Kwa agar lebih sempurna pergerakan pasukan nya.


Sambil menunggu kiriman persediaan dari peralatan perang dari Bei Qi dan Si Qi.


Guo Yun terus melatih pasukan harimau hitamnya, agar semakin kuat, baik bertahan maupun menyerang, melatih kekompakan mereka semua.


Sebagai persiapan untuk menghadapi peperangan besar, invasi dari Fan Sui.


Di hari ke 5 setelah Guo Yun menahlukkan para pemberontak, gelombang pasukan bayaran serikat dagang dan pasukan gabungan dari 5 kota perbatasan kerajaan Yue pun tiba.


Mereka terlihat datang dari belakang bukit yang berbatasan langsung dengan gerbang sebelah barat.


Pasukan Harimau Hitam sudah berbaris rapi dalam formasi 5 perubahan Pat Kwa yang jauh lebih besar jumlah pasukan nya, juga jauh lebih kuat.


Guo Yun sendiri kini berdiri diatas puncak menara pengawas pintu gerbang sebelah barat.


Sambil memegang delapan bendera yang berbeda warna.


Jendral Lim Guan Xing Fu jendral Zhang Ling Zhou dan jendral muda Zhang Yun putra Zhang Yi.


Mereka masing masing menempati 8 pintu masuk formasi Pat Kwa.


Sian Sian dan Li Ba menempati dua titik formasi pusat.


Gongsun Li menempati titik antara luar lingkaran tengah dan garis pasukan.


Sedangkan Si Si menjaga jalan keluar pintu Kun dengan barusan pendam yang tersembunyi.


Sedangkan di pihak pasukan gabungan, bagian terdepan terlihat Fan Sui ketua seikat dagang, di kawal oleh dua orang kakek berpakaian hitam putih.


Kedua kakek itu di dunia persilatan 300 tahun yang lalu terkenal dengan nama Suang Mo ( Sepasang Iblis ), mereka kembali muncul karena tertarik dengan kemunculan kitab pusaka lembah hantu.


Di samping Fan Sui ada ketua aliran kepercayaan para pemberontak Zhong Da.


Di belakang Kedua tamu agung undangan Fan Sui, terlihat hadir 5 gubernur dan 5 kepala cabang serikat dagang Qin.


Kelima gubernur itu adalah,


Ma Shun dari Dan Yang.


Zhao Lin dari Xin Cheng.


Zhang Lu dari Shang Qiu.


Guan San dari Chen


Zhu Ba dari Cai.


Sedangkan kelima kepala cabang serikat dagang adalah


Bhe Sun, Dan Yang


Zha Su, Xin Cheng


Lu Pai, Shang Qiu


Gu Mi, Chen


Zhu Ti, Cai.


Mereka semua berbaris rapi menunggu perintah dari Fan Sui.

__ADS_1


Fan Sui yang melihat barisan pasukan harimau hitam, membentuk formasi Pat Kwa.


Dia pun berkata,


"Zhong Da,..apakah formasi itu, yang hampir membuat 1/2 dari kekuatan mu musnah..?"


Ketua aliran Zhong Da yang memilki sepasang mata tajam agak cekung kedalam, dengan hidung panjang bengkok seperti paruh burung kakak tua.


Dia menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Benar formasi itu sangat rumit dan membingungkan, bisa masuk tapi jangan harap bisa keluar."


"Jangan lihat pintu masuknya yang terlihat banyak dan mudah di tembus.."


"Tapi begitu.masuk situasi akan langsung berubah, kita akan terjebak di dalam tidak bisa keluar lagi.."


ucap Zhong Da menjelaskan.


Fan Sui tersenyum dan berkata, "Coba kamu perhatikan di sebelah timur laut sana.."


"Di sana ada titik Kun,.. kamu harusnya selalu menunggu titik itu muncul baru menerobos masuk."


"Harus cepat, hanya titik itulah yang di namakan titik Kun atau Sen Men ( pintu kehidupan )."


"Sisa ke 7 pintu lainnya, di sebut sebagai Se Men ( Pintu kematian )."


"Jadi bila ingin masuk maupun keluar pastikan kita menemukan titik Kun itu.."


"Bila tidak, selamanya akan sulit keluar dari sana.."


"Selain itu di dalam formasi itu masih punya bahaya 5 unsur, yang terdiri dari air api kayu logam dan tanah."


"Berhati hatilah dengan jebakan lima unsur yang saling mendukung juga saling memusnahkan itu "


"Ayo semuanya, siapkan barisan pasukan kalian semua, ikuti aku, kita akan menerobos formasi Pat Kwa itu.."


ucap Fan Sui, sambil memberi perintah.


Lalu dia memacu kudanya bergerak mendekati pusat barisan pasukan harimau hitam.


Suang Mo membayanginya di samping terbang ringan tanpa menyentuh tanah.


Mereka bergerak dengan gaya santai dengan menggendong dua tangan di belakang punggung.


Guo Yun yang melihat kehadiran kedua kakek sakti itu, segera merubah formasi.


Dia memberi kode agar Gongsun Li yang juga mengerti Wu Xing Pat Kwa Chen segera naik keatas menara menggantikan posisinya.


Dia sendiri melayang kebawah menggantikan posisi Gongsun Li.


Gongsun Li dengan gerakan ringan seperti seekor burung merah besar, melayang ringan naik keatas menara pengawas.


Di saat berpapasan dengan Guo Yun yang sedang melayang turun, Guo Yun menyerahkan ke 8 bendera ke Gongsun Li.


Gongsun Li menerimanya lalu melanjutkan melayang keatas menara, mendarat di puncak sana dengan ringan.


Guo Yun sendiri juga sudah mendarat di luar garis lingkaran tengah dengan ringan.


Sedangkan di pihak Fan Sui dia mulai memimpin pasukan nya memasuki pintu gerbang Qian yang di jaga oleh putra Zhang Yi, Jendral muda Zhang Yun yang bersenjata cambuk berduri sama seperti ayahnya.


Zhang Yun tidak berusaha menghalangi, dia membiarkan rombongan Fan Sui yang di ikuti oleh Suang Mo, gubernur Ma Shun, kepala cabang serikat dagang Bhe Sun dari Dan Yang dan pasukan mereka masuk dengan mudah.


Tapi tiba giliran Gubernur Zhang Lin dan Kepala cabang serikat dagang Zhe Su beserta pasukan gabungan dari Xin Cheng hendak masuk.


Gerbang yang di jaga Zhang Yun telah tertutup dan bergeser ke kanan.


Mereka terpaksa memasuki gerbang Dui yang di jaga oleh Zhang Yi ayahnya Zhang Yun, yang bersenjata cambuk berduri.


Setelah mereka masuk gerbang itu pun menutup, rombongan berikutnya adalah pasukan pemberontak pimpinan Zhong Da mereka terpaksa memasuki gerbang Li yang di pimpin oleh Ling Tong yang bersenjata sepasang pedang.


Begitu barisan itu masuk gerbang pun bergeser, gerbang sebelumnya telah tertutup.


Gerbang yang terbuka menyambut pasukan dari Shang Qiu di bawah pimpinan Zhang Lu dan Lu Bai adalah gerbang Zhen yang di jaga oleh Zhou Tai yang bersenjata tombak.


Setelah rombongan pasukan dari Shang Qiu masuk kedalam formasi gerbang kembali menutup.


Kini gerbang yang terbuka adalah gerbang Kun gerbang ini di jaga oleh Jendral Lim yang bersenjata sepasang Kampak besar.


Dan Si Si dengan barisan pasukan pendam nya, menjaga pintu Shen Men.


Rombongan pasukan dari kota Chen yang dipimpin oleh Guan Dan dan Gu Mi yang memasuki gerbang Kun.


Setelah pasukan gabungan itu masuk, perang pun mulai pecah.


Rombongan Fan Sui dan rombongan dari Dan Yang di bawah pimpinan Mu Shun dari Bhe Sun yang memasuki gerbang Qian yang pertama kali pecah perang dengan pasukan Zhang Yi.


Karena pasukan Zhang Yun putranya telah bergeser posisi.


Pasukan gabungan yang berhadapan dengan pasukan Zhang Yi di gerbang Dui.


Mereka berhasil memasuki baris pertama pasukan harimau hitam dengan mudah.


Tapi tiba di baris kedua mereka langsung di hadang oleh pasukan hari mau hitam yang berbaris rapat dengan tameng dan tombak.


Mereka langsung di serang dari dua sisi, depan dan belakang oleh pasukan harimau hitam.


Mereka kesulitan bergerak, karena mereka tidak memilki ruang gerak banyak.


Di serang dari depan dan belakang mereka menjadi sangat repot dan sibuk mempertahankan diri.


Meski pasukan bayaran serikat dagang memilki kemampuan tinggi, pasukan kota Dan Yang yang merupakan mantan pasukan harimau hitam mereka cukup terlatih dalam bertempur.


Tapi menghadapi jebakan formasi ini, mereka seperti sasaran empuk.


Apalagi barisan ketiga pasukan harimau hitam membantu barisan kedua dengan tembakan anak panah dan senjata rahasia kearah pasukan gabungan.


Keadaan mereka menjadi kacau dan amburadul.


Mereka hanya menjadi bulan bulanan sasaran empuk pasukan harimau hitam.


Zhang Yi yang memimpin di sana dari balik barisan ketiga, dia memberi komando pergerakan pengepungan.


Saat melihat keadaan pasukan gabungan semakin terdesak Zhang Yi pun berteriak keras,


"Pasukan kota Dan Yang,..! kalian buat apa berkorban untuk Mu Shun yang korup.."


"Menyerahlah, !"


"Kita adalah saudara sendiri, ! Raja Guo Yun sudah mengampuni para pemberontak yang di tahan..!"


"Beliau pasti akan memberikan pengampunan yang sama..!"


"Kecuali Mu Shun dua akan menerima konsekwensinya..!"


"Tidak setia dan Korup..!"


Teriakkan Zhang Yi membawa pengaruh besar, hampir sebagian besar pasukan kota Dan Yang melemparkan senjata mereka.


Menghentikan perlawanan, hanya tersisa sebagian kecil bawahan setia Mu Shun yang masih mencoba untuk bertahan.


Pasukan kota Dan Yang yang membuang senjata di biarkan lolos keluar dari kepungan barisan pertama.


Mereka melalui satu pintu kecil di tengah tengah barisan pertama.


Mereka berhasil keluar menyelamatkan diri, dari kepungan formasi Pat Kwa pasukan harimau hitam.


Dengan pasukan kota Dan Yang sebagian besar kabur.


Kejadian ini membuat beban pasukan bayaran Bhe Sun menjadi lebih berat.


Untungnya mereka mendapatkan bantuan dari Fan Sui dan pasukan elite keluarga Fan dan pasukan bayaran pelindung Fan Sui.


Untuk sementara waktu mereka masih bisa terus bertahan dari tekanan pasukan harimau hitam yang garang tanpa ampun.


Barisan Pasukan Harimau Hitam sangat sulit ditembus, pertahanan mereka begitu rapat, selalu di lindungi oleh barisan pasukan tameng, yang sangat kokoh.


Di dalam keadaan kacau balau itu Suang Mo sudah meninggal kan barisan pengepungan dengan terbang tinggi diatas kepala pasukan harimau hitam.


Mereka berdua berhasil mendarat ringan di bagian tengah formasi di luar garis lingkaran tengah.


Kehadiran kedua kakek itu yang sudah di perhitungkan oleh Guo Yun.


Mereka langsung mendapat sambutan pukulan jurus Je ye Sen Cang yang mengandung hawa sakti Thian Ti Sen Kung.


Cahaya Bulan keemasan dan cahaya matahari kemerahan langsung menyambut Suang Mo.


Kedua kakek sakti itu tahu bahaya, mereka segera mengangkat kedua telapak tangan mereka menyambut datangnya serangan Guo Yun.


"Blaaaarrr...!"

__ADS_1


"Blaaaarrr...!"


Dua benturan dahsyat meledak di udara.


Guo Yun dan kedua kakek itu sama sama terdorong mundur dua langkah kebelakang.


Guo Yun tidak tahu ilmu apa yang di mainkan oleh kedua kakek itu.


Dia hanya tahu lengan baju kanannya yang di gunakan untuk menyambut pukulan kakek baju hitam hangus terbakar.


Sedangkan lengan baju kirinya diselimuti lapisan es beku, hingga lengan bajunya menjadi kaku diselimuti lapisan es tipis.


Suang Mo sendiri juga merasa kaget, Hei Mo yang berpakaian hitam, merasa seluruh tubuhnya mengigil kedinginan, saat menerima pukulan cahaya rembulan Guo Yun.


Bahkan rambut dan alisnya terlihat memutih karena diselimuti kabut es.


Sedangkan Pai Mo juga merasakan efek kekuatan mentari Guo Yun.


Dia merasa tubuhnya seperti di lemparkan kedalam api panas berkobar kobar, rasa panas yang sangat kuat itu seolah olah ingin meledakkan tubuhnya.


Sebagian alis dan rambutnya mengalami hangus terbakar.


Pertemuan benturan pertama ini sama sama mengagetkan kedua belah pihak.


Mereka sama sama menyadari lawan mereka ada di ranah dewa abadi.


Dengan tenaga sakti diatas 12000 lingkaran.


Guo Yun sendiri mendapat kenyataan kedua kakek di hadapannya ini.


Kemampuan mereka masih diatas mertua Li Kui.


Mereka berdua seimbang atau lebih dikit di banding Dewa Niaga Gurun Pasir dan Ling Yun Lao Jen yang pernah dia hadapi.


Tapi bila mereka berdua bergabung jadi satu, tentu kekuatan mereka masih diatas kedua mantan lawan kuatnya itu.


Hanya saja mereka tentu saja tidak bisa di bandingkan dengan guru Ling Yun Lao Jen, kakek Wu Ming Lau Jen yang kekuatannya sudah tak terukur lagi.


Manusia dewa itu tetap tidak ada bandingannya, batin Guo Yun dalam hati sambil bersiap siap menghadapi serangan lanjutan dari kedua kakek itu.


Suang Mo sendiri juga menatap heran ke Guo Yun, diam diam kedua kakek ini, mengagumi kekuatan Guo Yun.


Seumur hidup, baru kali ini ada seorang yang masih begitu muda sanggup menahan serangan mereka berdua secara serentak.


Hal ini saja sudah cukup menunjukkan kualitas Guo Yun masih diatas mereka, bila mereka bertempur secara terpisah.


Suang Mo setelah saling menatap mengangguk sepakat.


Mereka langsung menyerang dari kiri kanan mencecar Guo Yun dengan sepasang tapak racun api dan racun es dari kanan kiri.


Empat tangan bergerak berseliweran mengancam Guo Yun dari kiri dan kanan.


Guo Yun menjadi repot terpaksa main mundur.


Dia seperti menghadapi satu lawan empat.


Li Ba dan Sian Sian sebenarnya ingin maju membantu, tapi berhubung mereka harus menjaga titik formasi di tengah lingkaran.


Akhirnya mereka membatalkan niat mereka untuk maju membantu Guo Yun, di mana mereka harus meninggalkan pos mereka.


Akhirnya mereka berdua terpaksa menjadi penonton, atas pertarungan yang sengit dan menegangkan itu.


Keempat tapak Suang Mo dengan sangat cepat, berseliweran diudara, semuanya selalu menjadi ancaman bagi semua titik berbahaya di tubuh Guo Yun.


"Plakkkk,..!


"Plakkkk,..!


"Desss..!"


"Plakkkk,..!


"Plakkkk,..!


"Desss..!"


"Blaaaarrr..!'


Blaaaarrr..!'


Blaaaarrr..!'


Terdengar tapak Guo Yun dan tangan kaki Suang Mo, terus beradu dan saling berbenturan di udara.


Setiap terjadi benturan Guo Yun pasti tergetar mundur kebelakang oleh serangan kedua tapak tangan dan kaki kedua kakek itu.


Sedangkan serangan Suang Mo dan Guo Yun yang tidak mengenai sasaran.


Langsung meledakkan area pertempuran di sekitar mereka menjadi sebagian beku sebagian gosong.


Kekuatan tingkat tinggi yang sama sama mengandalkan hawa beku dan hawa panas membakar untuk memperoleh kemenangan.


Bila di lihat dari luar sekilas hampir sama mereka memainkan hawa Im Yang untuk saling serang.


Tapi bagi yang bertarung jelas berbeda, kekuatan Guo Yun adalah kekuatan murni bersih hawa dingin rembulan dan hawa panas mentari.


Sedangkan kekuatan kedua kakek itu adalah kekuatan Api dan Es yang mengandung racun dingin dan racun panas.


Bila Guo Yun bukan kebal racun karena pernah konsumsi darah ular putih raksasa.


Dari awal Guo Yun pasti sudah mati keracunan oleh serangan kedua kakek itu, yang mengandung racun dingin dan racun panas, yang sangat mematikan.


Meski Guo Yun terlihat selalu di paksa mundur oleh kedua kakek itu.


Tapi belum terlihat ada tanda tanda siapa menang siapa kalah.


Pertandingan mereka masih terus berjalan imbang.


Hingga suatu ketika sepasang telapak tangan Hei Mo menyerang dada dan leher Guo Yun dengan kecepatan tinggi.


Sedangkan sepasang telapak tangan Pai Mo, di waktu bersamaan menyerang bagian ulu hati dan bawah pusar Guo Yun.


Guo Yun yang berada dalam situasi terjepit, dia terpaksa memiringkan badannya kesamping.


Menghindari serangan telapak tangan Hei Mo yang terarah ke dada nya, sedangkan serangan kearah leher dia tangkis dengan tangan kiri yang memancarkan cahaya rembulan.


"Blaaaarrr...!"


Serangan Pai Mo kearah ulu hati Guo Yun tangkis dengan tangan kanan yang mengeluarkan cahaya mentari.


Serangan Pai Mo yang lain terarah ke bawah pusar terpaksa dia mengangkat kakinya untuk menahan serangan tersebut.


"Blaaaarrr..!"


"Dessss..!"


Akibat posisinya yang bertahan dengan sebelah kaki, tubuh Guo Yun terpental puluhan tombak kearah pasukan bayaran di bawah pimpinan Zhu Ti dari kota Cai.


Zhu Ti melihat kesempatan itu, dibantu oleh sisa pasukan bayaran, dan Zhu Ba gubernur darurat baru kota Cai, yang menggantikan Gao Li gubernur sebelumnya, yang telah tewas di tangan Fan Sui, karena menantang keinginannya menyerang Shoucun.


Mereka semua dengan kompak melancarkan serangan kebagian punggung Guo Yun yang terbuka.


"Trangggg..!" Trangggg..!"


"Trangggg..!" Trangggg..!"


"Trangggg..!" Trangggg..!"


"Trangggg..!" Trangggg..!"


Senjata mereka seperti membentur benda keras, hingga terpental kembali.


Senjata mereka hanya berhasil merobek pakaian di bagian punggung Guo Yun, tapi tidak berhasil melukainya sama sekali.


Adalah mereka yang langsung berubah menjadi manusia patung es.


Saat Han Kuang Cien yang kini berada di tangan Guo Yun menebaskan sinar biru melewati mereka.


Suang Mo yang melihat hal ini, sama sekali tidak bersimpati terhadap Rombongan Zhu Ti dan Zhu Ba yang membantu mereka.


Mereka berdua malah menjengek sinis dan berkata,


"Dasar tidak tahu kemampuan sendiri.."


"Pantas mati.."


Guo Yun setelah menebaskan pedang Han Kuang Cien.


Kini dia berdiri menghadap kedua lawannya dengan sepasang pedang Han Kuang Cien dan Hung Sie Cien di tangan kanan kirinya.

__ADS_1


__ADS_2