
Kerajaan Qin punya 3 Jendral harimau di masa lalu, Wang Jian terkenal dengan kecerdikan nya, Meng Thian terkenal dengan sikap hati hati dan ilmu tombak keluarganya.
Bai Qi adalah yang terbaik di antara ketiga Jendral harimau itu, dia loyal cerdas, menguasai ilmu strategi perang dengan baik.
Yang menjadi kelebihan nya adalah Ilmu tinju geledek cahaya hijaunya, yang hampir tidak pernah menemui lawan.
Tentunya perkecualian nya adalah Lu Bu Wei atasan langsung nya dan Guo Yun si Topeng Emas tangan kanan Lu Bu Wei.
Liu Qin Lung mendapatkan perhatian khusus dari Bai Qi.
Tentunya dia adalah seorang jendral muda pilih tanding, tidak sembarang Jendral mampu menghadapinya.
Tapi karena sifatnya yang rendah hati, kemampuan aslinya jarang ada yang tahu.
Dia selalu menyimpan nya dengan rapi, bila tidak dalam keadaan bahaya, dia jarang menggunakan nya.
Kini karena dalam tekanan emosi yang meledak-ledak, Liu Qin Lung kelepasan.
Dia menjadi kan algojo jagal anak buah Meng Yu sebagai sasaran nya.
Saat tubuh sang algojo terpental di udara, Liu Qin Lung sudah melesat cepat mencekal leher algojo bertubuh besar itu, hingga sulit bernafas.
Secara reflek sang algojo menggunakan kedua tangannya ingin melepaskan cekalan tangan Liu Qin Lung, yang mencekik lehernya.
Tapi cekikikan itu sangat kuat, bagaimana pun dia berusaha.
Dia tetap kesulitan melepaskan diri.
Di saat dia sedang meronta-ronta,
"Creebbbb..!"
"Arggghhh..!"
Cakar tangan Liu Qin Lung sudah menembus rongga dadanya, saat tangan itu tercabut keluar dari rongga dada algojo, yang bertubuh tinggi besar itu.
Sang algojo yang sedang berteriak kesakitan, sedikit berkelenjotan di udara, sebelum tubuhnya akhir diam terkulai lemah dalam cengkraman tangan Liu Qin Lung.
"Brukkkk..!!"
Liu Qin Lung melempar tubuh Sang algojo yang sudah tak bernyawa lagi itu, seperti orang melempar sampah.
Di telapak tangan nya yang berlumuran darah terlihat sebutir jantung masih berdenyut denyut.
"Crasssh..!"
Jantung itu dia remas Hingga hancur, lalu dia buang kearah jasad Sang algojo.
Tanpa menoleh Liu Qin Lung menyambar golok besar di dekat mayat sang algojo, lalu berkata cepat,
"Yang Mulia saya ke belakang sana memberikan bantuan.."
Si Si mengangguk pelan,..dan berkata pelan,
"Silahkan Jendral Liu, berhati hatilah.."
Kemudian Si Si menoleh kearah beberapa bawahan nya dan berkata,
__ADS_1
"Jaga dan lindungi Liu Lau Puo ketempat aman.."
"Siap Yang Mulia.."
"Terimakasih Yang Mulia.."
ucap Liu Lau Puo penuh haru.
Si Si mengangguk sambil tersenyum lembut dan berkata,
"Jangan sungkan Liu Lau Puo, kita adalah orang sendiri."
"Sampai jumpa nanti.."
Selesai berkata, Si Si juga bergerak menuju bagian belakang kemah.
Dimana terlihat ratusan ribu pasukan Qin, terlihat sedang mengurung pasukan harimau hitam, yang hanya sekitar seribu personil di bawah pimpinan Gongsun Li.
Gongsun Li terlihat sedang memutar tombaknya, yang membentuk pusaran badai, siap menggulung siapa saja, yang berani mendekatinya.
Pasukan harimau hitam juga bergerak ganas dalam formasi yang lebih kecil, membabat pasukan Qin yang terus melakukan serangan dan pengepungan secara beramai ramai.
Situasi sedikit berubah dengan kedatangan Liu Qin Lung,
"Wahai pasukan ku, hari ini aku beri kalian kesempatan memilih..!"
"Ikut dengan ku melawan Qin,..atau mati di bawah golok ku ini..!"
"Pikirkan dengan baik, hari ini mereka tega dengan ku, besok akan menjadi giliran kalian..!"
Mereka otomatis bergerak mundur menjauhi arena pertempuran, memisahkan diri.
"Keparat kau .!"
Bentak Meng Yu marah,
Saat melihat kehadiran Liu Qin Lung, justru mampu menghasut dan mengacaukan semangat dan pikiran pasukannya.
"Kalian cepat habisi dia, jangan di beri ampun..!"
perintah Meng Yu kepada Meng Li Meng Da dan kempat pengawal nya.
Mereka semua mengangguk, lalu melesat menerjang kearah Liu Qin Lung dari berbagai jurusan.
Liu Qin Lung sendiri berdiri gagah diatas atap sebuah kereta perang.
Saat serangan tiba dari berbagai jurusan, Liu Qin Lung dengan sikap tenang, memutar golok besarnya menjadi gulungan sinar putih, yang melindungi seluruh tubuhnya.
"Trangggg..!" Trangggg..!"
"Trangggg..!" Trangggg..!"
"Trangggg..!" Trangggg..!"
"Trangggg..!" Trangggg..!"
Suara benturan senjata keras mewarnai tempat itu.
__ADS_1
Meng Yu tidak turut serta,.dia hanya melakukan pengamatan di suatu tempat aman, yang di kelilingi oleh pasukan Qin yang membentuk pagar betis.
Dari tempat itu Meng Yu memberikan instruksi instruksi pengepungan, yang tiada putus kearah Gongsun Li, pasukan nya, dan pasukan bala bantuan dari bawahan Liu Qin Lung, yang berbalik membantu pasukan harimau hitam.
Gongsun Li mengamuk bagaikan seekor singa betina, yang di kerubuti oleh sekumpulan hyena.
Mayat pasukan Qin yang gugur sudah bertumpuk tumpuk di sekitarnya .
Tapi karena jumlah pengepungnya sangat banyak dan tidak ada jeda nya.
Gongsun Li mulai terlihat lelah, dan kuwalahan menghadapi kepungan pasukan Qin, yang tidak ada putus putus nya.
Meski mulai terlihat lelah dan mulai bermandi peluh, putaran tombak Gongsun Li tidak surut sedikitpun.
Masih tetap sangat ganas dan kuat, setiap sambaran nya akan selalu membuat puluhan pasukan Qin terpental bergulingan diatas tanah.
Meng Yu menyaksikan dari jauh tersenyum puas, saat melihat satu persatu pasukan Liu Qin Lung, yang berbelot mulai bertumbangan.
Pasukan harimau hitam juga tidak terkecuali, mereka mulai kelelahan kehilangan fokus dan mulai bertumbangan.
Keadaan Gongsun Li yang mulai bisa di desak mundur oleh pasukan nya, membuat Meng Yu semakin sumringah.
Liu Qin Lung sendiri meski selalu mampu menahan serangan lawan lawannya, tapi dia juga tidak berhasil lepas dari kepungan 6 orang, yang terus mencecarnya secara bergantian.
Melihat keadaan ini Meng Yu dengan penuh semangat terus mengibarkan bendera komando di tangan nya.
Agar barisan pasukan Qin bergerak semakin rapat, melakukan pengepungan, dengan berlindung di balik tameng besar, dan tombak panjang berkait mereka.
Kehadiran Si Si dan pasukan wanitanya, yang melancarkan tembakan senjata rahasia.
Dengan bersembunyi di atas bukit batu, tidak menyurutkan kepungan pasukan Qin, yang berlindung di balik tameng mereka, yang mampu menahan serangan rahasia Si Si dan pasukan wanitanya.
Suatu ketika terlihat Gongsun Li terus terdorong mundur oleh puluhan orang pengepungnya, yang menyerangnya dengan tombak berkait.
Tombak Gongsun Li yang di lintangkan, untuk melindungi tubuhnya dari tusukan puluhan tombak berkait, tertahan di sana.
Mereka saling adu kekuatan, dorong mendorong pun terjadi.
Gongsun Li yang sudah kelelahan terlihat terus terdorong mundur kebelakang.
Hingga akhirnya sambil berteriak keras.
"Hyaaaaaat..!!!"
Gongsun Li menghentakkan sebelah kakinya kebelakang, untuk menahan laju gerak mundur dirinya.
"Dukkk..!"
Kaki yang menghentak tanah membentuk sebuah lekukan kecil, menjadi penahan ujung sepatu Gongsun Li, yang menempel di sana.
"Hyaaaaaat...!!?"
Dengan suatu teriakan keras, Gongsun Li berhasil mendorong mereka semua mundur, hingga terpelanting kebelakang.
Tapi baru saja barisan itu di buat terpelanting kebelakang, barisan lain sudah maju menghantamkan senjata tombak mereka dari atas ke bawah, semuanya menghantam kearah Gongsun Li.
"Trangggg...!"
__ADS_1