
"Cucu ku,.. kamu kenapa bersikap aneh begini..?"
"Apa yang terjadi, ? dari awal kakek juga sempat merasa heran dengan perubahan sikap mu saat berkunjung ke lembah.."
"Tapi kakek berpikir mungkin kalian suami istri sedang ribut, jadi kakek tidak mau banyak bertanya dan terlalu ikut campur.."
Ucap Kui Yi Sien Seng sambil membelai lembut kepala cucunya.
Min Min menghapus sisa airmatanya, kemudian dia menggandeng tangan kakeknya membawanya menuju rumah kediaman nya.
Sambil berjalan menuju rumah sederhana yang menghadap kearah sungai kecil yang berair jernih.
Min Min menceritakan semua kejadian yang mulai dia ingat sedikit demi sedikit ke kakeknya.
Hingga mereka bertiga duduk di depan teras rumah, bersantai sambil menikmati teh yang di siapkan oleh pelayan Kui Yi Sien Seng.
Akhirnya Kui Yi Sien Seng sepenuhnya mengerti, alasan cucunya bersikap kurang wajar, saat pertemuan mereka di lembah kemarin.
Kui Yi Sien Seng menatap kearah Guo Yun dan berkata,
"Yun Er bukan kakek banyak mulut dan mau mencampuri urusan pribadi mu.."
"Umur mu juga sudah tidak muda lagi, anak mu Meng Yun juga hampir memasuki masa remaja.."
"Seharusnya kamu mulai memikirkan keselamatan keluarga mu.."
"Dengarlah saran kakek, sebisa mungkin tinggalkanlah kehidupan menjadi penguasa, yang penuh ambisi dan keributan yang tiada akhirnya.."
"Kamu tidak memikirkan diri mu sendiri, setidaknya kamu pikirkan keselamatan keluarga mu.."
"Sekali ini kamu beruntung berkat manusia dewa itu, Min Min terselamatkan.."
"Bila tidak aku benar benar tidak tahu bagaimana caranya memaafkan mu..'
"Yun Er selagi masih sempat tinggalkan lah, jangan sampai saat tiba waktunya nanti, kamu baru menyesal.."
"Itu sudah terlambat.."
Ucap kakek Kui Yi Sien Seng memberikan nasehat dengan serius.
Min Min menatap suaminya yang tertunduk serba salah menanggapi nasehat dari kakek nya.
Min Min segera merangkul lengan kakek nya dengan manja dan berkata,
"Sudah lah kek, Yun Ke ke juga ada kesulitan nya sendiri.."
"Kita harus punya hati percaya dengan nya, yakinlah pada Yun Ke ke.."
"Dia juga sedang berpikir dan mencari solusi terbaik untuk itu.."
"Mungkin saat ini belum waktunya, bila waktunya tiba Yun ke ke pasti akan ikuti nasehat kakek.."
Ucap Min Min membantu
Guo Yun berbicara.
__ADS_1
Kui Yi Sien Seng menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Yun Er kamu lihat, begitu banyak dia berpikir untuk mu.."
"Sebaiknya kamu pikirkan baik baik dan jagalah mereka dengan baik untuk ku.."
"Bila kamu tidak sanggup kembalikan mereka ke lembah hantu.."
"Setidaknya yang tua ini bila harus pergi, bisa pergi dengan hati tenang..'
Ucap Kui Yi Sien Seng sekali lagi memberikan tekanan pada Guo Yun.
Guo Yun mengangguk pelan dan berkata,
"Terimakasih kek atas nasehatnya, Yun er sebenarnya juga sudah lama memikirkan hal itu.."
"Yun Er janji akan jaga mereka dengan baik, sambil menunggu waktu yang tepat, untuk meninggalkan semua kekuasaan harta dan tahta, yang selama ini selalu menimbulkan keributan dan persaingan tiada akhir itu."
Kui Yi Sien Seng menepuk pundak Guo Yun dengan lembut dan berkata,
"Aku percaya pada mu, seperti saudara ku mempercayai mu.."
"Aku yakin kamu pasti bisa melakukan nya dengan baik, buat keluarga mu.."
Guo Yun menganggukkan kepalanya, hatinya sangat tersentuh.
Saat Kui Yi Sien Seng menyebutkan dirinya dan kakak nya Kui Zi Sian Seng, yang merupakan guru yang banyak berbudi padanya itu.
Selalu percaya padanya.
Dia tidak akan pernah kecewakan harapan kakek Kui Yi Sien Seng dan gurunya yang telah tiada itu.
Suatu hari nanti dia harus memikul amanat untuk menjaga harta dan pusaka yang ada di lembah hantu.
Sesuai amanat dan harapan terakhir gurunya Kui Zi Sian Seng pada dirinya.
Menjelang siang mereka makan bersama di teras depan rumah kediaman Guo Yun dan Min Min.
Selesai makan bersama, kakek Kui Yi Sien Seng menatap kearah Guo Yun dan Min Min secara bergantian, lalu berkata.
"Yun Er Min Min,.. hari sudah tidak pagi.."
"Kakek rasa sudah tiba waktunya kita berpisah.."
"Kakek harus kembali ke lembah hantu, kalian jagalah diri kalian baik baik.."
"Kapan pun kalian ingin pulang, pintu lembah hantu akan selalu terbuka lebar menyambut kepulangan kalian.."
Ucap kakek Kui Yi Sien Seng sambil tersenyum lembut.
"Kakek..!"
Teriak Min Min yang masih enggan berpisah.
Dia langsung menubruk kedalam pelukan kakek nya, menangis sedih di sana.
__ADS_1
Sedangkan Guo Yun, dia segera menjatuhkan diri berlutut dan bersujud di hadapan Kakek Kui Yi Sien Seng penuh hormat.
Kui Yi Sien Seng membelai lembut kepala cucu tinggalnya itu dan berkata,
"Anak bodoh, jangan menangis.."
"Ada pertemuan tentu ada perpisahan..tiada pesta yang tidak usai.."
"Kamu tidak perlu bersedih, percayalah bila tiba waktunya, kita juga pasti akan berkumpul kembali.."
Min Min mengangguk pelan, tapi dia belum bersedia melepaskan pelukannya.
Kakek Kui Yi Sien Seng sambil tersenyum lembut mendorong Min Min menjauh darinya dan berkata,
"Jaga diri kalian baik baik kakek pulang dulu.."
Setelah itu dia memberi kode pada pelayan nya.
Sesaat kemudian mereka berdua sudah melesat pergi dari hadapan Guo Yun dan Min Min.
Sebuah perahu kecil yang terisi Kui Yi Sien Seng dan pelayan setianya.
Terlihat bergerak dengan cepat membelah arus sungai, meninggalkan tempat itu.
Min Min dan Guo Yun yang menyusul hingga ke tepi sungai.
Mereka berdua hanya bisa berdiri di tepi sungai, melambaikan tangan melepas kepergian kakek Kui Yi Sien Seng .
Setelah bayangan perahu dan kakek Kui Yi Sien Seng menghilang di balik sebuah tingkungan.
Min Min langsung menyusupkan wajahnya, menangis sedih dalam pelukan Guo Yun.
Guo Yun memeluk dan membelai lembut istrinya.
Mencoba menenangkan kesedihan istrinya.
Beberapa saat kemudian, Guo Yun perlahan-lahan membimbing Min Min berjalan kembali ke pondok sederhana penuh kenangan indah itu.
Guo Yun menemani istrinya yang masih bersedih hingga kedalam kamar.
Lalu dia dan Min Min duduk bersandaran di tepi ranjang setengah berbaring, sambil saling berpelukan mesra.
Beberapa saat berlalu dalam keheningan, akhirnya Min Min yang kelelahan menangis.
Tertidur dalam pelukan suaminya.
Dengan hati hati Guo Yun membantu memindahkan Min Min yang sudah tertidur pulas dalam pelukan nya.
Agar bisa berbaring dan beristirahat dengan sempurna di atas ranjang sederhana mereka.
Guo Yun menemani Min Min, hingga dia benar benar tidur pulas sempurna.
Dengan gerakan pelan Guo Yun baru meninggal tempat tidurnya.
Guo Yun segera meninggalkan kamar untuk melihat kedepan rumah.
__ADS_1
Karena dia dari tadi sudah menangkap ada pergerakan di depan rumahnya.