LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
RASA JENGKEL MEREDA


__ADS_3

Di tempat lain si putri bawel Lu Min Min berlari pulang kerumah.


Melewati Lu Bu Wei yang sedang mengurus burung merpati nya begitu saja.


Tanpa menegur ataupun memberi salam ke ayah angkatnya, dia langsung masuk kedalam kamar nya dan membanting pintu kamarnya begitu saja.


"Brakkkk..!"


Lu Bu Wei yang melihat hal itu sampai tersentak di buatnya.


Dengan wajah heran dan bingung, Lu Bu Wei meletakkan tempat makanan burung yang sedang di cuci nya.


Lu Bu Wei berjalan menghampiri kamar putrinya, mengetuk pelan.


"Tok,..! Tok,..! Tok..!"


"Min Min ini ayah,..! kamu kenapa !?"


"Katakan pada ayah, siapa yang berani membully mu..!?"


ucap Lu Bu Wei dengan suara sabar.


"Pergilah jangan menganggu ku..!"


"Pranggg..!"


terdengar suara teriakan Min Min di sertai benda pecah belah, yang di lemparkan kearah pintu kamar.


Lu Bu Wei mundur setindak mengangkat kedua tangannya keatas dan berkata,


"Baiklah,..! baiklah..! ayah tidak akan menganggu mu.."


"Bila kamu sudah tenang ingin berbicara, kamu tahu ayah ada di mana.."


"Ayah menyayangi mu, ayah suap mendengarkan mu, bila kamu siap.."


ucap Lu Bu Wei lembut.


Lalu dia mundur dari tempat itu, sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Tadi pagi datang dari Xian Yang masih baik baik saja, mengapa sekarang jadi begini.


Lu Bu Wei yang cerdas sekalipun tetap tidak habis pikir.


Sambil menghela nafas, dia berjalan kembali kearah taman burung merpati nya.


Kediaman Lu Bu Wei ini adalah kediaman darurat, bekas tempat tinggal gubernur kota Chang Ping sebelumnya.


Kini di sulap menjadi kediamannya, tentu saja taman burung ini juga baru dibuat secara darurat untuk nya.


Kemanapun Lu Bu Wei pergi burung. burung kesayangannya ini, tidak pernah jauh darinya.


Di dalam kamar sana, terlihat


Min Min membantingkan diri diatas kasur. dia kemudian memukul mukul bantal dan kasurnya, untuk melampiaskan emosi dan rasa kesalnya terhadap si Topeng emas.


Saat merasa tangan nya sakit, nafasnya memburu kelelahan.


Min Min pun berbaring dengan dada turun naik, seperti orang habis berlari puluhan kilometer.

__ADS_1


Tapi setelah nafasnya mulai tenang, teringat apa yang di lakukan oleh si Topeng Emas kepadanya.


Dia kembali kesal dan jengkel, sekali ini dia mengacak ngacak kasurnya, bergulingan dan menendang nendang, seperti anak kecil sedang jengkel tidak di belokan mainan.


Min Min meronta ronta menendang nendang hingga kasurnya berantakan, dia sendiri kelelahan dan tertidur pulas.


Dia baru menghentikan aksinya.


Dalam tidurnya saking jengkelnya, dia justru bermimpi, kembali bertemu Si Topeng Emas.


Tapi di dalam mimpi Si Topeng Emas tidak mengenakan topeng.


Mereka berdua mengenakan pakaian pengantin, si Topeng Emas terlihat sangat tampan dan selalu tersenyum penuh simpatik.


Saat si topeng emas menggendongnya masuk kedalam kamar dan membaringkan dirinya di atas kasur.


Lalu si Topeng Emas melepaskan seluruh pakaiannya, kemudian hendak menciumnya.


Karena saking takut nya, dia akhirnya terbangun sendiri.


Min Min begitu terbangun, dia buru buru melihat ke sekitarnya.


Saat dia melihat kamar tidak ada siapa siapa selain dirinya dan kasurnya yang kacau balau.


Diapun bernafas lega dan berkata,


"Hufff,..! untung semua hanya mimpi..bukan kenyataan.."


Min Min menepuk nepuk dadanya sendiri sambil bernafas lega.


"Kenapa harus dia sih..?"


"Tapi dia sangat tampan dan menarik di dalam mimpi ku.."


"Ihh dasar memalukan, kamu malah merindukan bajingan cabul tak sopan itu.."


"Huff,.. sadar...sadar.. kamu Min Min, kamu benar benar rendah kamu.."


umpat Min Min pada dirinya sendiri.


Sambil menepuk nepuk pipinya sendiri biar cepat sadar.


Setelah itu dia buru-buru bangun, menghampiri meja, menyambar poci teh langsung meminumnya dari sana sampai habis isi poci tersebut.


Min Min benar benar merasa gerah dan haus.


Setelah hausnya berkurang pikiran sadarnya semakin jelas dan terang.


Min Min mengendus ngendus bau aneh, kemudian dia mengendus kedua lengan baju nya sendiri.


Dia langsung mengernyitkan hidungnya, Min Min langsung berlari buru buru masuk ke kamar mandi.


Setelah melepaskan seluruh pakaiannya dan masuk kedalam Tong air yang wangi dan hangat.


Min Min pun tersenyum lega, dia mandi dengan puas sambil bersenandung kecil seorang diri.


Setelah puas berendam dan mandi, Min Min pun berganti pakaian baru.


Kini dia baru merasa perutnya agak lapar, Min Min akhirnya keluar dari kamarnya

__ADS_1


"Pelayan..!"


"Aku lapar,..! cepat siapkan makanan untuk ku..!"


teriak Min Min pelayan yang berdiri di depan pintu nya.


"Siap tuan putri,.harap di tunggu sebentar.."


ucap kedua pelayan itu patuh .


Putri Min Min tersenyum puas, lalu kembali kedalam kamar nya menunggu.


Tak perlu menunggu lama masakan pun datang diantarkan ke kamarnya.


Setelah mereka selesai menyajikan makan diatas meja, Min Min pun memberi kode agar mereka keluar dan berkata,


"Jangan lupa tutup lagi pintunya.."


Kedua pelayan itu mengangguk patuh, mereka sebenarnya bukan pelayan.


Mereka adalah prajurit Qin bagian perbekalan, yang dalam keadaan darurat di sulap menjadi pelayan.


Karena Chang Ping Kuan sendiri memang kota kosong, tidak ada penduduknya, selain tentara.


Min Min sendiri tidak ambil pusing dengan hal itu, karena di kediaman nya di Xian Yang.


Juga tidak jauh berbeda, hampir semua pelayan di rumah ayah angkatnya adalah laki laki semuanya.


Setelah puas makan minum, Min Min pun melangkah keluar dari kamarnya merenggangkan otot di tubuhnya.


"Hei kalian cepat bereskan kamar ku..!"


teriaknya kearah dua pelayan yang berdiri agak jauh dari kamarnya.


Kedua pelayan itu mengangguk patuh, kemudian mereka buru buru melaksanakan perintah Min Min tanpa berani bersuara.


Min Min sendiri dengan santai melangkah meninggalkan kamarnya.


Dia berjalan santai menuju ruang kerja ayah angkatnya, yang dia ketahui lewat pelayan yang di temuinya di jalan.


Lu Bu Wei yang sedang menunduk memperhatikan peta wilayah Wei dengan wajah serius.


Tanpa mengangkat kepalanya, dia berkata,


"Min Min kamu sudah datang, bagaimana perasaan mu sekarang sudah lebih baik..?"


Min Min sambil tertawa manja berlari kecil menghampiri Lu Bu Wei.


Lalu dengan manja dia menggandeng tangan Lu Bu Wei dan berkata,


"Sudah ayah,.. maafkan sikap Min Min tadi siang Ya..?"


Lu Bu Wei menghentikan kegiatannya, lalu mengangkat kepalanya, menatap Min Min sambil tersenyum lembut, dia berkata,


"Tidak apa-apa, dari kecil hingga besar bersama.."


"Bagaimana ayah bisa tidak tahu sifat mu..?"


ucap Lu Bu Wei sambil menggunakan jari telunjuknya menyentuh ujung hidung putrinya dengan gemas.

__ADS_1


"Hi,..hi..hi..! Min Min tahu ayah dan kak Ying Zheng, memang yang paling baik dan paling menyayangi Min Min.."


ucap Min Min sambil tersenyum gembira.


__ADS_2