
Xiang Yu setelah melewati pilihan kitab peninggalan Fan Li yang tebal.
Dia kini mencoba melihat beberapa kitab peninggalan guru Mo Zi.
Setelah melihatnya sebentar, mendapati di dalam nya, hanya ada ilmu pengetahuan dasar menciptakan sesuatu dan Ilmu filsafat berdebat dan berbagai macam tata Krama kerajaan.
Xiang Yu langsung meletakkan nya kembali, dia langsung beralih kearah kitab peninggalan guru Zhuang Zi.
Kitab pertama yang di lihatnya adalah kitab 72 langkah ajaib.
Di dalam hati Xiang Yu mengejek ilmu ini, yang terlihat seperti seorang pengecut.
Berlari menghindar kesana kemari, bahkan tidak jarang bergulingan diatas tanah,seperti seekor anjing.
Dia langsung kehilangan seleranya untuk mempelajari ilmu jenis beginian.
Xiang Yu mencoba melihat kitab berikutnya, ini adalah ilmu tehnik pernafasan dasar cara menghimpun tenaga sakti 9 langit.
Begitu melihatnya Xiang Yu sepasang matanya langsung berbinar.
Dia langsung menatap kearah Guo Yun.
Guo Yun tersenyum lembut, menganggukkan kepalanya, Xiang Yu dengan penuh semangat langsung menyimpan kitab tersebut.
Begitu pula dengan kitab ilmu meringankan tubuh menembus Mega dan cakar 9 Naga langit yang ganas.
Xiang Yu sangat tertarik dan semakin bersemangat, untuk melihat kitab kitab selanjutnya.
Beberapa kitab selanjutnya dari guru Zhuang Zi yang berisi ilmu formasi dan ilmu filsafat.
Tidak ada yang menarik perhatian Xiang Yu.
Xiang Yu lebih tertarik dengan kitab terakhir, Tebasan Pemusnah yang terdiri dari 3 jurus itu.
Dengan penuh semangat dia berkata,
"Guru kitab ini sangat ajaib, murid sangat penasaran di buatnya.."
Guo Yun tersenyum lembut menanggapi ucapan muridnya dan berkata,
"Yu Er, kamu boleh pelajari ketiga jurus itu, setelah kamu memilki tenaga dalam minimal 2000 lingkaran.."
"Bila belum sampai kesana, jangan di paksakan."
"Kamu hanya akan melukai diri mu sendiri.."
"Bila kamu memaksa menggunakan ilmu itu, di saat kekuatan tenaga dalam mu belum siap.."
Ucap Guo Yun mengingatkan.
"Siap guru, Yu er akan mengingat nasehat guru."
Ucap Xiang Yu penuh semangat.
Dia kemudian melanjutkan memeriksa kitab selanjutnya.
Kitab Rahasia Alam'Semesta, dari lembah hantu.
Kitab ini sangat tebal, bahkan melebihi ketebalan kitab peninggalan Fan Li.
__ADS_1
Xiang Yu hanya meliriknya sekilas, dengan santai, dia melewatkan kitab pusaka, yang menjadi perebutan semua orang.
Siapapun yang berhasil menguasai kitab itu, dia akan menjadi penguasa dunia.
Guo Yun sendiri, sampai kini pun, dia belum sepenuhnya berhasil memecahkan, seluruh rahasia isi kitab tersebut.
Tapi sungguh di sayangkan, Xiang Yu melewatkan begitu saja, karena kitab itu terlalu tebal menurut nya.
Xiang Yu mencoba beralih ke kitab kulit kambing, Shi Ci Hua Ming.
Di sini awalnya Xiang Yu tertarik, tapi setelah membaca isinya adalah latihan ilmu pernafasan yang begitu rumit.
Seketika nafsu dan semangatnya hilang, dia meletakkan kembali kitab itu ke posisinya.
Lalu dia beralih ke kitab selanjutnya, kitab tipis peninggalan Wu Ming Lau Jen.
Kitab itu meski tipis, tapi di dalam nya berisi syair dan puisi yang rumit artinya.
Di tambah lagi, tidak mempelajari kitab Shi Chi Hua Ming.
Xiang Yu tidak mungkin paham.
Dia hanya melihat setengah lembar pertama, kitab itu langsung di tutup nya, dan dia letakkan kembali.
Dia lalu beralih ke kitab salinan Si Si.
Disini dia memilih kitab ilmu tombak pengaduk langit dan Lautan dan kitab Ilmu Perang Rahasia Langit.
Setelah menyelesaikan pilihannya, Xiang Yu pun memberi hormat kearah Guo Yun dan berkata,
"Guru murid sudah memilihnya, mohon petunjuk dari guru, untuk langkah selanjutnya.."
"Sementara waktu kamu boleh mencoba membaca dan mempelajarinya sendiri.."
"Nanti setelah acara sembahyang peringatan jasa Panglima Zhang Yi, Jendral senior Ling Tong dan Zhou Tai selesai di gelar.."
"Guru akan berikan pengawasan langsung, tapi untuk kitab yang di sana, biar Li er yang nantinya membantu mu, menguasainya.."
"Baik guru.."
Jawab Xiang Yu cepat.
Guo Yun menatap muridnya, lalu kembali berkata,
"Yu Er guru ingin tanya satu hal pada mu, jawab lah dengan jujur.."
"Tanyalah guru, murid akan jawab dengan sejujurnya.."
Ucap Xiang Yu cepat.
"Yu Er apa yang kamu inginkan di masa depan. setelah kamu berhasil menamatkan ilmu ilmu yang kamu pilih tadi itu.."
"Aku ingin menjadi yang terkuat, aku ingin menggulingkan Ying Zheng, dan menghancurkan kerajaan Qin.."
Ucap Xiang Yu penuh tekad.
"Bagaimana caranya ?"
Tanya Guo Yun penuh perhatian.
__ADS_1
"Tentu saja mengandalkan kekuatan yang kumiliki dan kekuatan pasukan ku, dan bawahan setia ku.."
"Kami akan menghancurkan siapapun yang berani menghalangi langkah kami.."
Ucap Xiang Yu penuh keyakinan.
Guo Yun mengangguk pelan, dia tidak berkomentar apapun.
Sesaat kemudian Guo Yun baru berkata,
"Baiklah Yu er, sekarang kamu boleh kembali ketempat mu, berlatihlah dengan serius.."
"Sekalian saat keluar dari sini, kamu panggil Cao Kung kung menghadap ku.."
Xiang Yu memberi hormat dan mengucapkan terimakasih.
Setelah itu dia segera pamit mengundurkan diri dari ruangan tersebut.
Setelah Xiang Yu pergi Guo Yun menghela nafas panjang, lalu dia menyimpan kembali semua kitab berharganya, kedalam cincin penyimpanan.
Guo Yun mengembalikan sisa kitab salinan ke Si Si.
"Yun ke ke kamu kenapa terlihat muram..?"
Tanya Gongsun Li
Guo Yun tersenyum pahit dan berkata,
"Yu Er adalah pemuda yang memiliki bakat luar biasa, sayangnya dia hanya cocok untuk menjadi seorang Jendral..."
"Dia tidak punya bakat jadi penguasa.."
"Aku sedang berpikir, bila suatu hari kelak, setelah kita pergi.."
"Dia benar benar berhasil menggulingkan Qin, siapa kira kira orang yang akan layak, membawa rakyat keluar dari kesengsaraan perang.."
"Siapa yang bisa membawa rakyat keluar dari kehidupan kekacauan yang terjepit diantara api dan air ini..?"
"Kapan dunia ini akan tenang, rakyat bisa kembali hidup dengan aman tentram dan makmur..?"
Ucap Guo Yun sambil termenung.
Gongsun Li dan Si Si maju memeluk suaminya dari kanan kiri dan berkata,
"Tak perlu kita berpikir terlalu jauh, manusia tidak akan lebih pandai dari langit dalam berhitung."
"Biarkan langit saja yang menentukan takdir kedepannya.."
Ucap Si Si lembut.
Guo Yun mengangguk, sesaat kemudian mereka bertiga melihat Kasim Cao sudah masuk kedalam ruangan.
Gongsun Li dan Si Si segera melepaskan rangkulan mereka, mundur berdiri di belakang Guo Yun.
"Kasim Cao kamu tolong aturkan dengan baik, beberapa hari ini, aku ingin pergi Ziarah ke makam panglima Zhang Yi Ling Tong dan Zhou Tai di tepi sungai Han sana.."
"Sekembali dari sana, aku mau mengadakan acara peringatan dan sembahyang, untuk semua yang telah menjadi korban, demi mempertahankan kejayaan Kerajaan Yue."
Ucap Guo Yun serius.
__ADS_1