LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MEMANCING RASA PENASARAN XUANG YU


__ADS_3

Liu Pang menoleh kearah Xiao He sambil tersenyum, dia berkata,


"Menurut mu..?"


Xiao He menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tentu tidak tahu, karena aku bukan kakak.."


Liu Pang mengangguk dan berkata,


"Aku berpikir memohon mohon ampun juga tetap mati, mengapa tidak sesekali mencoba bersikap gagah.."


"Tidak tahunya malah benar selamat, bagaimana menurutmu lucu kan...?"


Xiao He menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak lucu kak, justru itu tindakan yang sangat tepat sasaran.."


"Aku katakan begitu karena, pertama dengan cara itu, kakak membuat Xiang Yu, yang menyukai kegagahan dan keberanian, menjadi kagum."


"Sehingga dia menjadi sayang untuk membunuh kakak.."


"Kedua kakak malah mendapatkan dukungan hati rakyat dan hati bawahan kakak ."


"Bila Xiang Yu membunuh kakak, popularitasnya di dunia ini akan menurun.."


"Dia tidak akan pernah dapatkan simpati rakyat lagi, kedepannya dia akan sulit memperoleh orang yang mau datang mengabdi padanya.."


Ucap Xiao He mengemukakan pandangan nya.


Liu Pang tersenyum dan berkata,


"Kamu berpikir terlalu rumit, aku saat itu hanya spontan saja.."


"Aku tidak punya waktu untuk berpikir sebanyak itu.."


Ucap Liu Pang menyembunyikan pemikiran aslinya.


Di dalam hati Liu Pang berkata, tidak takut, kamu saja yang coba ada di posisi ku saat itu.


Sampai kini pun celana ku lapis dalam masih sedikit basah.


Bila saat itu tidak melihat banyak mata yang sedang menatap ku, aku juga tidak mungkin punya keberanian itu.


Demi menarik simpati kalian untuk masa depan ku, aku terpaksa mau tidak mau harus lakukan itu.


Agar langkah ku selanjutnya lebih mudah, bila sudah mendapatkan kepercayaan dari kalian semua.

__ADS_1


Selain itu, aku juga mempertaruhkan semuanya, karena yakin dengan sikap Xiang Yu yang selalu berpegang teguh pada kegagahan dan keberanian .


Bila yang di depan ku bukan dia, mungkin ceritanya akan berbeda.


Batin Liu Pang dalam hati.


Mereka semua mengantar Xiang Yu menuju istana bekas kediaman Liu Pang.


Liu Pang sebelum tiba di istana diam diam berbisik sesuatu pada Lu Wan.


Lu Wan langsung mengerti maksud dan keinginan tuannya, dia dengan langkah buru buru segera memisahkan diri dari rombongan pergi menjalankan tugas yang Liu Pang bebankan ke dia.


Liu Pang awalnya ingin meminta Lu Wan membereskan semua kekacauan di kediamannya selama ini, agar Xiang Yu tidak mengetahui ulahnya selama ini.


Karena dia tahu Xiang Yu orang yang lurus, tidak suka macam macam sangat setia, tidak sama dengan nya.


Berpikir sampai di sini tiba tiba Liu Pang teringat dengan sesuatu, ada seorang gadis yang sangat cantik dan pernah sangat menarik perhatiannya.


Tapi dia tidak pernah berani mendekati gadis itu, karena kutukan yang di sematkan di gadis itu.


Gadis itu adalah putri salah satu pangeran Qi, sejak lahir gadis itu sudah di ramalkan akan membawa bencana bagi siapapun yang bersamanya.


Kecantikan nya akan menghancurkan masa depan pria mana pun yang berani hidup bersamanya.


Kutukan tersebut akhirnya mulai berbuah, dengan kehancuran negara Qi begitu ayahnya naik tahta.


Orang itu pada akhirnya harus mati di pedang yang di milikinya itu.


Kedua kutukan itulah yang membuat Liu Pang terpaksa menahan hasratnya yang mengebu gebu terhadap gadis itu.


Kini Liu Pang tiba tiba teringat hal itu, dia jadi tertarik untuk menyodorkan gadis itu dan pedangnya ke saudaranya yang muda polos dan arogan itu.


Karena dia tahu dengan sangat, Xiang Yu saudaranya tidak pernah percaya dengan takdir, terutama ramalan.


Baginya itu semua adalah tipuan, siapapun bila ingin berjuang dia pasti akan meraih yang di inginkan nya.


Bila yang tidak mau berjuang dia tidak akan mencapai apapun dalam hidupnya, meski sebaik apapun takdirnya.


Hal ini sering dia dengar dari saudara angkat nya itu saat mereka mengobrol santai.


Dengan pertimbangan tersebut, Liu Pang ingin menyodorkan gadis dan pedang pembawa petakanya itu, khusus untuk saudara angkatnya Xiang Yu.


Untuk itu Liu Pang pun berpesan pada Lu Wan untuk mengatur segala sesuatu nya.


Pada malam perjamuan di mana di penghujung acara semua tamu sudah bubar hanya tersisa orang orang terdekat Xiang Yu dan Liu Pang saja.


Lu Wan mulai mengatur semuanya, gadis yang sangat cantik penuh kutukan bernama Yu Ji segera keluar untuk menghibur semua yang hadir dengan tarian pedang, yang menggunakan pedang kutukan nya.

__ADS_1


Gadis itu memainkan tarian pedang nya dengan sangat baik dan sempurna.


Dia benar benar memilki kecantikan yang sangat luar biasa, dia seperti seorang Dewi kahyangan yang sedang turun dari kahyangan untuk memberikan hiburan tarian pada semua yang hadir di sana.


Xiang Yu terlihat sangat tertarik hingga melongo, dan lupa dengan cawannya yang sudah penuh tapi masih dia isi terus.


Melihat hal ini Liu Pang dan Lu Wan sama sama tersenyum penuh arti.


Segera Liu Pang menepuk pundak saudaranya dan berkata,


"Adik ku, bagaimana menurutmu apakah gadis ini sangat cantik..?"


Xiang Yu segera tersadar dari keterpesonaan nya, dengan sikap gugup dan polos dia berkata,


"Kakak ini bisa saja, mau dia cantik atau tidak apa hubungannya dengan ku..?"


Liu Pang mengangguk dan berpura pura tersenyum lega dan berkata,


"Baguslah bila adik tidak sampai tertarik oleh nya, karena dia benar benar memilki kecantikan magis yang sulit di tolak oleh pria pada umumnya.."


Xiang Yu menatap Liu Pang dengan serius dan berkata,


"Mengapa kakak Liu berkata seperti itu, ? apa kakak Liu juga seperti yang lain, ikutan tertarik juga dengan dia..?"


"Ingat kakak Liu di rumah sudah ada kakak ipar Lu Zhi, selain itu masih ada kakak ipar Cao.."


Ucap Xiang Yu mengingatkan Liu Pang dengan wajah kurang senang.


Liu Pang tersenyum santai dan berkata,


"Kalau itu adik boleh tenang, aku merasa lega adik tidak tertarik dengan nya bukan karena aku tertarik dengan nya.."


"Terus terang saja aku memang tidak memungkiri dia sangat cantik, dan aku mungkin saja ajan tertarik dengan nya, aku tidak berani mendekatinya bukan karena di rumah sudah ada dua kakak ipar mu.."


"Aku tidak berani mendekatinya dan merasa lega kamu tidak tertarik dengan nya, adalah karena gadis ini membawa kutukan bagi pria yang bersamanya..'


"Dia akan membuat karir masa depan orang yang bersamanya hancur, dan pedang pusaka keluarganya itu akan membuat pemiliknya terbunuh oleh pedang itu sendiri.."


"Nah sekarang kamu paham kan maksud kakak.."


"Bila kamu tertarik kita bisa gunakan obat, ataupun memaksanya melayani mu.."


"Tapi setelah nya segera tinggalkan dia jauh jauh, jangan pernah bersamanya, apalagi mewarisi pedang nya."


"Itu pantang,.. sangat pantang di lakukan.."


Ucap Liu Pang mengingatkan sekaligus memancing rasa penasaran Xiang Yu yang polos.

__ADS_1


__ADS_2