
Melihat Guo Yun maju mengenakan Topeng Emas, Jendral itu tidak beraksi.
Hanya pasukannya yang terlihat sedikit gelisah.
Sadarlah Guo Yun bentrokan keras yang melebihi Shoutbox kemarin mungkin harus terjadi.
Karena Jendral brewok di depan nya ini, kelihatannya tidak ambil perduli dengan reputasinya.
"Kamu tak perlu pakai pakai topeng di hadapan ku, aku Fan Kuai tidak akan terpengaruh oleh itu.!"
"Hari ini bila kamu ingin dapatkan kota Cai Langkahi dulu mayat ku..!"
ucap Jendral brewok bernama Fan Kuai dengan suara lantang.
"Kakak biarkan aku maju mencoba nya.."
ucap Li Ba meminta ijin.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Berhati hatilah.."
Li Ba mengangguk lalu dia menarik tali kekang kudanya bergerak menghampiri Fan Kuai dan berkata,
"Fan Kuai aku menantang mu untuk duel satu lawan satu kamu punya nyali menerimanya..?"
"Ha...ha..ha..ha...!"
Fan Kuai terlihat menertawai Li Ba dan berkata,
"Ini adalah Medan perang, perang antar kerajaan..!"
"Bukan dunia persilatan yang kecil..!"
"Katakan alasan kenapa aku harus terima tantangan mu..!?"
ucap Fan Kuai malah menertawai Li Ba.
Li Ba mencoba bersikap tenang dan berkata,
"Apa kamu takut ? atau kamu tidak punya nyali untuk itu..?"
Li Ba sengaja memancing gengsi dari Fan Kuai.
Tapi hal itu tidak berpengaruh, sambil kembali tertawa keras Fan Kuai berkata,
"Ha...ha..ha..ha...!"
"Sungguh lucu kenapa aku harus takut dengan mu, aku berani berdiri di depan kalian tentu aku punya nyali untuk itu.."
"Pertanyaan nya adalah, mengapa aku harus melakukan duel konyol dengan mu..?!"
"Sudahlah jangan buang waktuku, sampai ketemu saat perang pecah nanti..!"
ucap Fan Kuai sambil tertawa sombong.
Tanpa menghiraukan reaksi Li Ba, dia langsung menarik tali kekang kudanya.
__ADS_1
Berputar arah kembali ke arah barisan pasukannya.
Li Ba tertegun menghadapi sikap Fan Kuai yang arogan tapi unik.
Tapi selagi Li Ba tertegun, seberkas sinar merah melewatinya melesat menyerang kearah belakang Fan Kuai yang sedang bergerak menjauh.
Fan Kuai tanpa menoleh memutar golok naga nya kebelakang menangkisnya.
"Trangggg...!"
Energi pedang pemusnah yang di lepaskan oleh Guo Yun berhasil di tangkis dengan mudah oleh Fan Kuai.
"Hei kau topeng brengsek..!"
"Apa kamu tidak mengerti aturan..!?"
"Aku ini utusan perwakilan Qin untuk negosiasi..kamu bukan hanya menyerang utusan bahkan dari belakang pula..!"
Bentak Fan Kuai sambil menunjuk kearah wajah Guo Yun dengan kesal.
Guo Yun memajukan kudanya dan berkata,
"Kamu sendiri yang bilang ini Medan perang, mengapa menagih aturan..!?"
"Perang ya perang siapa menang itulah aturan yang kalah ya, silahkan jadi hantu penasaran..!?"
ucap Guo Yun sambil menyimpan topeng emas nya, menunjukkan wajahnya yang sedang tersenyum mengejek.
"Kau bangsat..!"
Bentak Fan Kuai marah, sambil menunjuk kearah wajah Guo Yun hingga jari tangan nya terlihat gemetaran.
"Ba er habisi dia, jangan biarkan dia kembali ke barisannya..!"
Li Ba mengangguk cepat, lalu dia melesat terbang dari punggung tunggangan nya.
Sepasang tangannya yang mengeluarkan cahaya petir berwarna putih terang.
Bergerak cepat menerjang kearah Fan Kuai.
Fan Kuai tidak bersedia melayani lawan yang 3 lawan 1.
Dia segera memacu kudanya menjauhi tempat itu, sambil memberi kode agar pasukan panahnya melepaskan anak panah kearah rombongan Guo Yun.
"Serrrrrrr,..! Serrrrrrr,..! Serrrrrrr,..!"
"Serrrrrrr,..! Serrrrrrr,..! Serrrrrrr,..!"
"Serrrrrrr,..! Serrrrrrr,..! Serrrrrrr,..!"
Anak panah yang di lepaskan oleh pasukan Qin memenuhi udara menerjang Kearah Guo Yun Li Ba dan Li Kui.
Tapi Li Ba tidak terpengaruh, dia tetap terbang kearah Fan Kuai, karena seluruh tubuh nya di lindungi oleh cahaya Genta emas.
Sedangkan di tempat Guo Yun dan Li Kui, mereka berdua lebih tidak terpengaruh lagi.
Hawa sakti bergerak otomatis melindungi tubuh mereka, hingga hujan pun sulit menembusnya, apalagi anak panah.
__ADS_1
Mereka berdua malah menggunakan kedua telapak tangan mereka di dorongkan keatas berulang kali.
Membalikkan anak panah anak panah yang memenuhi udara, berputar arah kembali ke tuannya.
Fan Kuai yang memacu kudanya kembali kearah barisan pasukan nya, merasakan di balik punggungnya ada ancaman pukulan dahsyat yang tiba.
Dia tiba tiba terbang dari atas punggung kudanya, sambil melayang tinggi kedepan, tiba tiba saat terbang di udara.
Dia melakukan gerakan memutar balik sambil melepaskan Tebasan golok di udara.
Seberkas sinar hijau melesat menyambut datangnya serangan tapak petir 9 langit Li Ba.
"Blaaaarrr..!"
Akibat ledakan benturan energi tersebut, Li Ba terdorong mundur kebelakang.
Bersalto satu kali di udara, baru kembali mendarat di atas punggung tunggangan nya.
Sedangkan Fan Kuai sendiri, dengan cerdik memanfaatkan tenaga benturan itu, untuk melarikan diri .
Dia terbang mendarat diatas punggung kuda nya, lalu menghilang kedalam barisan pasukan perisai nya.
Fan Kuai terus memacu kudanya memasuki barisan tengah yang terlindung oleh pasukan perisai yang melakukan buka tutup barisan agar dia bisa lewat.
Li Ba terpaksa terbang kembali ke punggung kudanya, lalu memutar arah kembali ke arah pasukannya.
Pasukan harimau hitam mulai bergerak maju di pimpin oleh Jendral Wen dan Nan.
Dengan total 40.000 pasukan tameng dan tombak.
Pasukan Jendral Zhang dan Meng menyusul di belakang, diikuti oleh pasukan Jendral Sia dan Yan yang bergerak di lapis ketiga.
Guo Yun Li Ba Li Kui melesat kedepan menerjang kearah pasukan Tameng Qin dari 3.arah.
Setelah pengalaman sebelumnya, Li Ba yang bergerak dari arah kiri, tidak mau tanggung tanggung
Begitu melesat kedepan, dengan melindungi tubuhnya dengan tenaga pelindung Genta emas.
Li Ba menyarangkan sepasang tinju.nya keatas tanah.
Sehingga kilatan petir mengalir melewati tanah menyengat siapa pun yang sedang memegang benda logam.
Terutama bagian pasukan perisai dan tombak, hampir 3/4 nya tergeletak meringkuk kejang kejang di atas tanah.
Dari sisi kanan Li Kui juga melepaskan serangan berulang ulang, dengan sepasang tinjunya, yang mendatangkan angin topan menghancurkan pertahanan barisan pasukan perisai Qin.
Dari titik tengah Guo Yun terus memberikan tebasan sapu jagad membuat pasukan Qin lapis tengah kocar kacir, tidak mampu menahan serangan tebasan pedang darah Guo Yun.
Pasukan yang di pimpin oleh Jendral Wen dan Nan bergerak mengikuti kedua Jendral mereka menerjang kearah barisan pasukan Qin yang terbuka.
Pasukan Qin dalam upaya menahan serangan pasukan harimau hitam, mereka terus bergerak mundur.
Melihat hal itu pasukan Jendral Wen dan Jendral Nan terus merangsek masuk ketengah.
Berusaha membongkar tembok tebal perisai milik pasukan bertahan Qin.
Di saat perang sedang berjalan seru serunya, di mana pasukan Jendral Wen dan Nan sudah mulai terkepung habis oleh pasukan lawan.
__ADS_1
Pasukan harimau hitam yang di pimpin oleh Jendral Zhang Meng, Sia, Yan