
Kabar dengan cepat menyebar di seluruh kota Shoucun.
Seluruh rakyat Shoucun sangat kaget mendengar kabar berita karuan Guo Yun yang sangat mengejutkan itu.
Di kediaman gubernur kota Shoucun, disebuah ruangan aula yang cukup luas.
Di sana terlihat hadir Gubernur Jendral Zhou Wei, Jendral Ling Wu, Jendral Liu Qin Lung.
Mereka bertiga sedang menatap kearah dua orang komandan bawahan mereka.
Di mana kedua orang itu, khusus datang untuk memberikan laporan mengenai gosip mengejutkan yang kini sedang beredar di masyarakat.
Gubernur Jendral Zhou Wei, menatap kearah kedua bawahan, yang datang melapor dengan serius.
"Gosip ini datang darimana ? apa kalian sudah memeriksanya dengan jelas..?"
Tanya Gubernur Jendral Zhou Wei, sambil menatap tajam kearah kedua bawahan nya, yang datang membawa kabar itu.
Kedua orang itu dengan kompak menggelengkan kepalanya dan berkata,
Kalau itu kami kurang tahu."
"Kami hanya tahu, kabar itu pertama kali di bawakan lewat nyanyian sekelompok anak kecil.."
"Bagaimana bunyinya..?"
Tanya Liu Qin Lung penasaran.
"Aku tidak ingat persis, sepertinya sih seperti ini.."
"Di selatan ada seekor harimau, di barat ada seekor naga,.."
"Naga dan harimau berebut wilayah dan tahta.."
"Kini harimau telah tiada, hanya Naga yang tersisa.."
"Raja selatan Guo Yun telah tiada di dunia fana, hanya nama nya saja yang melegenda.."
Ucap dua orang komandan itu, saling melengkapi.
Hingga syair itu, akhirnya berhasil mereka bacakan semuanya.
"Begitulah kira kira syairnya.."
"Mungkin tidak sama persis, tapi kurang lebih intinya sama. "
Ucap salah satu komandan bawahan, Gubernur Jendral Zhou Wei pelan.
Gubernur Jendral Zhou Wei menatap kearah Ling Wu dan Liu Qin Lung secara bergantian dan berkata,
"Bagaimana pendapat kalian berdua..?"
"100% ini pasti gosip yang di sebarkan oleh orang orang Qin.."
Ucap Ling Wu dengan wajah geram.
Liu Qin Lung mengangguk dan berkata,
"Ucapan Jendral Ling aku setuju, tapi saat ini kita harus bersikap tenang tidak boleh panik.."
"Pertama tama kita harus pergi meyakinkan pasukan kita, bahwa gosip ini tidak benar, tidak boleh di percaya."
"Saat ini musuh di depan mata, yang harus kita fokus adalah bagaimana harus mempertahankan Shoucun."
"Bahkan bila harus matipun, kita tetap harus berusaha pertahankan Shoucun.."
"Kita harus bisa yakinkan moral dan loyalitas pasukan kita, agar tidak terganggu oleh gosip ini.."
__ADS_1
Gubernur Jendral Zhou Wei, mengangguk dan berkata,
"Ucapan saudara Liu sangat tepat, kita harus fokus dengan semangat pasukan kita.."
"Kalian berdua, dengar perintah.."
"Sekarang juga kalian berdua pergi kumpulkan seluruh pasukan kita.."
"Setengah jam lagi kita akan berkumpul di depan benteng kota."
Ucap Gubernur Jendral Zhou Wei tegas.
"Siap laksanakan jendral.."
Ucap kedua komandan itu sambil memberi hormat dan berkata.
"Kami permisi mengundurkan diri.."
"Silahkan.."
Jawab Gubernur Jendral Zhou Wei cepat.
Setelah kedua komandan bawahannya pergi.
Gubernur Jendral Zhou Wei menoleh kearah kedua rekannya dari berkata,
"Ayo kita berangkat kesana sekarang.."
Ling Wu dan Liu Qin Lung mengangguk cepat, lalu mengikuti Gubernur Jendral Zhou Wei meninggalkan gedung kediamannya.
Sejam kemudian di halaman bagian dalam, benteng pertahanan kota yang luas.
Terlihat Gubernur Jendral Zhou Wei, Jendral Ling Wu, dan Jendral Liu Qin Lung.
Mereka bertiga berdiri di atas menara pengawas pintu gerbang, tembok pertahanan kota.
Sedangkan di bawah sana, di sebuah halaman yang luas, terlihat pasukan harimau hitam yang tidak kurang dari 200.000 personil, berbaris rapi di sana.
Gubernur Jendral Zhou Wei maju kedepan dan berkata,
"Wahai pasukan harimau hitam ku yang gagah perkasa..!"
"Hari ini aku mengumpulkan kalian semuanya di sini.!"
"Tujuannya adalah untuk menanggapi gosip yang telah tersebar di seluruh kota kita..!"
"Aku yakin kalian semuanya tentu juga sudah mendengarnya dan bertanya tanya bukan..!?"
Di bawah sana mulai terdengar suara kasak kusuk yang ramai.
Gubernur Jendral Zhou Wei, diam sebentar menyapukan pandangannya membiarkan mereka berdiskusi sendiri.
Hingga beberapa saat kemudian, dia segera mengangkat kedua tangannya keatas.
Melihat kode tersebut, keadaan di sekitar tempat itu pun kembali hening.
Gubernur Jendral Zhou Wei, setelah memastikan suasana sudah tenang kembali, dia baru berkata,
"Di sini aku hanya ingin tegaskan kepada kalian semuanya..bahwa gosip itu adalah tidak benar..!"
"Saat ini pasukan Qin musuh kita, mereka hanya berkemah beberapa pulih Li dari sini..!"
"Mereka sedang mengawasi kita, mereka ingin gunakan gosip ini untuk mengacaukan moril kalian semuanya..!"
"Saat semangat kalian menurun, mereka pasti akan datang kembali..!"
"Jadi di sini saya mau ingatkan kembali kepada kalian semuanya, musuh besar ada di depan mata.!"
__ADS_1
"Saat ini yang harus kita pikirkan adalah bagaimana kita mengalahkan dan mengusir mereka dari tanah air kita..!"
"Bukan hal yang lainnya, sekali lagi saya tegaskan lagi gosip itu adalah palsu dan tidak bisa dipercaya .!"
"Mari kita tunjukkan semangat persatuan dan semangat moral pasukan kita yang tidak tergoyahkan, agar mereka kecewa..!"
"Bagaimana ?!"
"Setuju kalian semuanya..!!"
Tanya Gubernur Jendral Zhou Wei penuh semangat.
"Setuju,..! Setuju..! Setuju..!"
Teriak pasukan harimau hitam bersahut-sahutan dari bawah sana.
"Aku kurang jelas mendengarnya..!"
"Coba katakan lebih keras lagi..!!"
Ucap Gubernur Jendral Zhou Wei dengan suara lantang.
"Setuju,..! Setuju..! Setuju..!"
"Sampai mati akan tetap pertahankan Shoucun..!!"
Setuju,..! Setuju..! Setuju..!"
"Sampai mati akan tetap pertahankan Shoucun..!!"
Setuju,..! Setuju..! Setuju..!"
"Sampai mati akan tetap pertahankan Shoucun..!!"
Teriak pasukan harimau hitam dengan suara membahana hingga terdengar menggetarkan seluruh tempat itu.
Mereka kini terlihat penuh semangat.
Ling Wu mengangkat bendera merah keatas.
"Duk..! Duk..! Duk..! Duk..! Duk..!'
"Duk..! Duk..! Duk..! Duk..! Duk..!'
"Duk..! Duk..! Duk..! Duk..! Duk..!'
"Duk..! Duk..! Duk..! Duk..! Duk..!'
Segera terdengar suara genderang perang di atas tembok kota di pukul bertalu talu.
Membuat pasukan harimau hitam terlihat semakin bersemangat.
Mereka semua merespon dengan gerakan rapi mengangkat senjata tombak mereka keatas.
Kemudian di pukulkan kearah tameng di tangan mereka hingga menghasilkan suara keras yang membahana.
Sebelum kemudian bagian ujung belakang tombak mereka di hantamkan keatas tanah.
Hal itu terus di lakukan secara berulang-ulang, hingga menimbulkan suara yang menggemparkan seluruh kota tersebut.
Para penduduk pada keluar dari rumah untuk menyaksikan pameran kekuatan dan kekompakan pasukan harimau hitam.
Para penduduk semua ikut bertepuk tangan memberikan dukungan dari jauh, dengan penuh semangat.
Sesaat kegalauan hati semua penghuni di kota Shoucun tersapu bersih oleh semangat yang di tunjukkan oleh pasukan harimau hitam.
Di tempat lain, jauh puluhan Li dari Shoucun, tepatnya di perkemahan utama milik Perdana menteri Li Si.
__ADS_1
Li Si yang sedang mendengarkan laporan dari komandan pasukan mata mata nya.
Dia duduk di kursi kebesarannya, sambil tersenyum senang dan terlihat amat sangat puas, dengan laporan anak buahnya.