
Setelah menitip pesan ke Li Ba dan Li Kui, Guo Yun langsung berkelebat menghilang dari sana.
Dia berkelebat menyusul kearah hutan bambu di mana kakek Cia Hong menghilang.
Guo Yun akhirnya tiba di tengah hutan bambu, di mana kakek Cia Hong.
Sedang berdiri menantinya dengan janggut putih yang panjang berkibar kibar tertiup hembusan angin di tengah hutan bambu yang berudara sejuk menyegarkan badan.
Sebatang pedang kuno, yang masih tersimpan rapi di dalam sarung pedang nya terlihat tertancap di atas tanah ujungnya.
Tepat di antar kedua kakinya yang sedikit terpentang.
Kedua tangan Kakek itu di letakkan bertumpu di ujung gagang pedang nya.
Guo Yun mendarat ringan di hadapan kakek itu dan berkata,
"Kakek sebelum kita memulainya, boleh kah aku sedikit bertanya..?"
Kakek itu mengangguk pelan dan berkata,
"Silahkan saja, kamu mau tanya apa ?"
"Kakek Cia, bagaimana bisa menunggu di tempat ini,? bagaimana pula kakek Cia, bisa tahu pelakunya bernama Guo Yun..?"
tanya Guo Yun mencoba membuka tabir teka teki yang masih belum di pahami nya.
"Ada seseorang mengirimi ku surat, memberi ku informasi dan meminta ku menunggu mu, di tempat ini.."
jawab Kakek Cia apa adanya.
"Apa kakek tahu, siapa pengirim surat itu..?"
tanya Guo Yun penasaran.
Kakek itu menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Surat itu tidak ada di tulis siapa pengirimnya, yang datang mengantar juga hanya seorang anak kecil.."
"Di mana surat itu juga di terima nya dari seorang ibu ibu..yang tinggal di dekat rumahnya.."
ucap kakek Cia pelan.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Guo Yun langsung sadar, dan mulai bisa menebak darimana asal surat tersebut.
Selain Lu Bu Wei, tidak akan ada orang kedua yang mampu mengerjakan hal hal serumit itu.
Guo Yun dengan cepat sudah bisa membaca strategi dan jebakan yang sedang di siapkan oleh Lu Bu Wei untuk nya.
Pertama tama, Lu Bu Wei sudah menentukan target yang akan menjadi lawannya.
Targetnya adalah Kakek Cia Hong, Cien Sheng ( Malaikat Pedang )
Kakek Cia Hong bisa terpilih sebagai target Lawan Guo Yun karena, kakek Cia memiliki reputasi sebagai Wu Lin Meng Cu ( Ketua dunia persilatan ) berturut turut sebanyak 3 kali.
__ADS_1
Sebelum akhirnya dia mengundurkan diri, di gantikan oleh orang lain yang jauh lebih muda.
Jadi dia adalah seorang senior dunia persilatan yang memilki reputasi tinggi.
Setiap kejadian dan gerak geriknya, akan selalu mengundang dan menarik perhatian seluruh dunia persilatan.
Lu Bu Wei juga mengetahui, untuk mengundang kakek Cia keluar dari persembunyiannya adalah sulit.
Jadi satu satunya cara adalah turun tangan lewat ketiga murid yang juga merupakan tiga orang anak haram hasil hubungannya dengan adik iparnya.
Semua hal yang menjadi rahasia ini, tidak tahu bagaimana Lu Bu Wei berhasil mengoreknya.
Sehingga lewat kelemahan inilah Lu Bu Wei menghubungi Cia Tiong Cia Tek Cia Bun yang lebih mudah di hasut dengan iming iming kitab pusaka rahasia lembah hantu.
Memberikan informasi agar mereka menghampiri Guo Yun, Lu Bu Wei yakin akan kemampuan Guo Yun, juga mengenali sifat Guo Yun.
Di mana ujung ujungnya Guo Yun pasti akan melenyapkan mereka bertiga demi tutup rahasia, agar tidak menimbulkan kerepotan di kemudian hari.
Semua ini sudah dalam perhitungan Lu Bu Wei, setelah langkah ini berhasil dia tinggal menghubungi kakek Cia.
Mengetahui hal ini, kakek Cia pasti mau tidak mau keluar dari persembunyiannya.
Di sinilah permainan akan di mulai, bila kakek Cia menang Guo Yun kalah dan mati di tangan nya.
Berarti tujuan nya berhasil.
Tapi bila sebaliknya Kakek Cia yang kalah atau berimbang, lebih bagus lagi kalau kakek Cia tewas di tangan Guo Yun.
Dunia persilatan akan gempar, kemunculan kitab pusaka rahasia semesta akan semakin menarik.
Ketua dunia persilatan 3 periode kalah apalagi tewas di tangan pewaris kitab itu.
Di jamin hal ini pasti akan menggemparkan seluruh dunia persilatan, bahkan ada kemungkinan semua jagoan kultivasi yang tadinya mengundurkan diri.
Mereka akan kembali keluar dari sarang nya, untuk pembuktian diri.
Baik hitam ataupun putih semua pasti akan mengejar Guo Yun pagi siang dan malam.
Guo Yun tidak akan pernah punya hari tenang lagi.
Ini yang di namakan strategi Cie Tao Sa Jen ( Meminjam golok membunuh orang )
Menggunakan tangan orang lain untuk melenyapkan musuh yang tak bisa kita mengalahkan nya.
Guo Yun tahu semua itu, hanya satu yang dia tidak tahu.
Reputasi kakek Cia sebagai ketua dunia persilatan 3 periode itu yang Guo Yun tidak tahu.
Apapun hasil pertarungan nya nanti tidak akan membawa hal menguntungkan sedikitpun buat dirinya.
Kembali ke arena pertarungan Kakek Cia sambil menatap tajam kearah Guo Yun berkata,
"Bagaimana anak muda ?"
__ADS_1
"Bisa kita memulainya..?"
Guo Yun mengangguk pelan sambil mulai menghimpun Thian Ti Sen Kung.
Guo Yun sadar kakek Cia bukan orang yang bisa dia buat main main.
Selain jurus rahasia dari kitab pusaka rahasia semesta, dan jurus memindahkan hawa memusnahkan Jiwa.
Tidak ada lagi ilmu lain yang bisa Guo Yun harapkan untuk mengalahkan kakek itu.
Bahkan 3 jurus tebasan Pemusnah dari guru Zhuangzi, Guo Yun tidak yakin akan efektif melawan kakek Cia.
Begitu mendapatkan anggukan Guo Yun, kakek Cia pun menendang ujung sarung pedang yang tertancap di atas tanah sambil berteriak,
"Lihat pedang..!"
"Jurus pembuka..!"
"Pedang pembuka dunia..!"
"Takkkkk..!"
"Wussss..!"
"Wunggg..!"
Sarung pedang yang ditendang nya, membelah tanah di bawahnya, saat terbang menuju kearah Guo Yun.
Membelah udara hingga mengeluarkan bunyi berdengung seperti suara lebah.
Guo Yun langsung menghentakkan kedua kakinya keatas tanah, menahan hawa Pedang yang datang menyerang dari bawah tanah.
Sedangkan tangan kanannya yang membentuk Cakar Naga langit tingkat 9, dengan di lapisi Thian Ti Sen Kung yang sudah mencapai 11000 lingkaran tenaga dalam.
Dia lepaskan untuk menyambut dan mencengkram kearah saring pedang yang meluncur cepat bagaikan kilat menyambar kearahnya.
"Krakkkk..!"
"Pyaar..!"
Sarung pedang pecah berantakan.
"Boooom..!"
Terdengar ledakan dahsyat yang membuat tanah di tengah tengah antara Guo Yun dan Kakek Cia, meledak berhamburan keatas.
Akibat benturan hawa inti sari bumi yang di hentakkan Guo Yun lewat sepasang kakinya.
Untuk merespon datangnya serangan hawa pedang yang bergerak di bawah tanah, yang di lepaskan oleh jurus pembuka kakek Cia.
Setelah menghancurkan sarung pedang yang datang dengan cakar tangan kanannya.
Guo Yun tidak berhenti di sana, dia langsung melesat dengan cakarnya tangan kanannya.
__ADS_1
Terus meluncur kedepan secepat kilat, dia menembus tanah asap debu yang sedang berhamburan diudara.
Cakarnya menembus kepulan asap debu, terus meluncur mengejar kearah kakek Cia.