
Guo Yun menghela nafas panjang dan berkata,
"Aku juga bukan tidak berpikir seperti itu.."
"Tapi mau bagaimana lagi, mau menghindar juga tidak bisa.."
"Karena aku selalu terseret dan terlibat di dalamnya.."
""Bahkan aku selalu menyeret orang terdekat ku, terlibat di dalamnya.."
"Seperti kedua saudara angkat ku, juga mereka, tidak tahu bagaimana keadaan nasib mereka di sana..?"
"Apa bertahan di Wu Yue atau di Shoucun sedang menghadapi invasi Qin..?"
ucap Guo Yun dengan tatapan mata menerawang cemas.
Min Min menatap Guo Yun dengan penuh simpati dan merasa kasihan.
Dengan lembut dia menyentuh punggung tangan Guo Yun dan berkata,
"Tenanglah Yun Ke ke, aku yakin mereka tidak akan apa apa, tidak lama lagi Yun ke ke pasti bisa berkumpul lagi dengan mereka.."
Guo Yun menatap Min Min dan berkata,
"Min Min aku tahu pemikiran mu, tapi mengenai ayah angkat mu dan kakak angkat mu itu.."
"Aku juga bukan tidak berpikir untuk mengampuni mereka dan melupakan semuanya.."
"Tapi pada akhirnya aku tetap tidak bisa, aku tidak mungkin bisa mengampuni mereka.."
"Setelah begitu banyak hal buruk yang telah mereka berdua lakukan.."
"Aku juga sudah terikat sumpah dengan paman mu, yang juga guru terakhir ku, Kui Zi Sian Seng.."
"Kamu juga sudah tahu itu, bagaimana penderitaan yang ditorehkan oleh Lu Bu Wei kepadanya.."
ucap Guo Yun sambil balas menggenggam lembut tangan Min Min.
Sebelum Min Min sempat menjawab, terdengar suara pekik nyaring Rajawali putih, yang sudah mendarat di tepi aliran sungai air terjun yang bertingkat.
Tempat Rajawali putih mendarat adalah sebuah hamparan rumput hijau pendek yang penuh dengan bunga warna warni yang sangat indah.
Sedangkan hamparan rumputnya yang hijau tebal, mirip hamparan karpet beludru yang tebal dan lembut.
Tidak jauh dari sana terdapat sebuah hutan kecil yang terlihat asri.
Min Min mengangguk kearah Guo Yun dengan cepat dan berkata,
"Sudah lupakan saja, yuk kita turun lihat lihat kebawah.."
Guo Yun mengangguk setuju, lalu mereka berdua berlompatan ringan turun dari punggung rajawali putih.
Guo Yun sebelum berpisah merangkul leher rajawali putih itu dengan lembut, sambil membelai bulu leher rajawali raksasa itu.
Guo Yun berbisik pelan,
"Terimakasih banyak sahabat ku.."
"Sampai jumpa, aku pasti akan merindukan mu setelah ini.."
__ADS_1
ucap Guo Yun sambil mencium leher burung rajawali itu.
Lalu dia menepuk nepuk lembut leher burung rajawali itu dengan lembut.
"Pergilah teman..sampai jumpa.."
Burung rajawali putih itu mengeluarkan suara pelan.
Setelah itu dia membalikkan badannya, mengepak ngepakkan sayapnya.
Sesaat kemudian dia sudah terbang melayang naik keatas.
Burung Rajawali putih itu tidak langsung pergi, dia bersama ketiga anaknya.
Terbang berputaran 3 kali mengelilingi lokasi itu, dan mengeluarkan pekik nyaring.
Setelah itu mereka baru benar-benar terbang pergi meninggalkan tempat itu.
Meninggalkan Guo Yun dan Min Min yang berdiri ditepi sungai saling berangkulan, melambaikan tangan keatas.
Melepas kepergian burung raksasa yang menolong mereka kembali ke tempat asal mereka.
Sesaat kemudian Min Min menoleh melihat pemandangan di sekitarnya.
Lalu dengan riang dia berlarian mengejar kupu kupu cantik yang banyak beterbangan di sana.
"Yun ke ke lihat, tempat ini benar benar istimewa, bila kita bangun pondok di sini.."
"Di sini jadi ruang tamu, ini kamar, di sini dapur, di sini halaman belakang.."
"Bukankah sangat sempurna Yun ke ke.."
Guo Yun hanya menatapnya sambil tersenyum dan akhirnya berkata,
"Bila kamu suka, aku akan bangun pondok di sini.."
"Kita bisa tinggal beberapa waktu di sini.."
ucap Guo Yun yang tidak tega merusak kegembiraan Min Min, yang terlihat sangat menyukai tempat ini.
",Kamu serius Yun Ke ke..?"
tanya Min Min gembira, sambil bergelayut manja dalam pelukan Guo Yun.
Guo Yun mengangguk dan berkata,
"Tentu aku serius, ayo sekarang kita mandi dulu.."
"Setelah kita berpakaian lengkap kembali, aku akan mulai membuat pondok di sini.."
ucap Guo Yun sambil tersenyum.
Min Min mengangguk gembira, lalu dia buru buru menarik Guo Yun masuk kedalam telaga kecil dan berjalan menyusuri bebatuan halus.
Menuju beberapa sumber air terjun yang mengalir turun secara bertingkat.
Setelah tiba di lokasi, mereka berdua pun mandi bersama sambil saling bercanda dan tertawa saling menyiram air kepasangan mereka sambil tertawa ceria.
Setelah puas mandi dan kembali ke pinggir telaga, Guo Yun meletakkan setumpuk pakaian buat Min Min.
__ADS_1
Setelah itu dia sendiri, dengan hanya mengenakan celana dan sepatunya tanpa berbaju.
Guo Yun sudah masuk kedalam hutan mencari bahan bahan untuk membuat pondok.
Tanpa adanya Kampak, hanya mengandalkan pedang dan tombak cagak tiganya.
Pekerjaan menjadi lebih sulit, tapi karena melakukan nya dengan hati tenang dan gembira.
Sua itu bukanlah halangan, setelah beberapa hari bekerja keras.
Akhirnya berdirilah sebuah pondok panggung yang ada anak tangganya di tempat itu.
Min Min sangat gembira melihat pondok sederhana yang dia inginkan akhirnya berdiri sempurna di sana.
Kini dia lah pemilik pertama, pondok hasil karya Guo Yun untuk dirinya.
"Ayo kita lihat lihat kedalam.."
ucap Guo Yun sambil menuntun lembut tangan Min Min.
Mengajaknya menaiki undakan tangga, untuk menuju beranda pondok, sebelum mereka berdua masuk kedalam pondok tersebut.
Min Min di dalam sana berlarian kesana kemari meneliti setiap ruangan dengan ekspresi wajah penuh kebahagiaan.
Apalagi saat di dalam kamar utama yang menjadi kamar mereka berdua.
Sambil jendela kamar di buka, jendela kamar itu tepat menghadap kearah air terjun yang indah dan pemandangan nya sangat menakjubkan itu.
Min Min memejamkan matanya menghirup udara segar dalam dalam sambil tersenyum ceria
"Bagaimana ,?"
tanya Guo Yun yang berdiri bersandaran di pintu kamar sambil tersenyum.
Min Min memutar balik badan nya menatap kearah Guo Yun sambil tersenyum ceria.
Lalu dia berlari dan melompat kedalam pelukan Guo Yun dan berkata,
"Luar biasa, Yun ke ke ini sungguh di luar prediksi, ini sangat keren.."
Guo Yun tersenyum, lalu mengeluarkan setumpuk jubah, dan berkata,
"Sisanya tergantung kamu menyempurnakan nya ."
"Aku mau pergi cari bahan makan malam buat kita dan membuat obor dan lampu minyak untuk penerangan kita.."
Min Min mengangguk cepat dia meraih wajah Guo Yun mengecup bibirnya dengan lembut dan penuh perasaan.
Setelah itu dia berkata,
"Pergilah,..di sini serahkan pada ku.."
Guo Yun mengangguk lalu dua pun meninggalkan pondoknya.
Pergi mengumpulkan bahan bahan sebelum hari gelap.
Setelah beberapa hari tidur di alam terbuka, ini adalah malam pertama mereka tidur dalam pondok baru.
Guo Yun harus membuatnya menjadi sempurna.
__ADS_1