
Min Min membalas memeluk suaminya dengan tersenyum bahagia.
Beberapa saat larut dalam kemesraan, mereka kemudian kembali meneruskan perjalanan dengan mengambil jalan menanjak.
Dan terus menanjak, semakin lama semakin curam dan terjal.
Apalagi lantainya agak basah dan lembab selalu di lewati air, menjadi agak licin.
Bila tidak hati hati akan tergelincir, melihat perjalanan semakin lama semakin sulit.
Min Min terlihat semakin kesulitan, Guo Yun pun menghentikan langkahnya.
Berjongkok memunggungi Min Min.
Min Min tahu maksud suaminya, karena mereka sering bermain seperti itu.
Tanpa ragu dengan girang dia memanjat keatas punggung suaminya.
"Huh,.. sayang kamu semakin berat aja, makan batu ya..?"
ucap Guo Yun bercanda.
"Kamu tuh yang makan batu, makanya badannya keras begini.."
ucap Min Min membalasnya sambil tertawa renyah.
Guo Yun pun tersenyum dan berkata,
"Tapi serius sayang, dada mu juga semakin kental dan besar, agak beda dari biasanya.."
Min Min tertawa malu dan langsung menempeleng pundak suaminya dan berkata,
"Dasar,.. tidak tahu malu. "
"Udah jalan sana.."
Guo Yun sambil tertawa berlompatan ringan menyusuri tempat itu.
Kini setelah Min Min naik diatas punggungnya, perjalanan malah semakin cepat.
Guo Yun mulai menggunakan ilmu ringan tubuh nya, berlompatan melesat naik keatas.
Perjalanan sulit menjadi mudah dan bukan halangan, bahkan beberapa kali, Guo Yun harus memanjat tebing tegak lurus puluhan meter keatas.
Tapi dia bisa melakukan semuanya tanpa kesulitan sama sekali.
"Sayang perjalanannya semakin lama semakin sulit, apa kita salah ambil jalan ya..?"
tanya Min Min meragu.
Guo Yun tersenyum dan berkata,
"Sesulit apapun perjalanan, asal ada kamu ada di sisi ku, semua akan terasa ringan.."
"Plakkkk..!"
Min Min menempeleng pundak suaminya sambil menahan tawa dan berkata,
"Dasar gombal..!"
"Nanti kalau kalau kesulitan jangan mengeluh dan menyesali aku menjadi beban mu.."
"Wekkk..!"
__ADS_1
ucap Min Min sambil tersenyum gembira.
Guo Yun sambil tersenyum berkata,
"Tidak percayalah, Aku tidak akan pernah menyesalinya."
"Aku baru akan menyesal bila kamu tidak berada di sisi ku.."
ucap Guo Yun serius.
Min Min tiba tiba tersenyum sedih dan berkata,
"Bagaimana bila suatu hari aku benar-benar pergi meninggalkan mu..?"
Guo Yun menghentikan langkahnya, terdiam sejenak, lalu berkata.
"Aku tidak akan pernah mengijinkannya, apapun alasannya.."
"Bagaimana bila Gongsun Li tidak menginginkan ku, dia meminta mu meninggalkan ku.."
"Atau sebaliknya aku yang meminta mu, memilih ku atau mereka.."
"Sekali ini Guo Yun benar benar terdiam, tidak bisa menjawab apa apa, selain berulang kali menghela nafas panjang dengan ekspresi wajah sulit dikatakan.
Seperti orang ingin tertawa tidak, menangis juga tidak.
"Aku hanya bercanda dengan mu, lihat dirimu begitu saja sudah bingung.."
"masih bilang ingin terus bersama ku.."
"Sudah lupakan saja,.."
"Kita lanjut.."
ucap Min Min sambil berpura-pura tertawa dan bersikap ceria.
Hari seperti itu cepat lambat akan tiba.
Dan dia tidak akan punya pilihan lain, selain mengalah menjauhi Guo Yun, membiarkan Guo Yun hidup berbahagia bersama mereka.
Dia tidak boleh egois, buat apa dia dapatkan Guo Yun bila hati Guo Yun tidak tenang dan tidak merasa berbahagia.
Contoh paling mudah adalah seperti saat ini, meski mereka bersama tapi Guo Yun selalu gagal menunaikan hasratnya.
Jadi jalan terbaik adalah, dia yang pergi menjauh, setidaknya dirinya akan terus hidup dalam kenangan Guo Yun selamanya.
pikir Min Min sedih.
Guo Yun sudah melanjutkan langkahnya, dan berusaha fokus tidak berpikir terlalu jauh.
Seperti yang Min Min katakan tadi.
Guo Yun terus berlompatan ringan, bergerak menanjak keatas, hingga akhirnya.
Dia kembali menemukan dataran yang datar, Guo Yun baru dengan hati hati membangunkan Min Min yang sedang tertidur di pundaknya.
"Sayang kita sudah tiba di dataran datar, kamu mau turun merenggangkan otot mu tidak .?"
tanya Guo Yun pelan.
"Hemmm,..! sampai di mana kita..?"
"Boleh turunkan saja.."
__ADS_1
jawab Min Min dengan suara sedikit serak karena baru bangun tidur.
Guo Yun menurunkannya dengan hati hati, lalu menyodorkan kantung air minum kehadapan Min Min dan berkata,
"Minumlah sedikit sayang.."
Min Min menerimanya sambil tersenyum, dia menggunakan tangan yang lain membelai wajah Guo Yun dengan lembut dan berkata,
"Terimakasih sayang, kamu yang terbaik.."
"Aku selamanya tidak akan pernah melupakan momen kita ini.."
ucap Min Min sambil tersenyum lembut.
Guo Yun tersenyum dan membalas menggenggam tangan Min Min, lalu mencium punggung tangan nya dan berkata,
"Sama kecuali aku mati atau lupa ingatan, bila tidak kamu selamanya akan selalu ada di sini.."
Guo Yun meletakkan tangan Min Min yang hangat di dada sebelah kirinya.
Sehingga Min Min bisa merasakan denyut lembut jantung Guo Yun di sana.
Min Min sudah tidak bisa menahan diri untuk maju memeluk Guo Yun untuk mendaratkan ciuman hangatnya dengan penuh antusias.
Guo Yun membalas mengimbanginya dengan lembut, tangannya mulai ikut dengan aktif bergerak membelai punggung Min Min, yang berkulit halus dan lembut.
Lalu perlahan lahan berpindah kearah depan, dan terus me re mas nya dengan lembut.
Hingga Min Min seperti terkena setrum, tubuhnya terus bergetar, sepasang tangannya yang melingkar di belakang leher Guo Yun.
Meremas rambut di kepala Guo Yun dengan erat sambil mengeluarkan suara rin tih an dan de sah an tidak jelas dan semakin lama semakin meracau tidak beraturan.
Saat bibir Guo Yun berpindah bermain di lehernya yang putih dan jenjang itu.
Beberapa waktu berlalu, giliran Min Min yang mulai membalas menciumi leher hingga dada perut dan terus menerus kebawah.
Saat dia membuka mulutnya menghisap benda rahasia Guo Yun, membalas seperti yang sering Guo Yun lakukan untuk membahagiakan dan memuaskan nya.
Sepasang mata Guo Yun pun terbelalak lebar, kemudian terpejam, kepala nya sedikit mendongak keatas.
Sepasang lutut Guo Yun gemetaran, hingga dia terpaksa menyandarkan punggungnya di tembok.
Melihat reaksi Guo Yun Min Min tersenyum penuh kemenangan dia terus menerus melanjutkan aksinya.
Hingga benda Guo Yun yang lemas, perlahan lahan bangkit berdiri mengamuk hingga hampir membuatnya tersedak.
Guo Yun tiba-tiba mencabutnya secara paksa dari mulut Min Min, lalu dia membalikkan tubuh Min Min memunggungi nya.
Setelah itu Guo Yun dengan gerakan halus membenamkan bendanya ke celah sempit Min Min yang sudah sangat lama menantikan momen ini.
"Ahhhh,..!"
Min Min menjerit kecil, saat benda suaminya menyeruak masuk kedalam.
Tubuhnya tersentak sentak oleh hentakan lembut Guo Yun dari belakang.
Sen sa si ini membuat Min Min harus menutupi mulutnya dengan tangan, agar suaranya tidak memenuhi seluruh lorong dan bergema, yang akan menganggu aktivitas dan konsentrasi suaminya.
Yang seperti nya hampir mencapai puncak, dan hal itu akhirnya terbukti.
Seiring dengan tubuhnya yang mengejang hebat, tubuh Guo Yun pun ikut mengejang hebat.
Lalu cairan hangat terasa menyembur deras membasahi seluruh ruangan dalam celah sempitnya.
__ADS_1
Mereka berdua terkulai lemas berpelukan erat sambil bersandaran di dinding gua dengan nafas seperti hampir putus
Tapi dari wajah mereka, jelas terlihat mereka sangat menikmatinya.