
Seperti pesan yang pernah dia dengar dari gurunya. Guo Yun tidak berani memandang ringan lawan
Guo Yun langsung mencabut pedang walet emas, yang selalu dia simpan di pinggangnya.
Dengan pedang berkilauan di tangan, Guo Yun siap menyambut serangan dari Ling Tong.
Ling Tong sendiri setelah memutar mutar kedua pedang didepan tubuhnya, sambil berlari maju dia berteriak,
"Hyaatt,..!"
"Trangggg,..!"
Serangan pertama pedang.nya dia tebaskan secara menyilang dari atas kebawah.
Serangan itu langsung di sambut dengan tangkisan keras lawan keras oleh Guo Yun.
Pertemuan kedua logam tajam itu, menimbulkan percikan bunga api di udara.
Guo Yun memang sengaja menangkisnya dengan keras lawan keras.
Karena Guo Yun ingin tahu Ling Tong ada di tahapan apa, dalam dunia persilatan.
Dari pertemuan pertama itu, Guo Yun pun tahu, Ling Tong hanya ada di Tahapan pendekar besi saja.
Sedangkan Ling Tong sendiri setelah pertemuan tadi, dia merasakan sepasang pedangnya tadi terpental.
Telapak tangan nya terasa perih, kedua lengannya terasa gemetar.
Hal ini hanya menunjukkan dirinya masih kalah tenaga dari Guo Yun.
Untuk itu Ling Tong segera mempercepat gerak serangan sepasang pedangnya.
Dia berusaha sebisa mungkin menghindari benturan senjata dengan Guo Yun.
Ling Tong mencoba mengepung Guo Yun, dengan mengandalkan kecepatan nya memainkan jurus jurus, sepasang pedang menembus mega.
Ling Tong berubah menjadi dua gulungan sinar putih, berkelebat kesana kemari, mencoba menekan Guo Yun dengan kecepatannya.
Tapi setelah beberapa waktu berlalu, Ling Tong mulai.sadar.
Secepat apapun dia bergerak.
Dia tetap tidak bisa menyentuh tubuh Guo Yun, yang mewarisi ilmu 72 langkah ajaib.
Guo Yun yang terlihat sempoyongan, doyong ke kiri kekanan seperti orang mabuk.
Tapi justru itu membuat sepasang pedang Ling Tong tidak pernah berhasil menyentuhnya.
Setelah merasa cukup, Guo Yun kini mulai membalas menyerang.
Dengan memainkan beberapa jurus Cui Mo Cien sesuai dengan situasi kondisi.
Ling Tong terpaksa harus kehilangan pedang di tangan kanannya, bila tidak ingin nadi pergelangan tangannya terluka oleh pedang Guo Yun.
Sisa satu pedang di tangan kiri, Ling Tong mencoba menebaskan pedangnya dengan cepat memaksa Guo Yun mundur.
Tapi bukannya mundur Guo Yun malah maju menendang pergelangan tangan Ling Tong dari tempat tak terduga.
__ADS_1
Sehingga Ling Tong kembali kehilangan pedang di tangan nya.
Guo Yun bisa saja menghabisi ataupun mengejar Ling Tong, yang sedang terdesak.
Tapi dia tidak melakukannya, dia malah sengaja membiarkan Ling Tong melompat mundur kebelakang menjauhinya.
"Adik mundurlah,..! kamu bukan lawan nya.."
ucap Zhou Tai mengingatkan adiknya.
Ling Tong tanpa membantah, dia membatalkan serangan sepasang tangan kosong nya, yang membentuk cakar harimau.
Ling Tong memberi hormat kearah Guo Yun tanpa berkata apa-apa, dia bergerak mundur.
Guo Yun membalas penghormatan nya dan berkata,
"Terimakasih kakak Tong bersedia mengalah.."
Ling Tong menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Kemampuan ku yang jelek, sungguh memalukan, aku hanya menunjukkan kejelekan ku saja di hadapan anda.."
Guo Yun menjura kearah Ling Tong sekali lagi, dan berkata.
"Kak Tong jangan berkata begitu, adik jadi merasa tidak enak hati.."
Zhou Tai maju menggantikan adiknya dan berkata,
"Kalah ya kalah, menang ya menang.."
"Lelaki sejati harus berani menerima kekalahan.."
Mencecar bagian depan tubuh Guo Yun dengan mata tombaknya.
"Trangggg,..! Trangggg,..!"
"Trangggg,..! Trangggg,..!"
"Trangggg,..! Trangggg,..!"
Guo Yun dengan gerakan cepat, langsung menangkis enam tusukan yang diarahkan ke dirinya.
Sedangkan tusukan terakhir, Guo Yun miringkan kepala nya, sehingga tusukan tersebut lewat di samping kepalanya.
Guo Yun bergerak maju dengan cepat, memberikan serangan balasan berupa tusukan pedang kearah wajah Zhou Tai.
Zhou Tai dengan gerakan cepat menangkis pedang yang terarah kewajahnya, dengan bagian tengah Toya di tangan nya.
"Trangggg,..!"
Lalu dia menyabetkan tombak ditangannya, untuk membalas memukuli bagian pinggang Guo Yun.
Tapi sabetan nya menemui tempat kosong, karena Guo Yun sendiri, tubuhnya. sudah melenting keatas
Dari posisi tersebut, dia kembali menusukkan pedang nya kearah leher Zhou Tai.
Zhou Tai yang kaget dengan kecepatan serangan tersebut, terpaksa harus membuang diri bersalto kebelakang, mencoba menjauhi Guo Yun.
__ADS_1
Dia kembali berusaha mengambil jarak, untuk mempersiapkan serangan berikutnya.
Guo Yun tidak melakukan pengejaran, melainkan membiarkan Zhou Tai maju menyerang nya duluan.
Dalam beberapa kali benturan pedang dan tombak, Guo Yun sudah paham, Zhou Tai hanya berada di Tahapan pendekar baja.
"Hyaatt,..!"
Teriak Zhou Tai keras sambil bergerak maju dengan tombaknya kembali memberikan tusukkan beruntun dari atas kepala hingga ke kaki.
Guo Yun bergerak mundur, sambil menangkis, sehingga Zhou Tai menjadi bersemangat untuk maju melancarkan serangan tombaknya mengejar kearah Guo Yun.
Tiba tiba pedang Guo Yun terlepas dari pegangan tangannya, terbang mengincar sepasang tangan Zhou Tai yang sedang memegang tombak.
Bila Zhou Tai tidak cepat menarik kedua tangannya, dan membiarkan tombaknya terlepas dari pegangan tangan nya.
Niscaya 8 dari sepuluh jarinya pasti akan terbabat putus oleh pedang terbang Guo Yun.
Dengan terpaksa Zhou Tai melepaskan pegangan tangannya pada batang tombak.
Lalu dia menyambut kembali tombak nya, dengan posisi sedikit lebih kebawah.
Tapi sebelum dia berhasil menyambutnya, pedang terbang itu membalik, kembali menebas kearah jari tangannya.
Lagi lagi Zhou Tai harus melepaskan pegangan tangannya, terpaksa membiarkan tombaknya kembali terlepas dari pegangan tangannya.
Menghadapi situasi seperti itu, Zhou Tai, tidak kehilangan akal, dengan ungkitan kakinya.
Tombak itu kembali melayang keatas masuk kedalam genggaman tangan nya.
Hanya saja karena terlalu sibuk mempertahankan tombaknya, Zhou Tai jadi lengah.
Sebuah tendangan Guo Yun tepat menghantam dada Zhou Tai, hingga tubuh Zhou Tai jatuh terlentang di atas tanah.
Guo Yun menyusul dengan ujung pedang sedikit menekan di kulit leher Zhou Tai.
Sebelum pedang Guo Yun menempel di lehernya, Zhou Tai sebenarnya, sambil berbaring di atas tanah.
Dia sempat ingin menggerakkan tombaknya untuk menusuk Guo Yun.
Tapi rencananya gagal karena tombak nya, telah diinjak oleh kaki Guo Yun yang lainnya.
Sehingga tombaknya, tidak mungkin bisa di angkat untuk menyerang Guo Yun, sesuai harapan nya.
Guo Yun hanya sebentar saja menodongkan pedangnya kearah leher Zhou Tai.
Beberapa detik kemudian, Guo Yun sudah terbang mundur menjauh.
Agar Zhou Tai bisa kembali bangkit berdiri.
Setelah berhasil bangun Zhou Tai langsung berlutut di hadapan Guo Yun dan berkata,
"Tuan Yun aku telah kalah, aku akan mengabdikan hidup ku padamu."
"Tapi sebelumnya, aku mohon agar Tuan Yun bersedia membantu, menyelamatkan nyawa kakak ku yang sedang kritis.."
ucap Zhou Tai menatap kearah Guo Yun dengan tatapan mata penuh permohonan.."
__ADS_1
Ling Tong juga ikut berlutut di samping kakak nya dan berkata,
"Aku Ling Tong juga akan ikut mengabdikan nyawa ku, bila Tuan Yun bersedia menyelamatkan nyawa kakak tertua ku.