LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
BERTEMU SUN PIN


__ADS_3

"Apa yang terjadi ?"


Gumam Guo Yun kaget.


Guo Yun buru buru meraih dayung, di dekatnya.


Lalu dia segera mengayunkan dayungnya kedalam sungai.


Seketika perahu yang mereka tumpangi melesat dengan cepat kedepan, membelah sungai berwarna merah yang tenang.


Beberapa saat kemudian, mereka mulai melihat banyak mayat mayat yang mengapung di atas sungai.


Dari seragam yang mereka kenakan dan beberapa bendera yang mengambang di atas sungai.


Guo Yun mengenalinya, itu adalah bendera kerajaan Qi, seragam yang dikenakan oleh mayat mayat yang mengapung juga adalah seragam pasukan kerajaan Qi.


Si Si buru buru meninggalkan anjungan perahu, pergi membangunkan Gongsun Li.


"Kakak Li bangun..! bangun..!"


panggil Si Si sambil menepuk nepuk pelan pipi Gongsun Li yang sedang tidur miring.


"Hmmm,..Si Si kenapa ?"


"Kakak masih ngantuk.."


ucap Gongsun Li membuka matanya sedikit.


Lalu terpejam kembali, meneruskan tidurnya.


Tapi Si Si tidak putus asa, dengan cepat dia mengguncang guncang pundak Gongsun Li dan berkata,


"kakak Li ayo bangunlah,"


"Ada yang tidak beres, di luar sana..!*


"Ayo bangun kak,.. berganti lah, kakak harus lihat keluar sana.."


ucap Si Si masih mencoba membangunkan Gongsun Li.


Gongsun Li akhirnya bangun duduk dengan wajah letih sambil mengucek ngucek matanya.


Tapi saat mulai terdengar suara benturan senjata yang terdengar samar samar.


Gongsun Li pun langsung hilang kantuknya.


Sepasang matanya bersinar penuh kewaspadaan.


Sekian lama hidup di Medan tempur, dia mulai terbiasa bergerak sigap dan selalu waspada.


Adalah setelah bertemu Guo Yun, dia agak sedikit terlena, biasanya dia sangat mandiri, tidak pernah seperti saat ini.


Gongsun Li buru buru mengenakan kembali pakaiannya yang di lipat dan di tumpuk dengan rapi oleh Guo Yun tidak jauh darinya.


Ini adalah kebiasaan Guo Yun, yang selalu memanjakan diri nya, bila mereka bersama.


Gongsun Li sedikit tersenyum puas, tai dia tidak banyak waktu.


Setelah selesai berpakaian, dia segera keluar dari tendanya dengan tombak Naga putih di tangan.


Begitu keluar dari bilik perahu bersama Si Si, mereka bisa melihat ada beberapa perahu besar yang terlihat sedang mengalami kebakaran hebat.

__ADS_1


Diatas perahu besar itu terlihat sedang ada pertempuran yang sedang berlangsung.


Di pinggiran sungai juga terlihat ada sekolompok pasukan kecil sedang berusaha mempertahankan diri dari kepungan pasukan Qin yang jumlahnya jauh lebih besar.


Gongsun Li buru-buru menghampiri Guo Yun dan berkata,


"Yun ke ke kita harus tolong mereka, mereka sepertinya sedang terjebak oleh pasukan Qin..."


Guo Yun mengangguk sambil mempercepat mengayuh perahu mereka menuju lokasi pertempuran.


"Kakak Li lihat itu bukannya senior Sun Pin yang duduk di kursi kayu itu ."


tanya Si Si memastikan.


Sambil tangannya menunjuk kearah kelompok kecil, yang sedang bertahan mati matian di tepi sungai sana.


Mereka berusaha mati matian melindungi seorang pria paruh baya yang duduk di atas sebuah kursi kayu yang ada roda nya.


"Benar itu senior Sun Pin sendiri.."


ucap Gongsun Li cepat.


"Yun ke ke cepatlah kita harus kesana menolongnya."


ucap Gongsun Li sedikit tegang.


Guo Yun mengangguk cepat, dia melempar dayung ditangan nya kearah Gongsun Li dan berkata,


"Bantu aku urus perahunya, aku kesana melihat keadaan.."


Belum selesai tubuh Guo Yun sudah melesat cepat berlarian ringan di atas air.


"Tahan semuanya...!!"


Bentak Guo Yun dengan suara menggelegar.


Pasukan pengepung langsung menghentikan pergerakan nya.


Saat melihat siapa yang hadir di tengah tengah mereka.


Pasukan Qin semuanya langsung berlutut di hadapan Guo Yun yang sedang mengenakan topeng Emas nya.


Pedang darah di tangan Guo Yun menambah wibawanya.


Bahkan pertempuran di atas beberapa perahu besar yang sedang terbakar ikut terhenti.


Tidak ada satupun di antara pasukan Qin yang berani sembarangan bergerak.


Pasukan kerajaan Qi, meski merasa heran, tapi mereka terlihat sangat bersyukur.


Memanfaatkan situasi itu, mereka buru buru membenahi diri dan pertahanan mereka.


"Siapa pimpinan di sini..?"


ucap Guo Yun tegas, sambil menyapukan pandangannya kearah pasukan kerajaan Qin.


Dua orang yang berseragam jendral melangkah maju, keluar dari dalam barisan.


Saat tiba di hadapan Guo Yun, mereka langsung berlutut di depan Guo Yun.


"Hamba berdua memberi hormat pada Jendral senior Topeng Emas.."

__ADS_1


"Jendral Wen Jendral Nan, kalian rupanya bangunlah..."


"Jelaskan pelan pelan apa yang sedang terjadi di sini..?"


tanya Guo Yun sambil membangunkan kedua jendral itu.


"Begini Jendral senior, kami memang sengaja di tempatkan di tempat ini oleh perdana menteri.."


"Untuk berjaga jaga agar Sun Pin tidak bisa meloloskan diri.."


"Tidak di sangka, dia malah benar benar muncul di sini.."


ucap Jendral Wen cepat.


"Begitu rupa nya, ketahuilah Sun Pin dan negara Qi adalah sahabat ku.."


"Masalah ini aku tidak mungkin berpangku tangan.."


ucap Guo Yun menyatakan sikapnya.


"Ada Jendral senior di sini, tentu saja kami hanya bisa menurut saja.."


"Tapi Jendral senior harus tahu satu hal, jangan bilang kami tidak mengingatkan.."


"Sun Pin itu adalah target penting misi penahlukkan kerajaan Qi, bila Jendral senior melepaskan nya begitu saja.."


"Bila terdengar oleh perdana menteri, di khawatirkan, dia pasti akan murka.."


Guo Yun tersenyum di balik topeng dan berkata,


"Mengenai hal itu, aku saat ini akan berterus terang dengan kalian.."


"Aku kini tidak lagi bekerja untuk Lu Bu Wei dan kerajaan Qin.."


"Bila kalian ingin ikut dengan ku, tentu aku dengan senang hati akan menerima kalian.."


"Tapi bila tidak kita hanya bisa berdiri sebagai pihak yang saling berlawanan.."


Mendengar ucapan si Topeng Emas, pasukan Qin sebagian terlihat bingung.


Sebagian lagi tanpa ragu melemparkan senjata mereka di atas tanah.


Jendral Wen dan Jendral Nan, sesaat terperanjat, tapi sesaat kemudian.


Mereka juga ikut melemparkan senjata mereka keatas tanah dan berkata,


"Nyawa kami adalah milik tuan, kami hanya bisa mengabdi kepada tuan hingga maut tiba.."


Melihat sikap kedua Jendral itu, sisa pasukan yang ragu, kini mereka tanpa ragu ikut melemparkan senjata mereka.


Termasuk pasukan Qin yang berada di atas kapal mereka juga pada melempar senjata mereka.


Sun Pin yang tidak menyangka, akan ada perubahan situasi seperti ini.


Sesaat dia sempat terlihat heran dan bingung, terutama perubahan sikap si Topeng Emas yang namanya sudah sangat terkenal.


Baik di dunia maupun di dalam intern pasukan Qin sendiri.


Orang ini adalah Dewa perang Qin, sejak kemunculan nya, Qin tidak pernah terkalahkan dalam situasi apapun.


Baru setelah dia menghilang tanpa kabar berita akhir akhir ini, pasukan Qin mengalami kemerosotan, berulang kali mengalami kegagalan dalam penahlukkan Yue dan Qi.

__ADS_1


__ADS_2