
Li Ba sudah bertekad, dia tidak akan mengampuni siapapun, yang telah menyiksa Sian Sian hingga seperti sekarang ini.
Setelah meletakkan Sian Sian dengan hati hati.
Li Ba kemudian melangkah menghampiri ketiga orang itu.
"Dia adalah adik ku, wanita ini berani menyiksanya, hingga seperti ini.."
"Hari ini bila aku tidak memutuskan urat kaki tangannya, urusan ini tidak akan sudah.."
ucap Li Ba dingin, sambil menyapukan tatapan matanya kearah ketiga orang itu.
"Mulut besar, Kami Wu bersaudara ada di sini, belum tiba giliran mu untuk sesumbar.."
"Cepat berlututlah dan menyembah ku tiga kali, urusan hari ini akan ku anggap selesai.."
ucap Siau Wu dengan lagaknya yang setinggi langit.
"Mampuslah,..!"
ucap Li Ba langsung menyerang dengan pukulan halilintar nya.
"Zzzzzzzzt..!"
"Blaarr..!"
Sambaran listrik Li Ba, yang tidak mengenai sasaran, menghantam tanah tempat ketiga orang itu berdiri.
Tanah itu langsung berlubang hitam gosong.
Wu bersaudara yang berhasil membawa Wei Wei, melompat mundur menghindari serangan Li Ba.
Mereka sangat kaget, saat melihat jejak serangan, yang ditinggalkan oleh serangan Li Ba.
Wu bersaudara, segera mencabut pedang mereka masing masing.
Lalu mereka bergerak memainkan ilmu pedang andalan ayah mereka.
Ilmu pedang tarian naga langit.
Ilmu ini adalah ilmu gubahan dari ilmu andalan guru Zhuangzi, Cakar Naga 9 langit yang di wariskan ke Guo Yun.
Ilmu pedang ini cukup hebat, tapi di bandingkan dengan Ilmu cakar Guo Yun tentu berbeda jauh.
Li Ba yang sering berlatih tarung dengan Guo Yun, tentu dia mengenali dasar ilmu pedang, yang sedang di mainkan oleh Wu bersaudara.
Li Ba berdiri diam menunggu, dia membiarkan kedua anak itu menari kesana kemari dengan pedang mereka.
Dia menunggu hingga kedua pedang itu mendekatinya, Li Ba membiarkan kedua pedang itu bersarang di tubuhnya.
"Tringgg,..!"
Tringgg,..!"
"Blarrr..!"
"Blarrr..!"
Tusukan kedua pedang itu tidak berhasil melukai Li Ba, yang seluruh tubuhnya di lindungi oleh energi Genta emas.
Sebaliknya Wu bersaudara yang menerima hantaman petir hijau dari Li Ba.
Kedua orang itu terpental jatuh dengan tubuh berkelenjotan di atas tanah.
__ADS_1
Mereka berdua merintih kesakitan, tidak mampu bangkit berdiri, karena seluruh urat nadi kaki tangan mereka kini telah hangus terbakar.
Li Ba yang melihat Wei Wei kembali hendak kabur, Li Ba melesat mengejar kearah Wei Wei sambil berteriak,
"Mau kemana kamu,..!"
Dengan ilmu ringan tubuh menembus Mega, sebelum Wei Wei sempat kabur.
Sepasang bahunya sudah di cengkram oleh Li Ba.
"Ahhhhhhh,..!!"
Jerit Wei Wei kesakitan, karena dia merasa lewat bahunya, ada aliran listrik yang sangat panas mengalir ke kaki tangannya.
Listrik itu telah membakar hangus urat dan otot ditangan dan kakinya.
Wei Wei merasakan kesakitan yang sangat luar biasa.
Wei Wei jatuh keatas tanah bagaikan selembar handuk basah, begitu Li Ba melepaskan cengkraman kedua tangannya.
Dia hanya bisa menangis kesakitan merintih rintih sama dengan Wu bersaudara.
Setelah membereskan ketiga orang itu.
Li Ba meninggalkan mereka bertiga begitu saja, dia pergi menghampiri Sian Sian.
Dengan hati hati Li Ba memapah Sian Sian di punggungnya, lalu dia berjalan meninggalkan tempat itu.
Sementara itu, Guru Song dan Guru Ping, yang sedang asyik ngobrol santai sambil minum teh.
Saat mereka menerima laporan atas keributan di halaman dapur Su Yuan.
Kedua orang itu dengan buru buru bergegas menuju lokasi kejadian.
"Apa yang terjadi,..?"
tanya Guru Song dan Guru Ping kompak ke putra putri mereka.
Wu bersaudara menggelengkan kepalanya.
Hanya Wei Wei yang bisa menjawab sambil menahan rasa nyerinya.
"Li Ba ayah,..balas kan ayah.."
"Li Ba kau mentang mentang murid guru besar, kau terlalu menindas orang.."
"Aku pasti akan membalas mu..!"
"Li Ba kau tunggu saja..!"
teriak Guru Song penuh emosi.
Lalu kedua orang yang memiliki jabatan tinggi di Su Yuan itu, mereka melesat meninggalkan tempat tersebut.
Mereka berdua bertekad akan mencari Li Ba kemanapun juga, untuk membalaskan dendam putra putri mereka yang di buat cacat oleh Li Ba.
Akhirnya kedua orang itu berhasil menyusul Li Ba, yang terlihat ingin menyeberang ke tempat gurunya.
"Li Ba jangan kabur...!"
bentak guru Song, sambil melayang kedepan menggunakan pedangnya yang di getarkan menjadi 9 bayangan, menyerang 9 titik di tubuh Li Ba.
Li Ba yang dalam posisi.mengendong Sian Sian tidak leluasa membalas, serangan guru Song
__ADS_1
Dia hanya bisa menggunakan langkah ajaib dan ilmu ringan tubuh menembus Mega, menghindari serangan.
Melihat Guru Song sudah menyerang dan mengurung Li Ba, Guru Ping juga tidak mau kalah.
Dia segera ikut terjun mengeroyok Li Ba.
Di tempat lain Guo Yun yang sedang bermain catur dengan gurunya.
Saat mendengar suara ribut-ribut di seberang sana.
Dia pun berkata,
"Guru apa tidak sebaiknya aku kesana melihat apa yang terjadi..?"
"Pergilah,.."
ucap guru Zhuangzi yang masih konsen memperhatikan bidak caturnya.
"Begitu mendapat ijin, Guo Yun, langsung bergegas, terbang keseberang jurang, untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Saat sampai di sana, melihat Li Ba sedang di desak oleh dua orang yang menggunakan pedang.
"Berhenti..!'
teriak Guo Yun mengelegar, sambil menggunakan sepasang cakarnya.
Dia menangkis kedua pedang yang sedang di gerakkan oleh Guru Song dan Guru Ping mengincar Li Ba.
Tangkisan Guo Yun membuat kedua orang itu terpental mundur, dengan tubuh terhuyung-huyung hampir terjengkang kebelakang
Tangan mereka yang memegang gagang pedang, terasa perih dan kesemutan.
"Apa yang terjadi ?"
tanya Guo Yun ke Li Ba tanpa menoleh.
Sepasang mata Guo Yun menatap tajam kearah kedua orang yang berhadapan dengan nya.
"Kakak Yun ini bukan urusan mu, tolong bantu aku rawat Sian Sian.."
"Biar aku yang menyelesaikannya."
ucap Li Ba tak ingin melibatkan Guo Yun dalam masalah ini.
Li Ba menyerahkan Sian Sian yang masih pingsan di pondongan nya, ke Guo Yun.
Guo Yun terpaksa menerimanya, sehingga dia tidak punya waktu untuk mencampur lebih jauh.
Setelah Sian Sian ada yang menjaga, Li Ba menjadi tenang.
Sambil menghentakkan energi Genta emas mengelilingi tubuhnya.
Li Ba yang sepasang tangannya mengeluarkan energi listrik menyambar nyambar berkata,
"Sekarang mari kita selesaikan semuanya hingga tuntas.."
"Kalian bajingan tua yang hanya tahu membela anak dan menyiksa gadis kecil.."
"Majulah,.. hari ini aku tidak akan mengampuni kalian bajingan tua..!"
bentak Li Ba marah.
Li Ba melayang kedepan, dengan sepasang telapak tangan nya, yang di selimuti api halilintar biru menerjang kearah Guru Song dan Guru Ping.
__ADS_1
"Pukulan Halilintar menyambar pohon..!"