LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
SITUASI DI TEPI SUNGAI HAN


__ADS_3

Meng Yu di kawal oleh dua orang berpakaian putih, yang membawa pedang yang tergantung di pinggang mereka masing masing.


Mereka bertiga melayang ringan, mendarat di tepi hutan belantara.


Sambil menunggu rombongan pasukan Qin, naik keatas tepi hutan, yang posisi nya sedikit tinggi daripada posisi tempat pasukan Qin mendarat.


Meng Yu dan kedua pendampingnya menunggu hingga seluruh pasukannya berhasil naik keatas tepi hutan belantara.


Mereka baru melanjutkan perjalanan melintasi hutan belantara.


Saat tiba di mulut hutan Meng Yu memberi kode agar pasukan nya untuk berhenti bergerak.


Sambil menunggu hari gelap, Meng Yu membiarkan pasukannya beristirahat.


Sebelum melakukan serangan dadakan, Meng Yu melepaskan kode agar rombongan kapal kedua yang bergerak menuju perbatasan timur dan barat tepi sungai Han bergerak lebih dulu.


Rombongan kapal unit kedua yang melihat tanda yang di lepaskan oleh Meng Yu.


Mereka segera bergerak menyeberangi sungai Han, setelah berhasil mendarat.


Mereka segera menyusun barisan pendam dan jebakan di tempat itu.


Meng Da yang menyusun sendiri barisan pendam itu, seperti Meng Yu, Meng Da juga di kawal oleh dua orang jagoan pedang yang membawa pedang tergantung di pinggang.


Dari gerak gerik mereka yang cuek dan dingin, mereka berdua jelas adalah orang orang dunia persilatan yang bekerja untuk pihak Qin.


Di tempat lain Meng Yu yang terus menunggu hingga larut malam tiba, di mana bulan sudah tidak terlihat.


Hanya ada sinar bintang di langit, yang memberikan penerangan secara remang remang.


Saat Meng Yu sudah yakin sebagian besar pasukan harimau hitam sedang tidur lelap.


Dia pun memberi instruksi agar pasukan nya, bergerak secara diam diam mendekati pusat pertahanan dan perkemahan Jendral Xing.


Dua orang dunia persilatan yang menjadi pendamping Meng Yu bergerak lebih dulu.


Sebagai pembuka jalan, mereka berdua melesat ringan, berlarian diatas rumput, sebelum melayang keatas menara pengawas.


Dengan gerakan yang sangat cepat, di mana hanya terlihat bayangan berkelebat cepat, seberkas sinar berkilauan berkelebat kesana kemari.


"Singg..!" Singg..!" Singg..!"


"Cresss..! Cresss..! Cresss..!"


Tanpa sempat mengeluarkan suara, pasukan penjaga diatas menara, langsung tewas bergelimpangan di sana.

__ADS_1


Setelah mengamankan dua menara pengawas terdepan, mereka berdua memberi kode dengan cahaya api kecil berkedip kedip kearah Meng Yu.


Melihat kode itu, Meng Yu segera menugaskan sebagian pasukan panah nya, untuk naik keatas menara, menempati posisi strategis di atas sana.


Sedangkan dia bersama beberapa pasukan andalan nya, bergerak cepat melakukan pembantaian, terhadap pasukan penjaga, yang sedang melengut berdiri sambil memeluk tombak mereka.


Dengan mudah Meng Yu dan pasukannya menggorok leher para pasukan penjaga yang sedang kurang waspada itu.


Kedua orang dunia persilatan sudah berpindah ke menara pengawas lain, melakukan pembantaian.


Keadaan terus berlangsung dengan cepat, hingga memasuki sedikit kesebelah tengah perkemahan.


Pergerakan Meng Yu dan pasukannya pun ketahuan oleh petugas patroli.


Mereka segera mengepung Meng Yu, sambil memukul Kentungan tanda bahaya.


Dalam sekejab saja tempat itu sudah di penuhi oleh pasukan harimau hitam yang pada keluar dari kemah mereka masing masing dengan senjata lengkap di tangan.


Jendral Xing juga terlihat muncul diantara pasukannya, beliau di kawal oleh 4 orang komandan pasukan kepercayaan nya.


Posisi Meng Yu dan puluhan pasukan penyusup yang mengikutinya langsung terkepung rapat.


Tapi sebelum para pasukan pengepung menyerang mereka.


Dari atas puncak menara, terlihat anak panah berhamburan mengenai pasukan pengepung.


Pasukan Qin yang bersembunyi di luar wilayah perkemahan, langsung bergerak menyerbu datang dari segala arah.


Pertempuran di tengah malam buta pun pecah, setelah serangan pasukan Qin tiba, otomatis kepungan terhadap Meng Yu dan puluhan anggotanya pun mengendur.


Jendral Xing yang melihat jumlah pasukan Qin, yang datang melakukan serangan mendadak begitu banyak.


Dia segera melepaskan tanda bahaya ke udara, untuk meminta bala bantuan dari rekannya yang berjaga di tepi barat sungai.


Jendral Guan di kemahnya yang mendapat laporan tersebut, dia segera memimpin setengah dari pasukan nya, bergerak menuju tepi timur sungai Han, untuk memberikan bantuan.


Tapi pergerakan mereka tertahan oleh barisan pendam yang di pimpin oleh Meng Da.


Pasukan Jendral Guan menghadapi serangan anak panah dari barisan pendam pasukan Meng Da.


Pasukan Qin sudah memperbaiki Kekuatan alat pelontar panah dan anak panah mereka.


Sehingga kini mampu menembus baju Zirah pelindung pasukan harimau hitam.


Setelah pengalaman berulang kali bertemu dengan pasukan harimau hitam yang kebal senjata tajam.

__ADS_1


Kini pasukan Qin telah melakukan inovasi pada kekuatan senjata mereka.


Agar bisa menembus pertahanan pasukan harimau hitam.


Pasukan harimau hitam yang terkena serangan anak panah pada bertumbangan.


"Gunakan tameng lindungi diri..!'


"Bentuk pertahanan dua sisi..!"


teriak Jendral Guan memberi instruksi.


Meng Da tidak hanya memimpin pasukan pendam nya menyerang jendral Guan dan pasukannya.


Tapi dia juga memberi kode ke Meng Li saudaranya, untuk bergerak melakukan serangan serentak, kearah perkemahan jendral Guan, yang berjaga di tepi barat sungai Han.


Setelah serangan anak panah berhasil di tahan oleh tameng pasukan harimau hitam.


Meng Da langsung memimpin pasukannya, yang berjumlah dua kali lipat.


Melakukan pengepungan dan menghujani pasukan harimau hitam, yang sedang bertahan. Dengan hujan senjata tombak mereka.


Mereka terus menjepit pasukan harimau hitam dari dua sisi.


Selagi kekacauan sedang terjadi, kedua orang dunia persilatan yang menjadi pendamping Meng Da.


Bergerak cepat menyusup diantara pasukan harimau hitam, mendekati Jendral Guan dengan sangat cepat.


Saat berhasil mendekati Jendral Guan, mereka segera menyerang Jendral Guan dengan jurus jurus pedang mereka yang cepat dan sangat mematikan.


Dua komandan pasukan harimau hitam yang mengawal jendral Guan, demi melindungi atasan mereka.


Kedua komandan itu harus mengalami nasib naas tewas di bawah Tebasan Pedang kedua jagoan persilatan itu tepat di bagian leher mereka.


Sehingga darah langsung menyembur muncrat kemana mana, sebelum kedua komandan itu tergeletak berkelenjotan diatas tanah.


Tidak berhenti di sana kedua orang jagoan itu masih terus mengejar kearah Jendral Guan.


Jendral Guan menghadapi serangan kedua orang itu di bantu oleh dua orang komandan pasukan nya yang tersisa.


Meski 3 lawan dua, tapi pihak jendral Guan terlihat lebih terdesak dan tertekan oleh kecepatan dan keunikan gerak pedang kedua orang itu.


Meng Da sendiri tidak ikut terlibat langsung, dia lebih fokus memberikan pengarahan agar pasukan Qin mampu menahlukkan pasukan harimau hitam yang sedang terdesak.


Beberapa waktu kemudian kedua komandan pasukan yang membantu jendral Guan akhirnya tewas dengan jantung tertikam pedang kedua orang dunia persilatan itu.

__ADS_1


Kini satu lawan dua keadaan jendral Guan semakin terdesak dan kritis


__ADS_2