LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
MENGIKUTI KELAS BELAJAR


__ADS_3

"Li Ba kamu tebang dan kumpulkan kayu, terus isi air kedalam ember dan Tong besar itu hingga penuh semua nya."


"Aku yang bertugas mengangkut nya kedapur,..kita harus cepat selesaikan pekerjaan ini, agar ada waktu belajar hal lain.."


"Ba,..baik kak,.."


ucap Li Ba mulai menebang kayu, lalu mengumpulkan nya jadi satu.


Guo Yun membantu mengikatnya dengan akar rotan, setelah itu dia menggendongnya di punggung, sedangkan kedua tangannya, dia gunakan untuk angkat ember air.


Dengan cara itu pekerjaan nya, bisa menjadi lebih cepat.


Setelah mengatur pernapasan, dengan ringan tubuh yang di kuasanya, Guo Yun berlarian di atas rumput.


Kakinya hanya akan menotol ringan diatas rumput, saat tubuhnya merosot kebawah.


Dengan kerjasama seperti itu, tidak sampai 2 jam, semua pekerjaan mereka bisa di selesaikan dengan lebih cepat.


Setelah membersihkan diri di sungai dan berpakaian rapi, Guo Yun dan Li Ba, langsung pergi menemui Gongsun Li di pondoknya.


Gongsun Li yang baru keluar dari dalam pondoknya, sangat kaget melihat Guo Yun dan Li Ba sudah menunggunya di halaman depan.


"Ehh kalian berdua kenapa kemari, ? bagaimana dengan tugas yang ku berikan tadi pagi..?"


"Lapor kakak Li,.. semua pekerjaan dan tugas dari kakak sudah kami selesaikan.."


Gongsun Li menatap kedua orang itu dengan alis sedikit berkerut dan kurang percaya.


Biasanya untuk tugas itu, dia perlu 4 orang murid pria, itupun biasanya jelang makan siang, mereka baru bisa menyelesaikannya.


Tapi kedua orang ini tidak sampai dua jam udah selesai, ini sungguh sulit di percaya.


Meski dia tahu, baik Guo Yun maupun Li Ba memiliki tenaga besar, tapi itu juga tidak mungkin secepat itu.


Karena jarak hutan sungai dan pondok dapur dan tempat tinggal mereka, jaraknya cukup jauh.


"Kalian tunggu di sini, biar aku periksa dulu.."


ucap Gongsun Li, kemudian dia pergi mengecek hasil kerja Guo Yun dan Li Ba.


Tak lama kemudian Gongsun Li sudah kembali ke hadapan Guo Yun dan Li Ba.


Meski dia merasa bingung dan penasaran, tapi dia tidak banyak berkata kata,


"Kalian ikut dengan ku ke Aula utama, guru besar ada di sana.."


Guo Yun dan Li Ba mengangguk, lalu mereka mengikut di belakang Gongsun Li, menuju ruang aula besar Mo Cia Su Yuan.

__ADS_1


Di dalam aula yang besar dan luas, terlihat guru Mo Zi bertindak sebagai penengah, dua murid senior sedang berdebat.


Masing masing mengemukakan pendapat dan alasan mencari pembenaran diri.


Di sekelilingnya terdapat bangku bertingkat semua terisi murid senior.


Di sana tidak terlihat sedikitpun murid junior seperti Guo Yun dan Li Ba.


Gongsun Li berjalan menuju suatu pojok di mana terlihat Ching ke duduk menyendiri di sana.


"Salam kakak seperguruan pertama.."


ucap Guo Yun sambil memberi hormat, begitu dirinya tiba di dekat Ching ke.


Li Ba mengikuti Guo Yun memberi hormat, tapi dia tidak berkata apa-apa.


Ching ke hanya tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya kearah mereka berdua.


"Kalian berdua bebas cari tempat duduk, dengarkan dan pelajari baik baik, perdebatan kebenaran tata tertib kehidupan di depan sana."


ucap Gongsun Li kepada Guo Yun dan Li Ba dingin.


Guo Yun mengerti maksud dari ucapan Gongsun Li, yang artinya dia tidak ingin di ganggu oleh kehadiran Guo Yun dan Li Ba di sana.


"Baik kakak Li,.."


Meski hatinya terasa masam, tapi Guo Yun berusaha untuk mengerti.


Dia mencoba menghibur diri dengan berkata di dalam hati,


"Wajar saja mereka lebih akrab, karena mereka sudah kenal lama.."


"Sedangkan aku cuma orang baru, nanti bila sudah kenal lama juga akan akrab dengan sendirinya.."


"Sekarang aku lebih baik konsentrasi belajar apa yang bisa aku belajar, sesuai tujuan awal ku datang kemari.."


gumam Guo Yun dalam hati mengingatkan dirinya.


Tapi setelah mengikuti acara itu setengah harian, Guo Yun menemukan dirinya sana sekali tidak tertarik dengan pelajaran tersebut.


Jadi setelah kelas itu selesai, Guo Yun pun menunggu Gongsun Li di luar ruang Aula, Dia ingin bertanya kira kira selanjutnya mereka akan di antar ke bagian mana.


Ada beberapa murid senior wanita menghampiri Guo Yun dan mengajaknya berbicara.


Tapi Guo Yun mengabaikan mereka, dia malah menyodorkan Li Ba, untuk berbicara dengan mereka.


Akhirnya para gadis itu langsung bubar menjauh.

__ADS_1


Saat melihat Gongsun Li berjalan bergandengan tangan dengan Ching Ke keluar dari dalam kelas aula.


Meski hati nya merasa asam dan kecewa, Guo Yun tetap memaksa dirinya maju dan memberi hormat.


"Maaf kakak pertama, kakak kedua, apa kira kira, yang akan kami berdua pelajari selanjutnya..?"


Ching Ke memalingkan wajahnya menatap kearah Gongsun Li.


Dia malas untuk menjawab hal yang menurutnya tidak penting.


Baginya yang terpenting adalah belajar ilmu pedang, lain hal dia tidak perduli.


"Kalian berdua ikut dengan murid lain menuju keruang makan, untuk makan siang.."


"Setelah jam istirahat, kita akan mengikuti pelajaran mengenali teknologi, untuk menciptakan alat yang berguna membantu meringankan pekerjaan manusia.."


Mendengar penjelasan ini Guo Yun pun menjadi tertarik.


Guo Yun memberi hormat kearah Gongsun Li dan Ching ke secara bergantian, lalu berkata,


"Terimakasih kakak berdua atas penjelasannya, kalau begitu kami permisi."


Li Ba tidak berkata apa-apa, dia hanya mengikuti Guo Yun memberi hormat dan berlalu dari sana.


Guo Yun mengikuti antrian mengambil makan siang, meski dia dan Li Ba adalah murid junior.


Tapi semua orang tahu, dia dan Li Ba adalah murid langsung pemilik Su Yuan, selain itu mereka juga tahu Guo Yun dan Li Ba memiliki kekuatan dan kemampuan bela diri tinggi.


Jadi tidak ada yang berani menganggu atau mencari masalah dengan mereka berdua.


Sambil makan, sesekali Guo Yun melirik kearah meja Ching Ke dan Gongsun Li yang duduk semeja.


Guo Yun melihat Gongsun Li lebih banyak berbicara dengan penuh semangat, sedangkan Ching Ke hanya menanggapinya dengan sikap dan senyum datar.


Gongsun Li juga tidak berhenti memberikan lauknya ke mangkuk Ching Ke, bahkan kadang kadang menyuapi Ching Ke.


Melihat kemesraan itu, Guo Yun hanya bisa menarik pandangan beralih ke makanannya, meneruskan makan tanpa banyak bicara.


Guo Yun dan Li Ba menyelesaikan makan dengan cepat, setelah itu Guo Yun mengajak Li Ba meninggalkan ruang makan.


Mereka berdua duduk di bawah pohon rindang, sambil menunggu jam istirahat selesai.


Mereka menanti Gongsun Li mengantar mereka menuju kelas berikutnya.


Karena menunggu Gongsun Li, mau tidak mau Guo Yun harus sering sering memperhatikan kegiatan Ching Ke dan Gongsun Li.


Meski perasaan sedikit sakit, tapi Guo Yun menyimpan semuanya dalam dalam, tidak ingin ada yang mengetahuinya.

__ADS_1


__ADS_2