LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
KEPUTUSAN LIU PANG


__ADS_3

Tanpa menghiraukan Zhou Wei, Xiang Yu hendak meninggalkan kemahnya.


Tapi sebelum dia memimpin bawahannya yang jago bertempur meninggalkan kemah.


Dari bilik ruangan yang lain, Xiang Bo muncul dan berkata.


"Yu Er tunggu..!"


"Paman pertama hampir tidak bisa lagi..!"


"Dia memanggil mu kedalam..!"


Langkah Xiang Yu terhenti, saat mendengar ucapan paman kedua nya itu.


Xiang Yu menoleh kearah rekannya dan berkata,


"Kalian persiapkan pasukan kita, tunggulah di luar.."


"Aku setelah ini, akan segera temui kalian.."


"Siap Jendral.."


Jawab mereka berempat cepat.


Mereka segera meninggalkan tenda untuk bersiap siap.


Sementara itu Xiang Yu dengan wajah cemas, segera mengikuti Xiang Bo memasuki bilik bagian belakang, ruangan tersebut.


Di bilik ruangan lain terlihat Xiang Liang berbaring lemah dengan tubuh penuh perban luka.


Seorang tabib yang duduk di tepi pembaringannya, menatap kearah Xiang Yu dengan prihatin dan berkata,


"Aku sudah berusaha maximal, kamu bicaralah dengan paman mu.."


"Waktunya tidak banyak lagi.."


Xiang Yu mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih tabib.."


Setelah itu dia maju menggantikan tabib itu duduk di samping pembaringan Xiang Liang.


Sedangkan Xiang Bo berdiri di belakang Xiang Yu, sambil menghapus airmatanya yang runtuh melihat keadaan kakaknya.


Xiang Liang tersenyum lembut menatap kearah Xiang Yu dan berkata,


"Ji er, "


panggilan nama masa kecil Xiang Yu, hanya orang terdekatnya saja yang memanggilnya nama ini.


Selain ayah ibunya, Xiang Liang wali nya inilah, yang suka memanggil nama kecilnya ini.


"Ya paman.."


Jawab Xiang Yu cepat sambil memegang tangan pamannya dengan hangat.


"Ji er kamu akan menjadi penerus kebanggaan keluarga Xiang, seperti kakek mu kita Xiang Yan."


"Kamu adalah harapan kami semua.."


Xiang Yu mengangguk pelan, menanggapi ucapan pamannya.


Xiang Liang menatap Xiang Yu dengan serius dan berkata,


"Jie er,.. waktu paman tidak banyak lagi.."

__ADS_1


Xiang Yu langsung menggelengkan kepalanya dengan keras, dia berusaha menahan airmata nya agar tidak runtuh.


Sambil menahan mewek Xiang Yu berkata,


"Tidak paman,..paman pasti akan sembuh kembali.."


"Paman tidak boleh berkata seperti itu.."


Xiang Liang tersenyum pahit dan berkata,


"Ji er, keadaan paman, paman tentu lebih tahu dari siapapun.."


"Lebih baik kamu dengarkan baik baik pesan paman ini.."


"Ji er yang paling paman khawatirkan dan belum bisa tenang adalah emosi dan kepercayaan diri mu itu.."


"Kamu harus bisa mengontrolnya dengan baik.."


"Kedepannya saat paman tidak lagi di sisi mu, kamu harus ingat baik baik pesan pesan paman ini.."


"Agar paman bisa tenang disana.."


Ucap Xiang Liang pelan.


Xiang Yu mengangguk pelan, airmatanya sudah tak tertahankan, perlahan lahan mulai menetes runtuh kebawah.


"Ji er,.. kamu dengarkan paman,jangan mengejar dan berpikir untuk balas dendam, ini Medan perang.."


"Kemenangan akhir yang terpenting, kamu paham..?"


Xiang Yu tidak berani membantah, dia hanya bisa mengangguk dengan kepala tertunduk.


Xiang Liang mengulurkan tangannya membelai kepala keponakan nya dengan penuh kasih sayang dan berkata,


"Ji er,.. kamu dengarkan paman, Liu Pang kamu tidak boleh bunuh.."


"Bila kamu ingin percaya dengan seseorang, pertama adalah guru mu.."


"Kedua carilah Zhang Liang dan Han Xin mereka bisa membantu mu menguasai dunia.."


"Bila tidak berhasil dapatkan dukungan mereka, kamu bisa temui sahabat ku Fan Zeng di Ju Zhou, berikan surat ini padanya.."


"Panggil dia Ya Fu, turuti semua perkataan nya, apapun itu, dia pasti akan membantu mu jadi penguasa dunia.."


Ya Fu adalah panggilan untuk ayah kedua.


Selesai berkata, Xiang Liang menyerahkan sepucuk surat yang tersegel rapi dalam sebuah sampul surat.


Xiang Yu dengan kepala tertunduk menerima surat itu diatas kepalanya.


"Ji er siap mendengarkan dan menjalankan pesan Su Fu.."


Ucap Xiang Yu penuh hormat.


Su Fu artinya paman yang menggantikan ayahnya.


Suatu ucapan penghargaan buat paman yang menjadi wali orang tua kandungnya.


Xiang Liang tersenyum puas dan berkata,


"Ji Er,.. paman sekarang sudah bisa pergi dengan tenang,.. "


"Jagalah dirimu baik baik.."


Selesai berkata, Xiang Liang menarik dan menghembuskan nafas panjang, sepasang matanya langsung mendelik keatas, sebelum kemudian terpejam.

__ADS_1


Jendral tua itu sudah menghembuskan nafas terakhirnya.


Melihat hal itu Xiang Yu pun berkata,


"Ji er tidak akan menangis, Ji er akan ikuti nasehat dari Su Fu.."


Xiang Yu selesai berkata, dia menghapus sisa airmatanya, kemudian sambil menahan mewek dia memejamkan matanya.


Setelah menghela nafas panjang tiga kali berusaha menahan kesedihan nya.


Dia perlahan bangkit berdiri dan berkata,


"Paman kedua tolong urus jasad Su Fu baik baik, aku masih ada urusan lain ke kota Lang Ya.."


Xiang Bo mengangguk pelan sambil menahan tangis, melepas kepergian kakaknya.


Xiang Yu segera melangkah keluar dari dalam bilik ruangan kemah.


Saat keluar dari dalam kemah, Zhou Wei kembali menghadang di depan Xiang Yu dan berkata,


"Yu Er kamu tidak pikirkan diri mu, setidaknya kamu harus pikirkan nasib rekan mu sahabat mu dan bawahan yang setia dengan mu.."


Xiang Yu menanggapi ucapan Zhou Wei dengan senyum pahit dan berkata,


"Aku mengerti maksud baik paman Zhou, aku menerimanya di dalam hati.."


"Terimakasih.."


"Maafkan sikap Ku yang kurang sopan tadi.."


Ucap Xiang Yu sambil menjura penuh hormat kearah Zhou Wei.


Zhou Wei menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Kita orang sendiri, berada dalam satu perahu, tak perlu sungkan.."


Xiang Yu mengangguk dan berkata,


"Paman Zhou benar, aku memang tidak boleh emosi mengejar Zhang Han.."


"Sekarang aku ingin pergi ke kota Lang Ya, harap paman Zhou bisa bantu kabari situasi di sini ke guru ku.."


Zhou Wei menghela nafas lega, dua tersenyum lebar dan berkata,


"Baik,.. itu memang tugas ku.."


"Aku akan segera melakukan nya.."


"Kamu berhati hatilah dalam perjalanan aku tidak antar lagi.."


Ucap Zhou Wei cepat.


Setelah saling menjura mereka berdua pun berpisah.


Xiang Yu segera mimpin bawahannya menuju kota Lang Ya.


Sementara Itu di tempat lainnya, Liu Pang dengan strategi perang,yang di berikan oleh Cao Shen.


Dia akhirnya berhasil mengambil alih kota Lang Ya dengan mudah, setelah mereka berhasil menjebak dan membunuh komandan pasukan penjaga kota Lang Ya.


Liu Pang memasuki kota Lang Ya di sambut dengan sangat baik oleh penduduk setempat.


Karena dia memperkenalkan diri nya berasal dari kalangan rakyat kecil, yang akan memperjuangkan nasib rakyat kecil yang senasib dengan nya.


Dia juga melarang keras pasukannya menjarah merampas dan menculik wanita di kota Lang Ya.

__ADS_1


Pejabat kota Lang Ya, dia serahkan ke rakyat untuk di hukum, harta nya dia bagikan ke semua rakyat miskin di kota Lang Ya.


__ADS_2