LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE

LEGENDA PANGERAN NEGARA YUE
TEMPAT RAHASIA


__ADS_3

Guo Yun menghela nafas sedih dan berkata,


"Apa tidak ada cara lain ya, kek ?"


Tanya Guo Yun sambil menatap Kui Yi Sian Seng penuh harap.


Kui Yi Sian Seng menghela nafas panjang dan berkata,


"Sayangnya, aku harus katakan tidak ada, anak muda."


"Satu satunya jalan adalah, pindahkan racun mu ke wanita yang berhubungan badan dengan mu.."


"Lakukan secara terus menerus, hingga racun itu bersih, lalu kamu minum obat resep ku secara teratur.."


"Nanti ingatan mu, bakal pulih dengan sendirinya. "


ucap Kui Yi Sian Seng.


Dia lalu mulai menulis resep dan cara mengolahnya untuk diberikan ke Guo Yun.


Guo Yun duduk termenung dan terdiam cukup lama, dengan tatapan mata kosong.


Dia terus menatap kearah Kui Yi Sian Seng yang terlihat sedang sibuk menulis, di selembar kertas.


Selembar demi selembar, sebelum akhirnya dia menyerahkan semua kertas penuh tulisan itu kepada Guo Yun, dan berkata,


"Simpan saja dulu resep resep ini baik baik, bila nanti racun mu sudah benar benar bersih."


"Resep resep ini akan sangat berguna bagi mu .."


Guo Yun menerima dan menyimpannya dengan tatapan mata kosong.


Sesaat kemudian baru berkata


"Terimakasih banyak kakek tabib.."


Lalu dengan senyum sedih, Guo Yun menoleh kearah Kui Zi Sian Seng dan berkata,


"Kakek senior, sudah tiba waktunya kita berpisah.."


"Kakek senior sudah aman kembali kerumah, tugas ku boleh di bilang sudah beres.."


"Sekarang waktunya pamit.."


ucap Guo Yun sambil memberi hormat kearah Kui Zi Sian Seng dan Kui Yi Sian Seng.


Setelah itu, dia langsung membalikkan badannya, ingin meninggalkan tempat tersebut.


"Ehh anak muda tunggu dulu, apa kakek boleh tahu apa tujuan ? dan rencana mu setelah keluar dari sini..?"


tanya Kui Zi Sian Seng, ingin tahu dan penasaran.


Guo Yun pergi begitu saja, tanpa meminta sesuatu, yang berharga darinya.


Seperti kitab pusaka rahasia alam semesta, yang menjadi kebanggaan nya..


Di mana dia sempat menggunakan rahasia itu untuk menjadi pancingan nya, agar Guo Yun tertarik, dan membantunya keluar dari dalam neraka perut bumi.


Tapi kiini Guo Yun tampak tidak membahas hal itu sama sekali.


Di dalam hati Kui Zi Sian Seng, jadi tidak berhenti menduga duga.

__ADS_1


Apa dia telah salah duga, atau Guo sangat pandai menyimpan keinginan, sama seperti Lu Bu Wei, murid murtad nya itu.


Dia harus sangat berhati-hati dalam hal ini, kitab pusaka itu bagaikan pisau bermata dua.


Sekali jatuh ketangan yang salah, akibatnya di belakang, akan sulit di bayangkan.


Dunia bisa mengalami kekacauan dan bencana yang tidak kecil.


Dosa nya, sebagai penjaga amanat leluhur, selamanya tidak akan pernah bisa termaafkan, bila terjadi kesalahan..


pikir Kui Zi Sian Seng, terus menimbang bolak balik.


Guo Yun yang menghentikan langkahnya, sambil tersenyum sedih, dia berkata,


"Bila bisa kembali ke neraka perut bumi, tentu aku akan dengan senang hati pilih kembali kesana.."


"Daripada menjadi monster penyebar maut bagi orang lain.."


"Sayangnya, kembali kesana adalah tidak mungkin.."


"Jadi aku sudah putuskan, akan bersembunyi di hutan kabut, sambil menunggu ajal ku tiba.."


"Harap kakek berdua ingatkan kepada seluruh penduduk di sini.."


"Bila bulan purnama tiba, terutama wanita.."


"Janganlah pernah berkeliaran di sekitar hutan berkabut.."


ucap Guo Yun berpesan.


Setelah itu dia kembali melanjutkan langkahnya, ingin meninggalkan tempat itu.


Kui Zi Sian Seng menatap kearah adiknya meminta pendapat.


Melihat persetujuan dari adiknya, Kui Zi Sian Seng pun mengangguk dan berkata,


"Anak muda tunggu,..!"


"Aku tahu satu tempat yang sangat cocok untuk mu, tempat itu akan jauh lebih aman."


"Ketimbang kamu bersembunyi di dalam hutan kabut.."


Guo Yun menghentikan langkahnya, menatap kearah Kui Zi Sian Seng dan berkata,


"Kakek senior serius..?"


Kui Zi Sian Seng sambil tersenyum berkata,


"Kamu gendong aku lagi, aku akan tunjukkan tempatnya untuk mu.."


Guo Yun mengangguk patuh, lalu dia berjalan kembali menghampiri Kui Zi Sian Seng.


menggendongnya, kemudian mengikuti petunjuk kakek itu, bergerak meninggalkan kediaman Kui Zi Sian Seng.


"Ambil jalan kesebelah selatan sana, ikuti jalan pinggir sungai kecil ini.."


ucap Kui Zi Sian Seng memberi petunjuk.


Guo Yun mengikuti petunjuk itu, hingga tiba di tepi sebatang sungai berair hitam kelam.


Karena cuaca saat itu sedang gelap gulita, tidak ada cahaya bintang maupun bulan di angkasa.

__ADS_1


Seluruh tempat itu jadi terlihat gelap gulita, air sungai pun ikut terlihat gelap dan Hitam kelam.


Guo Yun menggunakan mutiara hijaunya, sebagai penerangan.


Untuk menyusuri tepian sungai, dan terus bergerak menuju arah selatan, sesuai petunjuk Kui Zi Sian Seng


Akhirnya Guo Yun tiba di sebuah tebing tinggi, di mana air sungai ternyata berasal, dari sebuah gua besar, yang terletak di bawah tebing.


"Anak muda seberangi sungai ini dulu.."


ucap Kui Zi Sian Seng memberi petunjuk.


"Baik kek.."


jawab Guo Yun singkat.


Lalu Guo Yun dengan ilmu ringan tubuhnya, dia mencoba berlompatan di atas batu batu, yang menonjol keluar dari dalam sungai.


Dengan menotol di atas batu batu sungai, Guo Yun terbang ringan diatas sungai, menyeberang seperti seekor capung.


Di penghujung batu, ada sungai yang lebar dan berarus deras.


Karena tidak ada batu sungai yang menonjol keluar dari dalam sungai.


Guo Yun terpaksa berlari miring menotol dinding tebing, diatas gua.


Hingga akhirnya, dia berhasil tiba di seberang, dengan selamat bersama Kui Zi Sian Seng, yang tak pernah lepas dari gendongannya.


"Anak muda ambil arah barat, hingga tiba di kuil bobrok 18 arahat.."


"Temukan arahat Xiang Lung dan Xiang Hu."


"Masing masing patung, Putar 3 kali ke kiri setengah lingkaran, lalu putar kembali kekanan setengah lingkaran sebanyak satu kali.."


Guo Yun mengangguk paham, dia menggunakan ilmu ringan tubuhnya, berlari bagaikan terbang.


Untuk mempercepat pergerakan mereka tiba di lokasi.


Sesuai petunjuk arahan dari Kui Zi Sian Seng.


Akhirnya Guo Yun menemukan lokasi kuil bobrok, yang di carinya.


Kuil itu ternyata terletak ditengah tengah hutan bambu.


Guo Yun langsung melangkah melewati halaman kuil, dia langsung menuju bangunan kuil yang tak terawat itu.


Di dalam kuil terlihat berjejer 18 patung, yang terlihat penuh debu dan sarang laba-laba.


Kuil itu juga terlihat rusak di sana sini, tapi patung patung nya masih bisa di kenali, yang mana patung Xiang Lung dan mana patung Xiang Hu.


Mengikuti petunjuk dari Kui Zi Sian Seng, Guo Yun mencoba menggeser patung berat itu, sesuai petunjuk.


"Setelah ini, patung Buddha yang ada di tengah ruangan itu."


"Tarik telapak tangan nya yang menghadap kedepan, hingga menghadap ke bawah.."


ucap Kui Zi Sian Seng kembali memberi petunjuk.


Tempat apa yang akan di tunjukkan oleh kakek aneh penuh rahasia ini.


pikir Guo Yun dalam hati.

__ADS_1


Tapi pada akhirnya, dia tetap mengikutinya tanpa banyak tanya.


__ADS_2