Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 101 Hatinya Sedikit Tersentak


__ADS_3

Kemudian, Kaisar Zhaolie meletakkan mangkuk obat itu di atas meja dan menyipitkan matanya. Tiba-tiba Kaisar Zhaolie menggigit bibir Qin Ruojiu yang mungil dan merah itu lalu berkata dengan nada yang dingin di dekat bibirnya, “Wanita, kalau saja kamu berani mati, Kaisar akan membiarkan semua orang yang ada di istana Fengyi mati bersamamu. Kasiar tahu kamu bisa mendengar apa yang saya katakan. Kaisar mau mengingatkanmu apa yang saya katakan akan saya lakukan. Bagusan kamu nurut, kalau besok Kaisar masih belum melihatmu bangun, Kaisar akan membunuh orang yang paling kamu sayangi, Lu’Er.”


Setelah selesai berbicara, Kaisar Zhaolie baru melepaskan gigitan di bibir Qin Ruojiu. Pada saat itu Qin Ruojiu bergerak sedikit dan mengerutkan keningnya.


Kaisar Zhaolie pun tersenyum dingin melihat hal itu. Kelihatannya Qin Ruojiu mendengar apa yang dia katakan. Kalau begitu, masalah selanjutkan akan jadi lebih mudah diatasi.


Setelah itu, Kaisar Zhaolie pun memerintahkan pelayan istana untuk mengambilkan obat yang baru untuknya. Dengan pengalaman kali itu, kali ini Kaisar Zhaolie memakan obat itu lalu memasukkannya ke dalam mulut Qin Ruojiu dan mendoronya masuk dengan lidahnya.


Kali ini Qin Ruojiu sudah lebih nurut. Dia pun menelan obat itu selain itu dia memakan obat itu sampai bersih tidak tersisa. Meskipun Qin Ruojiu sedang tidak sadarkan diri, tetapi di saat kedua bibir mereka bertemu, detak jantung Kaisar Zhaolie berdebar dengan kencang. Ketika bibirnya bersentuhan dengan bibir Qin Ruojiu yang lembut dan lembab itu, hatinya mulai tersentak dan ada perasaan tidak biasa di dalam hatinya.


Gawat, kenapa dia bisa memiliki perasaan seperti itu pada Qin Ruojiu, perasaannya itu terbilang cukup besar.


Kemudian dia melirik untuk melihat wajah Qin Ruojiu yang putih bagaikan bunga melati itu dan tiba-tiba dia merasa sedikit perasaan sedih dan menyesal di dalam hatinya.

__ADS_1


Setelah itu, Kaisar Zhaolie langsung menutup kembali wajahnya dengan cadar hitam lalu mengerutkan keningnya dan mengutuk wanita ini. Lalu dia menarik selimut dan menutupi tubuh Qin Ruojiu lalu berjalan keluar dengan panik dan bingung.


Ilmu sihir apa yang digunakan wanita ini padanya, kenapa dia yang tidak pernah memiliki perasaan seperti itu padanya tiba-tiba dalam sesaat muncul perasaan ingin memilikinya? Tidak, dia tidak seharusnya memiliki perasaan seperti itu pada wanita ini, dia hanyalah wanita rendahan yang berhati baja.


Wanita ini sudah memperlakukannya dengan cara yang tidak wajar, dia seharusnya dihukum dan disiksa. Tidak seharusnya dia memiliki perasaan seperti itu padanya.


Keesokan harinya Qin Ruojiu pun tersadar.


Dia pun langsung memberitahukan kabar gembira itu pada Xiao Huan dan Yan’Er. Ketika mereka berdua mendengar kabar tersebut, mereka pun sangat terkejut dan bahagia. Karena ketika Nyonya sakit, Kaisar Zhaolie terlihat sangat mengerikan. Dia tidak pernah memberikan kabar terlebih dahulu dan datang secara tiba-tiba. Hal itu membuat mereka benar-benar terkejut dan takut.


Ketika melihat mereka bertiga dan tersenyum sambil menangis itu, Qin Ruojiu pun tahu mereka sedang merayakan kehadirannya kembali dari kematian.


Sebenarnya dia harus mati. Jelas-jelas dia sudah melihat hantu pencabut nyawanya datang menghampirinya, tetapi ketika di setengah jalan, ada orang yang datang menakutinya.

__ADS_1


Orang itu memberitahukannya jika dia tidak kembali, dia akan membunuh semua orang. Karena Qin Ruojiu takut, akhirnya dia pun membalikkan badannya dan tidak berjalan mengikuti hantu pencabut nyawa.


Ketika dia terbangun, dia pun tahu dia sudah hidup kembali. Dia juga tahu sebentar lagi dia akan menerima siksaan tiada henti yang mengerikan itu.


Lu’Er melihat ke arah Nyonya yang hendak duduk diam di atas kasur. Tatapan matanya itu terlihat kosong, pasrah dan sedikit kecewa. Wajahnya tampak putih pucat dan terlihat seperti orang yang kehilangan setengah dari arwahnya.


Lu’Er yang melihat itu pun terkejut dan langsung menggenggam tangan Qin Ruojiu yang dingin bagaikan es dan berkata, “Nyonya … Nyonya ….”


Qin Ruojiu melihat ke arah Lu’Er dengan tatapan yang dalam. Setelah itu dia melihat ke arah lain dan tidak mengatakan apa-apa padanya.


Ketika Lu’Er dan Xiao Huan menyadari hal itu, mereka pun ketakutan dan saling melihat satu sama lain. Kemudian mereka membalikkan badan mereka dan mulai berbisik.


Qin Ruojiu tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan, tetapi dia samar-samar mendengar kata ‘Kasiar’. Dia tahu setelah dia siuman, orang pertama yang harus mendapatkan kabar itu adalah Kaisar.

__ADS_1


__ADS_2