
Mendengar itu, kaisar Zhaolie langsung mendorong dia dengan kesal. Setelah itu dia mengambil baju dari ranjang dan memakainya.
Muka Su Zhen’er yang didorong langsung memerah. Sementara kaisar sudah tidak ada rasa tertarik sama sekali, dia bertanya kepada Qin Ruojiu: “Permaisuri, mau mengembalikan barang apa?”
Su Zhen’er berdiri dan mengeluh: “Kaisar……”
Kaisar Zhaolie mengerutkan alisnya, “Diam!”
Su Zhen’er terkejut dan langsung tidak berani bicara apa-apa.
Kaisar Zhaolie berjalan ke sebelah Qin Ruojiu, “Jarang-jarang permaisuri bersedia datang ke sini, aku tidak tahu kamu mau memberikan aku apa?”
Qin Ruojiu tidak melihat dia, dia hanya menundukkan kepalanya, setelah beberapa saat dia baru berkata: “Bukan aku mau kasih, tapi batu giok ini kaisar sendiri yang jatuhkan di tempat aku, sekarang aku mau mengembalikannya.” setelah bicara, Qin Ruojiu masih menundukkan kepalanya, setelah beberapa saat dia baru memberikan batu giok tersebut kepada kaisar.
__ADS_1
Kaisar tidak langsung mengambil batu giok di tangan Qin Ruojiu, tapi dia menatap mukanya yang sedang ditundukkannya itu.
Melihat kaisar tidak merespon beberapa saat, hati Qin Ruojiu menjadi tegang, maka dia mengangkat kepalanya sedikit dan berkata: “Kalau kaisar tidak mau mengambilnya langsung, maka aku akan taruh di atas meja, kalau kaisar mau bisa langsung diambil!” setelah bicara, dia langsung mau pergi.
Tidak disangka kaisar Zhaolie langsung menarik tangan dia. Bibirnya menunjukkan senyuman yang aneh, tanpa rasa takut dia memainkan tangan Qin Ruojiu, hawa nafsu yang sangat besar terlihat dari matanya.
Dia berkata: “Kenapa? Kamu setakut ini dengan aku? Kamu mau kabur?”
Qin Ruojiu tidak menyangka kaisar akan memegang tangannya, maka dia menatap kaisar dengan sedikit takut. Dia berusaha melepaskan tangannya, tapi tangan dia malah dipegang semakin erat oleh kaisar.
Kaisar menatap dia, “Permaisuri, kamu barusan melihat aku sedang apa tidak?”
Qin Ruojiu mengerutkan alisnya, “Ah…… sakit sekali……” rasa sakit membuat dia berteriak, kukunya yang berwarna pink menusuk kulit tangan kaisar sampai mengeluarkan darah.
__ADS_1
Kaisar Zhaolie sepertinya juga menyadari kekerasan dirinya membuat dia sakit, maka dia melonggarkan tangannya sedikit, “Kamu dengar pertanyaan aku tidak?”
Qin Ruojiu tahu kalau dirinya tidak menjawabnya, maka dia pasti akan benar-benar marah.
Dia menjawab: “Aku tidak berani ikut campur dengan apapun yang dilakukan oleh kaisar, aku juga tidak melihat apa-apa barusan.”
Mendengar itu, muka kaisar Zhaolie menjadi serius, “Kamu benar-benar tidak melihat apa-apa?”
“Tidak!” jawab Qin Ruojiu dengan datar.
“Kamu ini……” dengan kasar dia menggendong Qin Ruojiu lalu dia berjalan ke arah istana Zhaolie.
Bab selanjutnya Bab 126 Karena Kamu Sedang Cemburu
__ADS_1
Qin Ruojiu yang ketakutan langsung memeluk dia erat-erat, “Turunkan aku, turunkan aku, kamu mau apa?”
Kaisar Zhaolie tidak berhenti mendengar teriakan dia, dia malah mempercepat langkah kakinya. Benar, wanita ini bisa-bisanya tidak ada respon sama sekali melihat dirinya sedang bersenang-senang dengan wanita lain. Sialan, apakah dia memang sangat tidak peduli dengan dirinya? Memikirkan ini, hatinya menjadi penuh dengan amarah dan membuat dia tidak bisa mengendalikan dirinya.