
Hello! Im an artic!
Tatapan mata seperti itu, siapapun juga tidak ada yang rela untuk mengecewakannya dan membuatnya sedih. Namun ketika teringat kembali ucapan Paman Long dan juga keamanan seluruh Kastil Wuyou, She Jingtian terpaksa harus membuat keputusan berikutnya, jadi dia menunduk dan berkata dengan suara lembut: “Wushuang, aku bertindak ceroboh tadi malam, aku akan menerima semua hukuman darimu.”
Ucapan ini membuat Ye Wushuang terpaku bagai tersambar petir di siang hari, dadanya seketika terasa sangat sakit, Ye Wushuang membelalakkan matanya dan menatap She Jingtian dengan tidak percaya. Selama ini dirinya tidak percaya bahwa She Jingtian adalah orang yang ceroboh dan sembrono. Jika dia benar-benar bertindak ceroboh, lalu apa artinya setiap pengakuan penuh kasih sayang ketika mereka saling menjerat satu sama lain tadi malam?
Hello! Im an artic!
Wajah Ye Wushuang seketika menjadi pucat, matanya yang sudah dilapisi oleh kabut akhirnya mengerti.
Angin sepoi-sepoi berhembus, tubuhnya yang kurus dan lemah itu tampak sedikit kesepian dan tidak berdaya, gaun putih pucatnya itu tersapu angin, rambut panjang sehalus sutra itu berkibar tertiup angin.
Ye Wushuang mengangkat kepalanya, akhirnya bersedia menatap langsung ke arah pria yang tampan dan sangat luar biasa di hadapannya ini.
“Aku mengerti, aku juga sudah melupakan apa yang terjadi tadi malam.”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Kalimat itu diucapkan dengan begitu tegas, sudah seperti kepribadiannya yang tegar dan juga keras kepala.
Setelah She Jingtian mendengar ucapan itu, sepasang tangannya terkulai dengan lemah, wajahnya menunjukkan raut kesulitan, terdapat rasa kehilangan dan kelelahan yang tak tertahankan di matanya yang kelam itu.
Pada saat ini, Ye Wushuang memiringkan tubuhnya dan berjalan di hadapannya, tapi She Jingtian malah tidak memiliki keberanian untuk menatapnya lagi.
Tubuh Ye Wushuang yang lemah begitu ramping, seolah-olah dia akan melayang kapan saja saat angin berhembus, pada saat ini She Jingtian sangat ingin menahannya, bahkan dirinya ingin memeluknya, tapi She JIngtian tahu bahwa dirinya tidak bisa melakukan hal itu.
Ye Wushuang berkata dengan nada dingin, tidak ada keluhan, tidak ada kebencian, tidak ada kegembiraan, tidak ada kebahagiaan, sudah seperti bisikan pelan dari jiwa yang sudah akan menghilang.
She Jingtian tertegun sejenak ketika mendengarnya, raut wajahnya tampak malu dan gelisah, dia lalu memanggil: “Wushuang…”
Suara ini telah didengarnya ribuan kali, dirinya juga terobsesi ribuan kali, tapi tidak sekali pun Ye Wushuang memiliki perasaan ingin melarikan diri atau bahkan jijik seperti kali ini.
__ADS_1
“Tuan Penguasa Kota, apa ada urusan?” Ye Wushuang menatapnya dengan tatapan datar, benar-benar seperti dua orang yang berbeda jika dibandingkan ketika pada saat dia datang tadi. Pada saat ini, hati Ye Wushuang sudah mati, sudah tidak ada lagi emosi apapun.
She Jingtian tahu Wushuang adalah wanita dengan kepribadian seperti ini. Dirinya benar-benar sangat menyesal karena sudah mengucapkan kalimat tadi.
“Wushuang, jangan seperti ini, jika kamu merasa aku menyakitimu, maka katakan saja, aku akan memberikan kompensasi padamu, bagaimana?” She Jingtian berbicara padanya dengan nada memohon, karena She Jingtian tidak tahan dengan nada dan tatapan mata Wushuang pada saat ini, seakan tidak peduli berapa banyak pun, semua itu tidak akan cukup untuk menebus rasa sakit hatinya.
Sedangkan Ye Wushuang malah tersenyum padanya, senyum itu begitu dingin dan juga asing, dan juga terdapat sentuhan ironi dan dingin: “Aku tidak tahu apa yang telah dilakukan oleh Tuan Penguasa Kota, aku tidak menerima luka apapun, jadi tidak ada kompensasi yang dibutuhkan.”
“Wushuang… Ada beberapa hal yang tidak bisa kujelaskan padamu sekarang. Tapi kuharap kita bisa sama seperti sebelumnya, kamu masih akan menemani di sisi Min’er, aku hanya ingin melihatmu bahagia, itu sudah cukup.” Ya , selama Ye Wushuang tetap di sini, tunggu ketika tujuannya sudah tercapai, dirinya pasti tidak akan mengecewakan Ye Wushuang.
Ye Wushuang kembali tertawa, kali ini tawanya itu lebih sinis dan terdengar tidak nyaman dibanding sebelumnya: “Aku tidak akan membuat Tuan Penguasa Kota kesulitan.”
She Jingtian tidak mengerti maksud ucapan Ye Wushuang, berpikir Ye Wushuang benar-benar akan melakukan apa yang diinginkannya, tanpa sadar She Jingtian mengulas senyum yang bahkan dirinya sendiri merasa tidak nyaman: “Baguslah kalau begitu…” Tapi, apa benar-benar bagus?
Ye Wushuang tidak tahu bagaimana dirinya meninggalkan Paviliun Zhaixing, dirinya hanya merasa tubuhnya sangat tidak bertenaga, perasaan itu terasa begitu ringan, seolah-olah satu-satunya jejak kekuatan di tubuhnya juga sudah terkuras oleh kesedihan.
__ADS_1