Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 34 Akan Mempermalukanmu


__ADS_3

Selir Lah tidak paham, “Kakak, mengapa kamu tertawa?


“Di dalam istana, demi merebut kasih sayang, semua orang memiliki siasat masing-masing, berapa banyak wanita yang diasingkan ke istana yang dingin dan dilupakan begitu saja? Semua itu terjadi karena ketamakan. Walaupun siasatmu ini berhasil hari ini, tetapi bisa saja akan ada orang yang menggantikan kamu besok, dan menjatuhkanmu dengan siasat yang sama. Selir Lan, dengarkan nasihatku, kamu boleh menyusun rencana untuk melindungi dirimu sendiri, jangan memiliki niat untuk mencelakakan orang lain. Jika kamu berpikir terlalu jaug, maka malapetaka akan mendatangimu. aku terus terang saja, aku tidak ingin merebut kasih sayang Sang Kaisar, walaupun aku ingin melakukannya, dengan rupaku ini, Yang Mulia juga tidak akan memperhatikanku. aku hanya ingin menjaga diri aku sendiri, kamu harus tahu, air bisa membawa perahu, tapi juga bisa menenggelamkan perahu. Walaupun kamu menjadi orang terdekat Yang Mulia, kamu juga bisa menjadi sasaran semua orang. Semakin banyak kehormatan yang kamu dapat, semakin terancam pula dirimu. Semua ini adalah didikan ayahku sebelum aku masuk ke istana, walaupun hal yang aku ingat tidak terlalu banyak, tetapi aku selalu mengingat nasihat ayahku, orang yang paling menyayangiku dan tidak akan pernah menyakitiku.”


Usai mendengar perkataan Qin Ruojiu, ekspresi wajah Selir Lan berubah, dia berusaha menahan amarah dalam hatinya, kemudian melirik Qin Ruojiu, “Aku sangat salut karena Permaisuri memang tidak ingin berebut kasih sayang. Tetapi tidak semua orang di istana akan berpikir sepertimu, terima kasih atas nasihatmu, aku berharap kamu hidup dengan tentram. Tapi walau kamu melindungi dirimu sendiri, bukan berarti orang lain tidak akan menjatuhkan kamu. jangan lupa, kamu adalah permaisuri.”


“Karena aku adalah permaisuri, maka aku harus menjadi contoh, menunjukkan sikap ibu negara yang baik, tidak boleh terbawa oleh sifat tamak, benci, iri, dengki dan sifat buruk lainnya.”


Selir Lan malah menyindir, pandangan matanya yang seperti api itu, terus menatap Qin Ruojiu, tangannya menggenggam sapu tangan sutera dengan erat, ” Yang Mulia Permaisuri sangat berlapang dada, Parmaisuri adalah contoh yang baik. Sebagai adik, aku merasa aku kalah jauh.”


“Aku hanya ingin menjalankan kewajibanku. Lihat saja makanan di meja ini, walaupun tidak ada Yang Mulia, tetap bisa dinikmati.”

__ADS_1


“Pikiran Kakak benar-benar terbuka!” Selir Lan mendengus.


Hatinya dipenuhi kemarahan pada wanita bodoh ini!


Padahal ia ingin bekerja sama dengannya, tapi tak disangka, Permaisuri malah menyindirnya. Dia harus membalas dendam ini.


Kalau dia mau sok suci, maka dia harus siap menerima semua akibatnya!


Apakah ia mengira posisi permaisurinya ini tak tergoyahkan? Lihat saja nanti.


Karena tidak ingin membuat suasana menajadi canggung, Qin Ruojiu berusaha mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Selir Lan mengelap bibir lalu bangkit, “Terima kasih atas pejamuan Kakak Permaisuri pada hari ini. Lan’er sudah kenyang.”


“Kamu tidak ingin melanjutkan obrolan kita lagi?”


“Tidak. Lan’er masih ada urusan di istanaku, Lan’er mohon pamit.”


“Kalau begitu aku tidak akan memaksa. Silahkan, Selir Lan!”


“Iya!”


Selir Lan memberi hormat, lalu pergi tanpa menoleh kembali.

__ADS_1


Setelah sia udah pergi jauh, Qin Ruojiu baru merasa lega. Dia pun sudah tidak tertarik dengan makanan lezat di atas meja.


Saat ini, Lu’Er keluar dari ruangan samping, kemudian bertanya pada Permaisuri yang terbengong, “Permaisuri, sepertinya kamu hanya makan sedikit.”


__ADS_2