
Hello! Im an artic!
Tidak, dia pasti masih memiliki jalan lain. Tepat ketika Ji Xingyun sudah memastikan semua ini, siapa tahu Ye Wushuang sudah berpamitan dan undur diri pada Ibu Suri.
Hanya seperti itu, sama sekali tidak memiliki niat untuk merebut rasa sayang, sama sekali tidak memiliki niat untuk menyanjung dan mencari perhatian. Seolah kedatangannya itu hanya untuk menuruti perintah Ji Xingyun saja. Tapi semua orang tahu bahwa cahaya lampu yang dipasang itu untuk menarik perhatian Ibu suri. Jelas-jelas sudah mendapat perhatian, tapi mengapa Qin Ruchen malah bersikap begitu meremehkan? Sejak kapan metodenya itu menjadi begitu dalam dan bahkan Ji Xingyun sendiri juga sulit untuk menebaknya?
Hello! Im an artic!
Sebelum meninggalkan jamuan, wanita yang duduk di barisan tempat duduk para menteri utama kemudian perlahan bangkit.
Terdapat sedikit rasa tidak rela di wajahnya yang biasanya terlihat baik hati dan juga sangat cantik itu, dia berkata dengan air mata berlinang: “Kakak…”
__ADS_1
Ye Wushuang meliriknya sekilas dengan acuh, seringai aneh muncul di sudut bibirnya.
Untungnya wajahnya ditutupi oleh cadar, tidak ada yang bisa melihatnya. Wanita ini benar-benar cantik, gambaran dari bunga teratai putih yang suci dan indah, benar-benar dapat memikat jiwa seorang pria. Pada waktu itu pemilik tubuh ini kalah di tangannya, hal itu benar-benar tidak terduga. Tapi sekarang, Ye Wushuang tidak akan sebodoh itu.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang hanya berpura-pura tidak mendengarnya, menundukkan kepala kemudian pergi.
Tidak disangka, wanita bergaun putih itu malah langsung menerjangnya, dalam situasi begitu tiba-tiba, tidak tahu bagaimana caranya, Ye Wushuang tiba-tiba membungkuk dan jatuh ke tengah aula. Jika bukan karena sepasang tangannya menopang lantai tepat pada waktunya, maka seluruh tubuhnya ini sudah pasti akan terkapar di lantai dengan tidak elegan. Mungkin tidak ada yang melihat dengan jelas apa yang sedang terjadi, tapi Ye Wushuang tahu bahwa wanita ini sengaja berjalan menghampiri dan mengaitkan tumitnya dengan kakinya saat dirinya tidak memperhatikan, karena itu pijakannya tidak stabil untuk sesaat dan dirinya terjatuh ke lantai.
Di saat bersamaan, para menteri di aula juga terkesiap.
__ADS_1
Ye Wushuang menyaksikan cadar yang digunakannya untuk menutupi wajahnya terjatuh ke atas lantai sudah seperti daun yang gugur, Ye Wushuang mengangkat kepalanya dengan hampa, di balik matanya yang jernih dan indah itu ternyata merupakan sebuah paras yang sudah hancur.
Bekas luka pedang berwarna hitam di pipi sebelah kiri itu seperti seekor kelabang yang merenggut kecantikannya. Ji Xingyun yang duduk di kursi tingginya itu hanya memicingkan mata hitamnya dengan acuh, melihat pemandangan ini dengan tatapan sinis. Ji Xingyun berpikir, keluwesan dan kelembutan Qin Ruchen sebelumnya yang berpura-pura itu setidaknya akan meledak pada saat ini.
Dan sang pelaku juga sedang tersenyum diam-diam, berdasarkan pemahamannya terhadap Qin Ruchen, yang paling dihargainya adalah parasnya itu. Ketika Ji Xingyun merusak parasnya, Zhao Xueyan bisa melihat bahwa Qin Ruchen tidak akan bisa bertahan jika bukan karena anaknya. Tapi kemudian Zhao Xueyan tidak paham, bagaimana bisa Qin Ruchen yang begitu menghargai parasnya itu bisa bertahan dan menghadapi wajah jelek itu sepanjang hari setelah anaknya tidak ada.
Sebenarnya Zhao Xueyan tidak tahu bahwa Qin Ruchen yang asli memang memilih untuk bunuh diri karena tidak tahan akan penyiksaan itu. Yang bertahan hidup sekarang adalah Ye Wushuang yang tidak peduli dengan wajahnya sendiri, Ye Wushuang hanya ingin hidup dengan damai, mungkin saja suatu hari nanti dirinya bisa kembali ke zaman modern, itu merupakan keinginan terbesarnya.
“Ada apa ini? Kenapa wajah Permaisuri Ratu bisa seperti ini?”
“Benar, itu seperti luka pedang, siapa yang akan melukai wajah Permaisuri Ratu?”
__ADS_1
“Bagaimana bisa wajah yang begitu cantik itu menjadi seperti ini?”
Para Menteri berdiskusi dengan tidak percaya, bahkan ada yang merasa itu sangat disayangkan. Tidak ada yang tahu bahwa luka itu disebabkan oleh Ji Xingyun sendiri, tidak hanya itu saja, bahkan Pangeran yang belum lahir juga dibunuh oleh Ayah kandungnya sendiri. Para Menteri hanya tahu bahwa 6 bulan lalu Kaisar mengirim sang Ratu ke Istana Dingin dikarenakan sang Ratu menjadi gila. Sekarang tampaknya mungkin alasannya adalah karena paras Permaisuri Ratu yang rusak tanpa alasan?