Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 831 Wanita Yang Benar-Benar Memiliki Pesona


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kualifikasi apa yang kamu miliki untuk mengatai Nona Wushuang seperti itu?” Yuya yang sudah tidak tahan mendengarkannya lagi pada akhirnya menanggapi dengan sedikit jengkel, beberapa hari ini dirinya sudah muak dengan penghinaan dan sikap asal para wanita rumah bordil ini. Terutama wanita bernama Qiushui, tidak usah membicarakan Qiushui yang selalu menyuruh-nyuruh, bahasa ucapannya itu juga selalu terdapat kalimat makian, seolah-olah dia itu adalah majikan di kediaman Pangeran Ping.


Melihat adiknya disela oleh seorang pelayan seperti itu, di rumah bordil Qihong, mereka berempat adalah bintang besar, orang biasa bahkan tidak berani mengatakan sepatah kata pun pada mereka. Qiushuang sebagai Kakak kedua tentu saja merasa tidak senang, dia menatap Yuya dengan tatapan jijik dan berkata: “Kualifikasi? Kalau begitu kami akan membuatmu melihatnya.”


Hello! Im an artic!


Setelah selesai berbicara, tatapannya tertuju pada Qiuxue yang seksi dan menawan: “Adik ketiga, apa kamu melihat pelayan yang menyapu lantai di Gerbang Dongyuan? Lakukan sedikit trik, buat gadis yang tidak tahu diri ini melihat apa yang disebut dengan wanita yang benar-benar memiliki pesona.”


Gadis yang bernama Qiuxue itu mendengarkan, dia meliukkan pinggang rampingnya lalu mengulas senyum di bibirnya dengan raut bangga: “Kakak kedua, aku akan mendengarkanmu.”

__ADS_1


Ketika ucapan itu terlontar, Qiuxue lalu memasang postur dan perlahan bergerak menuju ke gerbang Dongyuan sudah seperti seekor ular air.


Qiuping melihat beberapa adiknya sudah akan membuat masalah lagi, hatinya berpikir ingin maju untuk mencegahnya, tapi malah dihadang oleh Ye Wushuang.


Hello! Im an artic!


“Nona Qiuping, tidak masalah, biarkan aku juga melihatnya.” Ye Wushuang berkata dengan ringan, matanya memicing, tidak ada yang tahu apa yang sedang dipikirkannya.


Beberapa hari terakhir ini, karena tidak berada di rumah bordil Qihong, Qiuxue yang memiliki tubuh menawan sedang pusing dikarenakan tidak dapat menemukan tempat untuk memamerkannya. Sekarang, semua orang telah memberinya kesempatan ini, tentu saja dia tidak sabar untuk melakukan yang terbaik agar semua orang tahu betapa baik dirinya.


Di depan gerbang Dongyuan, Acheng yang sedang menyapu sambil mengeluh akan cuaca yang panas itu benar-benar tidak menyangka sama sekali, dirinya hanya menyeka keringat dengan lengan bajunya kemudian dia melihat seorang wanita menawan berpakaian merah yang berjalan menghampiri dirinya sambil bersikap malu-malu dan menggoda.

__ADS_1


Tubuh wanita itu tinggi dan semampai, perkataan dan gerak geriknya memiliki daya tarik yang bisa membuat para pria kehilangan jiwanya. Perlahan-lahan, wanita itu semakin dekat dengan dirinya, Acheng membuka matanya lebar-lebar, dia bisa melihat lebih jelas bahwa wanita itu benar-benar sangat menawan, aroma yang memenuhi seluruh tubuh wanita itu seakan bisa membuat dirinya meleleh.


Apa wanita cantik itu sedang tersenyum padanya? Acheng merupakan pria yang selalu bersikap jujur dan setia, Acheng tidak pernah menyangka bahwa dirinya bisa mendapatkan keberuntungan seperti ini. Acheng melihat wanita cantik sambil sambil memegang sapu, tampilannya itu benar-benar sudah terpaku dengan bodohnya.


“Kakak, cuacanya terlalu panas, apa kamu bisa memberiku segelas air?” Qiuxue berbicara dengan lembut, nada bicaranya itu sedikit manja, sudah seperti hujan musim semi di bulan Maret yang menetes di jantung orang-orang, dengan sedikit sentuhan mati rasa, benar-benar bisa membuat orang lain merasa gatal hingga ke sumsum tulang.


Acheng biasanya jarang berbicara dengan wanita di kediaman ini, bahkan jika sesekali berbicara, juga hanya berbicara dengan pelayan yang parasnya biasa saja. Sekarang wanita secantik ini tidak hanya tersenyum pada dirinya, tapi juga meminta segelas air padanya dengan menggunakan nada bicara seperti itu, jiwa Acheng sedari awal sudah terbang hingga langit ketujuh.


“Baik… baik… baik…” Saat itu Acheng tidak tahu apa yang harus dia lakukan, dia langsung melempar sapu di tangannya, bergegas berlari untuk mendapatkan air. Ya, pada saat ini, di dalam hatinya yang polos, hanya ada satu keyakinan yang teguh, yaitu tidak peduli bagaimanapun juga dirinya harus memenuhi permintaan wanita cantik ini.


Melihat sosok Acheng yang bergegas pergi, Qiuxue yang bangga menoleh dan tersenyum penuh kemenangan pada Yuya yang berada tidak jauh dari sana, tatapan matanya penuh provokasi, seolah dia sedang bertanya padanya, apa kamu bisa melakukannya?

__ADS_1


__ADS_2