
Hello! Im an artic!
Melihat Ji Xingyun yang tiba-tiba begitu patuh, Ibu Suri tahu mungkin Ji Xingyun hanya mencoba untuk menyenangkannya saja. Ada beberapa hal di mana dirinya tidak bisa bersikap begitu mendominasi, jadi Ibu Suri hanya bisa menunduk untuk mengalah dan berkata: “Aku tidak peduli mengenai hal lain, tapi mengenai masalah Ratu Qin yang menerima penindasan besar seperti ini, setidaknya kamu harus memberinya tempat tinggal yang layak di Istana bukan? Jika terus tinggal di Paviliun Lixiang maka hanya akan dijadikan bahan lelucon oleh orang lain.”
“Aku akan mengaturnya.”
Hello! Im an artic!
“Ada lagi, sebagai seorang Ratu, dia yang harusnya bertanggung jawab atas semua urusan harem, bahkan jika kamu tidak ingin dia berada di sisimu, setidaknya kamu biarkan dia hidup dengan harga diri. Kamu lihatlah, sekarang dia bahkan tidak sebanding dengan pelayan kelas satu.”
Kata-kata Ibu Suri ini jelas menusuk hati Ji Xingyun, dia segera mengangkat kepalanya, tatapan matanya samar-samar bersinar dengan dingin di bawah cahaya gelap.
“Kenapa? Apa dia ingin melakukan lompatan besar dengan hal ini?”
__ADS_1
“Kaisar, apa yang kamu bicarakan?” Ibu Suri menatap Ji Xingyun dengan tatapan bingung, seketika menyadari mengapa Kaisar yang biasanya selalu lembut dan baik hati bisa menjadi orang yang emosinya sulit untuk ditebak seperti ini. Seolah selama mengungkit hal terkait Ratu Qin, maka Ji Xingyun akan berubah menjadi dingin dan kejam.
Hello! Im an artic!
“Ibu Suri, wanita ini sangat licik, jangan biarkan kebaikan dan cintamu itu dimanfaatkan olehnya. Jika dia ingin mendapatkan sesuatu darimu, atau ingin berencana mengambil sesuatu darimu, maka minta dia sendiri yang berbicara padaku, Ibu Suri tidak perlu maju, apa dia berpikir dengan begini maka aku tidak akan bisa menangkap kesalahannya?”
Melihat Ji Xingyun yang tiba-tiba mengamuk, Ibu Suri merasa itu aneh. Setelah sekian lama diriny abaru bereaksi, terdapat sedikit kekhawatiran di parasnya: “Kamu begitu membencinya?” Nada bicaranya penuh dengan penyesalan dan juga ketidakberdayaan.
Ji Xingyun tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya memalingkan kepalanya, dari raut jijik itu bisa dilihat betapa dia menghina Ratu Qin.
“Huh, apa dia tidak pernah mengeluh pada Ibu Suri?” Ji XIngyun balas mencibir, ketika memikirkan wajah Qin Ruchen, Ji Xingyun tidak bisa menenangkan amarahnya.
Ibu Suri menggelengkan kepalanya kemudian berkata dengan getir: “Sejak kejadian kemarin berlalu, aku bahkan belum melihat sosok Ratu Qin, apalagi mendengarkan keluhannya. Dia adalah anak yang baik, dia tidak akan menggunakan hal ini untuk menyulitkanku, dan dia lebih tidak akan menyulitkan Kaisar. ”
__ADS_1
Ji Xingyun jelas tidak mempercayainya, tapi ketika menatap wajah Ibu Suri yang ramah dan lembut itu, tiba-tiba Ji Xingyun merasa sedikit ragu. Ibu Suri tidak pernah berbohong, Ibu Suri tidak perlu menipu dirinya hanya demi wanita seperti itu.
Apa mungkin Qin Ruchen benar-benar tidak mengatakan apa-apa? Membiarkan masalah ini berlalu begitu saja seperti ini? Tidak, jika berdasarkan logika, Qin Ruchen bukanlah orang yang akan melepaskan begitu mudah.
Menatap Kaisar Qi yang sedang berpikir keras, Ibu Suri dengan lembut memijat pundaknya dengan tangannya, cahaya kasih sayang terpancar di mata yang sudah termakan oleh usia itu, setelah sekian lama Ibu Suri baru berkata: “Sepertinya kamu memiliki kesalahpahaman yang dalam terhadap Ratu Qin. Meskipun aku tidak dapat membujukmu, tapi aku berharap suatu hari nanti kamu bisa menggunakan hati untuk dapat memahaminya. Dia bukanlah anak yang jahat, itu semua tergantung pada apa kamu bersedia untuk membuka hatimu dan menerimanya.”
“Ibu Suri…”
Ji Xingyun memanggil dengan suara pelan, cahaya dingin yang gelap dari mata hitamnya itu secara perlahan berubah menjadi bimbang. Apa Qin Ruchen benar-benar sudah berubah? Atau Qin Ruchen sudah mempelajari bagaimana menyembunyikan dirinya dengan sempurna? Tidak, bahkan jika semua orang dibodohi dengan tampilannya, tapi dirinya harus tetap terjaga.
Malam hari…
Para Bibi di Paviliun Lixiang semuanya sudah undur diri, bahkan Yuya juga sudah undur diri.
__ADS_1
Ye Wushuang masih belum tidur, tubuhnya yang kurus itu sedang berdiri seorang diri di dekat jendela, menatap sedikit cahaya bulan yang bersinar putih keperakan.