Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 289 Apa Ada Hal Yang Disembunyikan Dariku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Tidak… tidak apa-apa!” Setelah selesai berbicara, Ji Mie menghela nafas lagi dengan penuh rasa iba, ada rasa tidak tega setiap kali menatap putrinya sendiri.


“Ayah, apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?”


Hello! Im an artic!


“Ayah … hanya ingin datang dan melihatmu, tidak …”


“Ayah, jangan berbohong padaku, ketuka hanya hal yang sulit untuk diungkapkan, Ayah selalu menunjukkan ekspresi seperti ini, beritahu aku, beritahu aku, ya?”


Melihat Qin Ruojiu yang bersikeras bertanya, Ji Mie tahu dirinya tidak bisa lagi menyembunyikan beberapa kebenaran, jadi dia hanya bisa menghela nafas dan berkata: “Jiu’er, Ayah pernah berkata bahwa Ayah merala seumur hidup, tapi tidak bisa meramal takdirmu. Tidak hanya Ayah, bahkan penyihir terkuat di klan juga tidak bisa meramal nasibmu. Tapi ada satu orang, dia mungkin pengecualian!”

__ADS_1


Mendengar ucapan ini, Qin Ruojiu sedikit tertegun, kemudian dirinya bertanya dengan gugup: “Orang yang Ayah bicarakan itu adalah Kak Tuyang?” Memikirkan Tuyang, Qin Ruojiu kembali teringat kembali anak kecil tampan yang berdiri di bawah pohon bunga persik dengan mata dan gigi yang putih bersih.


Hello! Im an artic!


10 tahun yang lalu, Ayah membawa anak itu ke rumah mereka. Ayah pernah berkata bahwa Kak Tuyang adalah pemuda paling berbakat di Klan penyihir, mungkin dia satu-satunya yang bisa meramal takdir Qin Ruojiu. Jadi tidak perlu banyak berpikir, orang pertama yang teringat oleh Qin Ruojiu adalah dia.


Setelah Ji Mie mendengar ucapan itu, dia menghela nafas panjang lalu menatap ke kejauhan, ada tatapan yang sulit dipahami yang terlintas.


Ji Mie berkata: “Nasibmu itu adalah nasib Surga, tidak ada yang bisa mengetahui bagaimana masa depanmu kecuali sudah diatur oleh Surga. Tapi Tuyang sudah sangat berbakat sedari kecil, musibah apapun yang akan dialami oleh klan penyihir, selama dia sudah meramalkannya maka bisa dilewati, itu merupakan pengalaman paling efektif. Sedangkan dirimu, selama 10 tahun terakhir, sudah menjadi tujuan yang diperjuangkannya. Dia sudah berkali-kali mengatakan padaku bahwa demi dirimu, dia pasti akan meramal bagaimana takdirmu! “Setelah selesai berbicara, Ji Mie menggelengkan kepalanya tanpa daya, kelanjutan ucapannya mungkin akan lebih menyedihkan.


Menghadapi pertanyaan Qin Ruojiu yang sedikit cemas, Ji Mie menghela nafas dan berkata: “Ini semua karena Ayah, belakangan ini karena mengkhawatirkan keselamatanmu, Ayah terus menerus membicarakannya. Terutama setelah kamu melepaskan cadar hitammu, Ayah semakin khawatir padamu. Demi menghilangkan kekhawatiranku, Tuyang mempelajari sebuah buku yang berjudul “Kutukan Darah Penyihir” setiap harinya.”


“”Kutukan Darah Penyihir”? Buku apa itu?” Qin Ruojiu mengerutkan kening, ekspresi ragu terlintas di matanya.

__ADS_1


Ekspresi yang dalam dan serius muncul di wajah Ji Mie: “Kutukan Darah Penyihir” adalah harta peninggalan leluhur, setelah mempelajari buku itu dan mengikuti heksagram di dalamnya, tidak hanya dapat meramal takdir, tapi juga bisa mengetahui berkah dan bencana yang akan dihadapi oleh setiap orang.”


“Apa? Ada buku suci yang begitu ajaib? Kenapa aku tidak pernah mendengar Ayah membicarakannya?” Qin Ruojiu ingat ketika dirinya masih kecil, bahkan mesti Ayahnya tidak pernah membiarkannya mempraktikkan sihir, tapi Qin Ruojiu masih tahu seluk beluk mengenai Klan Penyihir. Qin Ruojiu tidak pernah mendengar ada buku seperti itu di Klan Penyihir, jadi merasa sangat penasaran.


Ji Mie tidak bermaksud mengatakannya, tapi ketika Qin Ruojiu sudah bertanya, maka dirinya tahu sudah waktunya untuk memberitahu Qin Ruojiu mengenai kebenarannya.


Pada saat itu, Ji Mie sekali lagi menyibakkan lengan pakainnya dengan perlahan dan berkata: “Alasan Ayah tidak memberitahumu asal mula buku ini adalah karena buku ini adalah buku terlarang!”


“Buku terlarang?” Qin Ruojiu berseru dengan sangat terkejut.


Ji Mie mengangguk dengan tenang, alisnya yang terliat heroik itu tampak semakin dingin: “Meskipun heksagram yang tercatat dalam buku ini bisa membuat kita memahami dunia, tapi heksagram itu bertentangan dengan hukum Surga, begitu diterapkan maka itu merupakan tindakan melawan langit.”


“Tindakan melawan langit?”

__ADS_1


Ji Mie melangkah maju tanpa sadar, meletakkan kedua tangan di belakangnya dan berkata: “Ya, tindakan melawan langit, bagaimana bisa seorang manusia fana bertarung melawan langit?”


__ADS_2