Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 336 Rencana Permaisuri Sangat Berhasil


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Qin Ruojiu merasa tatapannya memutih dan sekitarnya sangat sunyi, seolah dia hanya bisa mendengar detak jantung Lu’er dan Yan’er yang gugup, jarak yang begitu dekat, Qin Ruojiu merasakan kegelisahan mereka, sekarang bukan hanya lehernya saja, tapi juga seluruh tubuhnya teasa begitu sakit dan sedih, Qin Ruojiu benar-benar tidak mau, benar-benar tidak ingin … berpisah seperti ini dengan pria yang paling dicintainya.


Ayah pernah berkata, ketika kamu menyadari bahwa kamu jatuh cinta pada seseorang, dan juga kamu amat sangat mencintainya, maka kamu akan sangat ingin berada di sisinya tanpa mempedulikan apapun, tidak peduli apa itu penderitaan atau siksaan, tidak akan memiliki keluhan apapun. Ya, Qin Ruojiu memang seperti itu, ada rasa tidak rela dalam hatinya, pada akhirnya, Qin Ruojiu masih tidak dapat melawan pengaturan takdir.


Hello! Im an artic!


Qin Ruojiu ingin menarik napas dalam-dalam dengan kekuatan terakhirnya, mengulas senyum tipis dengan tatapan matanya yang berkaca-kaca, itu merupakan senyuman yang terasa menyakitkan dan juga bahagia.


Tapi matanya malah sudah tidak bisa lagi tersenyum, karena sudah tidak bisa membukanya lagi.


Yang menyambutnya adalah pupil hitam tak berbatas, itu tampak seperti mulut tornado yang ganas yang menelannya dalam satu gigitan.


Qin Ruojiu lalu mengendurkan tangannya yang menggenggam erat kerah Lu’er, Qin Ruojiu masih tidak cukup kuat, memejamkan matanya dan mengerutkan kening dalam-dalam, ini adalah satu-satunya cara untuk mencegah air matanya mengalir.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Di samping telinganya, samar-samar mendengar suara teriakan cemas Lu’er dan Yan’er: “Permaisuri… Permaisuri…”


Suara itu sudah seperti mimpi dan ilusi, sama sekali tidak nyata. Qin Ruojiu tahu dirinya melakukan hal yang sangat kejam sekarang, kesakitannya ini sama sekali tidak bisa dihindari, jadi dirinya hanya bisa memilih cara seperti ini untuk melarikan diri. Tapi bagi Yan’er dan Lu’er, mereka akan semakin sedih dikarenakan tindakannya ini.


Di dalam Istana Qingyi …


Di aula depan yang mewah, di atas kursi malas kayu yang begitu indah, terbaring seorang wanita berpakaian merah muda yang begitu cantik dan menawan.


Wanita itu membiarkan pelayan di sisinya mengipas untuk menghilangkan rasa panas yang sedikit menjengkelkan baginya, pada saat ini, dia menggoyangkan tubuhnya sedikit, dadanya itu sedikit bergejolak, dia memejamkan matanya perlahan, seakan sedang menikmati semua ini dengan begitu bebas.


Pada saat ini, suara langkah yang terburu-buru terdengar. Melihat wanita itu, dia langsung berlutut, menundukkan kepala dan berkata: “Permaisuri…”


“Apa itu Zuo’er?”


“Ya, ini aku!”


Setelah mendengar ucapan itu, pihak itu segera bangkit duduk dari kursi malasnya, menatap Zuo’er dengan sedikit ekspresi cemberut dan berkata: “Bagaimana?”

__ADS_1


Zuo’er mengangguk dengan penuh kemenangan, mengangkat alisnya sambil tersenyum dan berkata: “Menjawab Permaisuri, rencana Permaisuri sangat berhasil!”


“Cepat katakan, apa yang terjadi? Apa yang Kaisar lakukan padanya?”


“Setelah Kaisar pergi ke sana, Kaisar mencari potret Putri Liqing, Kaisar sangat marah pada Ratu, kudengar pada akhirnya malah…”


“Hmm?” Mendengar sampai di sana, rasa penasaran Zhao Yuanran semakin tinggi, senyum penuh kegembiraan atas kesulitan orang lain tercetak jelas, dirinya sedikit membeku dan berkata dengan suara pelan: “Apa yang terjadi pada akhirnya?


“Kaisar hampir membunuh Ratu!”


Begitu kata-kata ini diucapkan, Zhao Yuanran pertama-tama terpaku, kemudian wajahnya tidak hanya tidak senang, malah berubah menjadi terlihat serius yang mana sangat jarang terlihat.


Zuo’er melihatnya, dia kemudian berkata dengan sedikit terkejut: “Permaisuri, ada apa? Kenapa Permaisuri tidak senang?”


Zhao Yuanran menggelengkan kepalanya dengan tenang lalu berbicara dengan nada lembut: “Lalu bagaimana hasilnya?”


Zuo’er kemudian berkata dengan agak kecewa: “Hasilnya tentu saja Ratu baik-baik saja, tapi hanya menderita luka ringan, sekarang Ratu pingsan dan Tabib Istana juga baru tiba di sana.”

__ADS_1


Pada saat ini, Zhao Yuanran menghela nafas pelan, menatap ke kejauhan dalam diam. Pikirannya sedikit tidak fokus dan juga terdapat sedikit keresahan di rautnya.


__ADS_2