Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 826 Ada Yang Ingin Kubicarakan Denganmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Qianhua, menurutmu apa yang harus kita dilakukan selanjutnya?” Setelah sekian lama, Ji Xingfeng kembali berbicara.


Su Qianhua tersenyum samar seperti biasa, terdapat raut kebanggaan di tatapan matanya yang menawan: “Bukankah masih tersisa setengah tahun dari waktu penobatan Selir Mulia Zhao untuk menjadi Ratu? Tidak buru-buru, harus perlahan-lahan. Jika ingin menjinakkan seekor macan tutul yang ganas, maka tidak akan berhasil jika tidak memiliki kesabaran.”


Hello! Im an artic!


“Yang kamu katakan itu benar, kali ini aku harus meredam amarahku dan mengirim wanita ini ke sisi Kaisar Qi. Aku ingin wanita itu tahu bagaimana rasanya dikhianati dan ditinggalkan.”


“Pangeran, apa Pangeran yakin Kaisar Qi akan tertarik padanya? Bagaimanapun juga paras Ratu Qin sebelumnya dirusak oleh Kaisar Qi.”


Sudut bibir Ji Xingfeng menyeringai dan memperlihatkan senyum dingin: “Aku sangat paham akan sifat Kakakku itu, dia pasti akan tertarik pada pesona Ye Wushuang.” Bahkan ketika dirinya sendiri melihat Ye Wushuang pada hari itu, dirinya juga tidak bisa mengalihkan tatapannya padanya, apalagi Kakaknya yang tidak bisa melupakan Ratu Qin setelah kepergian Ratu Qin?

__ADS_1


Selanjutnya, merupakan hari-hari Ye Wushuang memulikan lukanya.


Hello! Im an artic!


Selama periode waktu ini, Ye Wushuang melewatinya dengan cukup tenang, dirinya makan tiga kali sehari seperti biasa, tidak ada orang yang mengganggunya. Karena itu lukanya sebenarnya sudah lama sembuh tanpa bekas.


Namun, di balik hari-hari yang tampak tenang dan damai ini, Ye Wushuang paham bahwa dirinya sudah memasuki konspirasi Ji Xingfeng yang berikutnya.


Setelah selesai sarapan, Yuya bersikeras ingin membawanya pergi berjalan-jalan, memulihkan diri selama berhari-hari, Ye Wushuang terus menerus tinggal di dalam kamarnya dan tidak pergi kemana-mana. Bukannya Ye Wushuang tidak ingin pergi, tapi dirinya tidak ingin menimbulkan masalah. Terlebih hari ini, kelopak matanya berdenyut-denyut dengan begitu hebatnya, Ye Wushaung merasa akan ada sesuatu yang terjadi, hatinya merasa gelisah tapi dirinya juga tidak enak hati untuk menolak kebaikan Yuya, ketika Ye Wushuang hendak keluar, dirinya sekali lagi bertemu dengan sang Dewa dingin—Ji Xingfeng.


Sama seperti terakhir kali ketika dia datang kemari, ada beberapa wanita yang mengikuti di belakangnya. Yang berbeda dengan para Bibi tua yang garang itu, wanita yang dibawanya kali ini berpenampilan indah dan masing-masing dari mereka tampak sangat cantik.


Mereka mengikuti Ji Xingfeng dengan cermat, mungkin ini pertama kalinya mereka datang ke kediaman ini, mereka menilai segala sesuatu di sekitar dengan penasaran, tapi ketika tatapan mata mereka tertuju pada wajah Ye Wushuang, sedikit banyak terdapat tatapan perbandingan dan kecemburuan di antara para wanita.

__ADS_1


Ya, menurut mereka, penampilan mereka sudah jauh di atas rata-rata, tapi ketika mereka melihat Ye Wushuang, mereka masih sedikit terkejut, mereka menghela nafas dalam hati karena ketidakadilan Tuhan, bagaimana bisa wanita ini memiliki paras yang begitu cantik.


Ji Xingfeng mengabaikan pertempuran di antara para wanita, dia hanya menatap Ye Wushuang dengan dingin dan arogan lalu berkata dengan nada rendah: “Ye Wushuang, ada yang ingin kubicarakan denganmu.”


Ye Wushuang menunduk, menatap lantai dengan mata jernihnya, gejolak emosinya sama sekali tidak terlihat, dia hanya berkata dengan acuh: “Silakan Pangeran katakan.”


Ji Xingfeng melipat kedua tangannya, terdapat aura seorang Raja yang mulia, dia berkata dengan nada merendahkan: “Karena kamu tidak ingin mempelajari aturan Istana, maka aku juga tidak akan memaksamu.”


Ye Wushuang mengangkat kepalanya dan menatapnya dengan tatapan sedikit terkejut. Ji Xingfeng masih berdiri diam di sana, rambut hitam panjangnya berantakan karena tertiup angin, menambahkan sedikit pesona pada raut wajahnya yang dingin. Sepasang mata hitam pekat itu terus menatapnya dengan lekat, tatapan itu penuh dengan keagungan, penuh dengan kekuatan yang tidak bisa ditolak oleh orang lain.


Ye Wushuang tahu masih ada yang ingin dikatakan oleh Ji Xingfeng, karena Ji Xingfeng tidak mungkin akan melepaskan dirinya dengan begitu mudah.


Benar saja, perlahan-lahan Ji Xingfeng berkata: “Kamu tahu dengan jelas bahwa kamu adalah orang yang akan memasuki Istana, dan lagi aku tidak perlu mengatakan lebih banyak mengenai siapa orang yang akan kamu temani itu. Tapi ada satu hal yang harus kamu ingat, yaitu kamu harus memiliki kemampuan untuk membuat seorang pria terpesona. Hanya dengan memikat hati seorang pria maka kamu baru bisa melakukan apa pun yang kamu inginkan dan juga melakukan apa pun tanpa batasan.”

__ADS_1


__ADS_2