
Hello! Im an artic!
“Apa-apaan kamu dasar pelayan sialan, aku sedang berbicara dengan Kakak Sepupuku, apa kamu memiliki hak untuk berbicara?”
“Aku…” Ketika menghadapi ancaman Putri Yongping lagi, Yuya menoleh dan menatap ke arah Ye Wushuang yang masih tidak berbicara, Yuya benar-benar sudah tidak bisa berkata apa-apa dan hanya bisa diam.
Hello! Im an artic!
“Putri, Nona Ye baru datang ke kediaman Pangeran Ping tidak lama, dia masih tidak mengerti aturan, Putri adalah orang besar, tidak mungkin akan mempermasalahkan hal kecil, jadi lepaskanlah dia.” Suara lembut dan tenang milik Su Qianhua terdengar, seketika langsung memecah suasana canggung yang ada di hadapannya.
Semua orang seketika menatap ke arahnya, Su Qianhua mengulas senyum, membuat wajah cantik yang nampak seperti bunga itu terlihat semakin cantik. Semua orang tidak bisa menangkis pesonanya, merupakan keajaiban bagi seorang pria untuk bisa memiliki paras seperti itu.
Menghadapi orang seperti ini yang meminta bantuan untuk Ye Wushuang, sepertinya kebanyakan orang tidak akan bisa menolaknya. Hanya Pangeran Ping saja yang pupil matanya malah menjadi sedikit menggelap tanpa jejak.
“Baiklah, Tuan Muda Qianhua sudah berkata demikian, aku juga bukan tipe orang yang berhati sempit. Tapi harus ada satu syarat.”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Putri Yongping berkata dengan ekspresi puas, seolah melepaskan Ye Wushuang adalah hadiah terbesar yang Tuhan berikan padanya.
“Syarat apa?”
“Aku ingin dia menjadi pelayan yang melayaniku.”
Ekspresi Su Qianhua terpaku, alisnya yang menawan itu berkerut dengan sedikit khawatir: “Pelayan di kediaman ini begitu banyaknya, Nona Wushuang…”
“Kenapa? Apa Ye Wushuang adalah seorang Tuan Putri? Bukankah Kakak Sepupu juga sudah berkata bahwa aku bisa memilih siapa pun di kediaman ini selama aku menyukainya?”
Meskipun Su Qianhua mengkhawatirkan situasi Ye Wushuang saat ini, tapi dia tahu bahwa semakin dirinya membela Ye Wushuang, maka itu akan semakin merugikannya. Su Qianhua tidak bisa tinggal diam, sepasang mata phoenix yang cantik itu kemudian menoleh sedikit ke arah Ji Xingfeng.
Ji Xingfeng tidak banyak bicara, tatapan matanya tidak berpaling dari Ye Wushuang dari awal sampai akhir. Ji Xingfeng melihat tatapan mata Ye Wushuang yang terlihat dingin, tampilannya begitu tenang, jelas-jelas Ye Wushuang tahu dirinya berada dalam situasi berbahaya, tapi Ye Wushuang malah bersikap tidak peduli sama sekali, benar-benar membuat orang merasa marah.
__ADS_1
Tubuh kecil Ye Wushuang begitu lemah, tapi karena sifat keras kepala dan arogansinya, Ye Wushuang malah terlihat seperti gunung terpencil yang tidak akan pernah rubuh.
Dirinya membenci tampilan wanita ini, tapi entah mengapa dirinya malah ingin menaklukkannya, membuat wanita ini tunduk padanya, membuatnya menatapnya dengan tatapan mata kagum.
Karena itu, pada saat berikutnya, Ji Xingfeng berkata dengan raut wajah dingin dan tanpa sedikitpun keraguan: “Karena Putri Yongping menyukainya, maka biarkan dia berbuat sesuka hatinya.”
Beberapa kata pendek itu bermakna menyetujui niatan Putri Yongping, Putri Yongping menatap Pangeran Ping dengan raut wajah malu dan bahagia. Dalam hati berpikir bahwa Kakak sepupunya ini ternyata begitu peduli padanya.
Setelah itu, Putri Yongping menatap ke arah Yuya dengan tatapan penuh kemenangan, menatapnya dengan begitu arogan sudah seperti burung merak. Pada akhirnya, ketika menatap ke arah Ye Wushuang, tatapan mata itu berubah menjadi aneh dan sangat dingin, ekspresi itu seakan berkata pada Ye Wushuang untuk menunggu dan melihat.
“Pangeran Ping…” Su Qianhua pada akhirnya memanggil pelan.
Pangeran Ping malah mengangkat tangannya dan melambaikan lengan pakaiannya, memberi isyarat agar Su Qianhua tutup mulut.
Ya, jika jatuh ke tangan Yongping, lihat saja sampai kapan Ye Wushuang bisa bersikap dingin dan keras kepala seperti ini. Niatan Ji Xingfeng bukanlah ingin membiarkan Ye Wushuang melayani Yongping, tapi dirinya ingin menggunakan Yongping untuk memperbaiki sikap Ye Wushuang yang tidak rela untuk menyerah dan berkompromi.
__ADS_1
“Ye Wushuang, teh ini begitu panas, apa kamu ingin membuat lidahku terbakar?”
“Ye Wushuang, apa kamu tidak tahu bahwa aku alergi terhadap jenis bunga biasa seperti ini? Di kemudian hari hanya bunga anggrek terbaik saja yang boleh ditempatkan di dalam kamarku.”