
Mendengar jawaban Ye Wushuang yang datar, Ji Xingfeng perlahan memejamkan matanya, beberapa harapan di pupil matanya yang hitam akhirnya hilang seperti bintang jatuh yang melintas dalam sekejap mata.
Hello! Im an artic!
“Wushuang, apa kamu tidak punya sesuatu yang ingin dikatakan padaku?”
“Jaga dirimu.”
Hello! Im an artic!
Kalimat pendek itu memang persis seperti yang dipikirkan dalam hati Ye Wushuang. Ya, yang bisa dikatakan dan dilakukannya juga hanya jaga diri.
Tapi Ye Wushuang tidak menyangka bahwa ucapannya malah membuat Ji Xingfeng marah.
Wajah Ji Xingfeng yang diselimuti kegelapan tiba-tiba menjadi agak dingin, ketika menatap Ye Wushuang, tanpa sadar ekspresinya terlihat kejam.
Aura dingin menyergap tubuh Ye Wushuang, entah mengapa dirinya melangkah mundur lalu mengalihkan pandangannya dan berkata: “Ini sudah larut, Pangeran lebih baik kembali untuk beristirahat lebih awal. Pangeran akan pergi dari sini besok, Pangeran juga harus membereskan barang.”
Hello! Im an artic!
Setelah selesai berkata, Ye Wushuang memiliki keinginan untuk melarikan diri secepat mungkin, tapi tepat setelah Ye Wushuang mengambil langkah, pergelangan tangannya dicengkeram erat oleh pihak lain, kemudian Ye Wushuang ditarik dan masuk ke dalam sebuah pelukan yang lebar.
Yang memasuki matanya adalah wajah Ji Xingfeng yang dingin dan sangat tampan, dan juga tatapan dingin Ji Xingfeng yang sudah seperti Dewa kematian.
__ADS_1
“Apa yang kamu lakukan?”
Ye Wushuang memaksa dirinya untuk tenang, menatap Ji Xingfeng tanpa mengubah raut wajahnya.
Ji Xingfeng menundukkan pandangannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, hanya menatap wajah cantik dan mata yang jernih namun terlihat kesepian itu. Selama di Istana, dirinya berulang kali memimpikan tampilan ini.
“Ye Wushuang, kamu benar-benar tidak memiliki hati nurani.”
Ji Xingfeng hampir menggertakkan giginya ketika mengucapkan kata-kata ini dengan dingin.
Pergelangan tangan Ye Wushuang terasa sakit karena digenggam olehnya, Ye Wushuang segera meronta dan berkata: “Aku tidak mengerti apa yang kamu bicarakan?”
“Kenapa? Setelah menjadi Selir lalu kamu melupakanku? Apa kehidupan mewah di Istana sangat menggodamu?”
“Apa yang sebenarnya ingin kamu katakan? Lepaskan aku!”
Ji Xingfeng semakin tidak rela ketika melihat Ye Wushuang, semakin dirinya merasa kesal akan tindakannya sendiri, semakin Ji Xingfeng tidak ingin melepaskan Ye Wushuang. Karena Ji Xingfeng tahu bahwa begitu dirinya melepaskannya, maka Ye Wushuang tidak akan memiliki kesempatan untuk kembali ke pelukannya.
Karena itu Ji Xingfeng tidak mempedulikan segalanya dan langsung menundukkan kepalanya, mengangkat wajah Ye Wushuang yang putih dan cantik, langsung menciumnya dengan dominan.
Ye Wushuang tidak menyangka bahwa pria ini akan kehilangan kendali dan mencium dirinya.
Ye Wushuang terpaku selama 3 detik, lidah Ji Xingfeng sudah dengan berapi-api dan arogan ingin menyusup ke sela bibir dan giginya. Momentum itu sudah seperti percikan api yang jika tidak dihentikan maka dapat segera membakar padang rumput.
__ADS_1
Ye Wushuang berusaha menolak berulang kali, tapi itu sama sekali tidak berguna. Ye Wushuang hanya bisa membuka bibirnya, lidah itu seketika menyusup masuk, ketika ingin mengisap, Ye Wushuang langsung menggigitnya dengan kejam.
“Ahh–”
Tanpa sadar Ji Xingfeng langsung mendorong Ye Wushuang menjauh.
Ji Xingfeng mengerutkan kening dengan marah, memegang tempat di mana Ye Wushuang menggigitnya dengan ujung jarinya, berbalik badan lalu meludah, terdapat aroma amis darah.
“Beraninya kamu menggigitku?”
Ji Xingfeng menatap Ye Wushuang dengan tidak percaya, Ji Xingfeng melihat tatapan mata Ye Wushuang yang sedikit rumit dan juga wajah cantiknya yang dipenuhi dengan raut kebencian karena sudah diperlakukan dengan tidak sopan.
“Apa kamu gila? Zhao Xueyan masih hidup, aku tidak ingin mati lebih awal darinya.”
Begitu ucapan itu terlontar, akal sehat Ji Xingfeng perlahan-lahan kembali.
Benar, ini adalah Istana, dan lagi tempat ini sangat dekat dengan Paviliun Panlong.
Ji Xingfeng menundukkan kepalanya dengan kesal, dirinya tidak mengerti bagaimana bisa dirinya begitu impulsif tadi.
Apa itu karena sudah beberapa hari tidak bertemu dengan Ye Wushuang? Atau karena memikirkan mulai sekarang Ye Wushuang adalah wanita Kaisar, sudah tidak ada hubungannya dengan dirinya jadi tadi dirinya tidak bisa menahan kegelisahan dan kecemburuan di hatinya?
“Pangeran Ping, aku tidak peduli apa yang baru saja kamu lakukan, aku hanya ingin memberitahumu bahwa kamu yang secara pribadi mengirimku ke Istana, kamu yang secara pribadi ingin diriku mendapatkan kepercayaan Kaisar. Sekarang aku sedang bekerja keras selangkah demi selangkah, kuharap kamu jangan menghancurkan jalan sendiri saat ini.”
__ADS_1