
Hello! Im an artic!
“Kaisar, ternyata dalam hatimu, aku juga sama seperti mereka?” Qin Ruojiu mengangkat matanya, tertawa dingin dengan tidak berdaya, kemudian menarik tangannya dengan sekuat tenaga.
“Jika tidak, lalu mengapa kamu begitu perhitungan mengenai masalahku terkait Liqing?” Membicarakan sampai pada titik ini, Kaisar Zhaolie seketika menatap Qin Ruojiu dengan serius, di saat bersamaan ada sentuhan dingin yang terlintas di wajahnya yang tampan, dan juga terdapat sentuhan ketegasan.
Hello! Im an artic!
“Karena Kaisar berpikir diriku seperti itu, lalu mengapa harus peduli dengan perasaanku?” Qin Ruojiu memalingkan wajahnya karena hatinya merasa sakit, tidak lagi menatap Kaisar Zhaolie. Ucapan Kaisar Zhaolie itu sudah seperti sebilah pisau yang menusuk jantungnya, sedikit demi sedikit hingga ke kedalaman hingga membuatnya merasa amat sangat sakit.
“Aku sudah terbiasa, tapi kuharap kamu tidak sama seperti mereka!”
“Dalam hati Kaisar, bukankah aku sudah merupakan orang seperti itu?” Qin Ruojiu selesai berbicara, bibir tipisnya itu terbuka perlahan, senyum pahit yang bahkan menurut dirinya sangat konyol itu terulas di wajahnya.
Melihat senyum mencela diri sendiri di wajah Qin Ruojiu, dan juga Qin Ruojiu yang sudah menundukkan kepala dengan nada bicara yang begitu rendah, di dalam hati Kaisar Zhaolie tanpa sadar terasa sedikit sakit.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Aku tidak ingin membicarakan hal ini denganmu, Ratu, kamu harus tahu maksud kedatanganku kemari malam ini!” Kaisar Zhaolie sekali lagi memeluknya.
“Ya, aku tahu maksud Kaisar. Tetapi aku benar-benar tidak enak badan hari ini, jika Kaisar benar-benar membutuhkannya, kurasa Selir Mulia pasti akan sangat senang melayanimu. Mengapa Kaisar tidak pergi ke Istana Qingyi, mungkin saja di sana ada yang lebih cocok untuk Kaisar!”
Qin Ruojiu menahan air mata di matanya, berbalik kemudian berjalan menuju jendela yang gelap, mengerjapkan matanya berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya.
“Ratu, apa maksud ucapanmu itu? Apa kamu ingin mendorongku ke sisi wanita lain? Aku ingin mengasihimu, aku tidak berkata apa-apa ketika kamu dengan tegas menolakku, dan sekarang kamu malah ingin aku pergi ke sisi wanita lain, kamu …” Kaisar Zhaolie berbicara dengan emosional, ada rasa sakit yang terlintas di matanya, tubuhnya yang tinggi tegap itu terguncang dan hampir saja terjatuh ke belakang. Di saat bersamaan, di dalam kedalaman pupil mata hitam kelam itu, juga terdapat jejak amarah yang sulit dilihat.
Mendengarkan ucapan itu, Kaisar Zhaolie tertegun untuk beberapa saat sebelum akhirnya bisa menstabilkan emosinya, menertawakan dirinya sendiri dan berkata: “Haha, kamu sendiri yang mengatakannya, kamu yang mengusirku keluar, kamu tidak akan menyesal?”
“Aku tidak menyesal!” Setelah selesai berbicara, ada sentuhan kesedihan yang terlintas di mata Qin Ruojiu, memejamkan matanya, air matanya mengalir deras. Sayangnya Qin Ruojiu membelakangi Kaisar Zhaolie jadi dirinya tidak dapat melihat tampilannya saat ini dengan jelas.
Kaisar Zhaolie hanya mendengus dingin kali ini, tanpa ragu-ragu menyibakkan lengan bajunya dengan dingin lalu pergi.
__ADS_1
Begitu seorang pria bersikap dingin, itu benar-benar bisa membuat hati wanita di seluruh menjadi dingin. Apalagi orang ini adalah Kaisar Zhaolie.
Kaisar Zhaolie pergi tanpa menoleh, suara langkah yang menjauh di malam yang gelap itu seolah sedang memberitahu Qin Ruojiu seberapa arogan, dingin dan tidak berperasaan orang itu …
Setelah beberapa saat, Qin Ruojiu yang berlutut itu akhirnya terduduk lemas di lantai, sudah tidak ada yang bisa menahannya lagi untuk melihat ke arah sosok punggung Kaisar Zhaolie yang pergi menjauh dengan marah itu, di dalam mata yang dipenuhi air mata itu, benar-benar terlihat tidak tahu harus berbuat apa.
Keesokan harinya…
Ketika Qin Ruojiu bangun, sekujur tubuhnya seolah tidak ada kekuatan sama sekali.
Qin Ruojiu menopang tubuhnya yang lemah itu dan berbisik pelan: “Lu’er … Lu’er …”
Lu’er yang sedang menimba air di luar jendela mendengar panggilan Qin Ruojiu, dia bergegas menerjang masuk ke dalam.
Melihat Qin Ruojiu di atas ranjang, Lu’er bergegas meletakkan ember kayu yang berisi air dan menerjang sisi Qin Ruojiu lalu berkata: “Permaisuri, kenapa?”
__ADS_1
Qin Ruojiu menyentuh tenggorokannya yang kering dan serak lalu berkata: “Aku sangat tidak nyaman, tenggorokanku sangat sakit, tuangkan air untukku!”