
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang tidak tahu harus mengatakan apa. Jangankan bicara, mau meletakkan tangan dan kakinya di mana saja sudah tidak tahu.
Tapi wanita bernama Yu Niang ini melihat kejanggalan di antara mereka dan tersenyum penuh makna. Dia tanpa sadar melirik ke arah Ye Wushuang dan berkata, “Nona, karena ini niat baik dari Penguasa Kota, ikutlah denganku. Kebetulan belakangan ini aku menganggur dan membuat beberapa set pakaian musim gugur. Kamu mau coba?”
Hello! Im an artic!
“Itu, aku…”
Melihat Ye Wushuang tidak bisa membuat keputusan dan tampak malu-malu, Yu Niang segera menarik tangannya untuk masuk ke ruangan di dalam setelah membungkuk hormat pada She Jingtian.
Setelah memasuki ruangan di dalam, Ye Wushuang terkejut dengan pakaian indah yang ada di dalam sana. Dia harus mengagumi keterampilan Yu Niang ini. Semua pakaian dan gaun yang dia sulam tampak seperti produk kerajinan tangan. Berbagai pola bunga di atasnya dapat menggambarkan bentuk aslinya.
Melihat kebingungan Ye Wushuang, Yu Niang tersenyum manis, “Nona, bagaimana menurutmu?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang buru-buru mengangguk, “Bagus, sangat bagus.”
“Kalau kamu suka, kamu boleh kemari dan ambil kapan saja.” Yu Niang berkata dengan penuh sanjungan, matanya penuh dengan rasa iri.
Ye Wushuang berkata dengan tidak enak hati, “Mana boleh begitu.”
“Kenapa tidak boleh? Hubunganmu dan Penguasa Kota saja seperti itu, apa lagi yang tidak bisa dilakukan?”
Yu Niang tertawa hingga tubuhnya gemetaran, “Haha, Nona sungguh pandai bercanda. Sejak Studio Jinzhi ini dibuka hingga sekarang, meski hanya membuatkan pakaian untuk Penguasa Kota dan Nona, tapi ini pertama kalinya aku melihat Penguasa Kota membawa seorang gadis kemari. Menurutmu, bukankah Penguasa Kota menganggapmu sebagai keluarganya? Selain itu, melihat sikap Nona dan Penguasa Kota yang seperti itu, kamu jangan menyangkal lagi.”
“Aku… kami sungguh tidak begitu!” Ye Wushuang yang biasanya selalu tenang dan tegas, pada saat ini menjadi kebingungan. Dia ingin menjelaskan, tapi tidak tahu bagaimana mengatakannya.
Yu Niang menutup mulutnya dan tersenyum, dia tahu Ye Wushuang merasa malu, “Sudahlah, pilih dulu beberapa pakaian yang kamu suka. Jangan sampai Penguasa Kota lama menunggu. Menurutku gaun dengan lengan lebar awan cirrus oranye ini sangat bagus. Bahan ini juga mengandung banyak bulu angsa di dalamnya. Kelihatannya tipis, tapi sangat hangat jika dipakai. Bagaimana kalau kamu coba dulu?”
__ADS_1
“Baiklah…” Dengan perasaan malu dan canggung, Ye Wushuang tidak terlalu memperhatikan bajunya bagus atau tidak. Dia masuk ke dalam untuk mencoba gaun itu.
Ketika hendak menyentuh cangkir teh, She Jingtian yang sudah tidak sabar menunggu di aula pun akhirnya mendengar suara teriakan Yu Niang, “Kami datang…”
Wanita di hadapannya berjalan keluar perlahan dari ruang dalam, terlihat bahu kecil dan pinggang rampingnya seperti biasa. Gaun panjang berwarna oranye dengan awan biru muda yang tersulam di mansetnya, beberapa awan tersulam dengan benang perak. Sederet rumbai di bawah roknya, dan brokat berwarna cerah berbentuk kipas di depan dadanya. Wanita itu berjalan malu-malu ke arah sini, dengan lembut memutar rok panjangnya dan mengangkat tangannya yang seanggun pohon willow.
Meski tanpa melihat wajahnya, penampilan seperti ini saja sudah cukup untuk membuat seluruh pria terpesona.
She Jingtian menatap Ye Wushuang untuk waktu yang lama. Yu Niang di sampingnya curi-curi ketawa dan Ye Wushuang menundukkan kepalanya karena malu.
Pada saat ini, She Jingtian tiba-tiba bangkit berdiri dan berjalan ke sisi Ye Wushuang. Wajah tampannya itu tidak bisa menahan senyumnya dan berkata dengan penuh makna, “Bagus.”
Satu kata sederhana yang meringkas seluruh pemikiran di benaknya.
“Yu Niang, pilihkan beberapa lagi untuk dibawa pulang olehnya.”
__ADS_1