
Hello! Im an artic!
She Jingtian menundukkan kepalanya, membelai wajah cantik Min’er yang putih bersih lalu berkata dengan suara lembut: “Min’er, apa Paman She boleh menanyakan satu pertanyaan padamu?”
“Tentu boleh!” Min’er berbaring di pelukan She Jingtian dan menjawab dengan sigap. Selama bisa membuat Paman She bahagia, jangankan satu pertanyaan, sepuluh pertanyaan pun boleh.
Hello! Im an artic!
“Ada orang yang ingin membawa pergi Kak Wushuang-mu, apa kamu rela?”
She Jingtian mengucapkan kalimat ini dengan susah payah, tidak ada orang yang bisa mengerti betapa sakit hatinya.
Min’er mendengar ucapan itu, memiringkan kepala kecilnya sejenak lalu berpikir, kemudian dia menjawab seolah-olah dirinya tidak mengerti: “Kak Wushuang pernah berkata bahwa tidak ada pertemuan tanpa perpisahan di dunia ini. Suatu hari nanti ketika Min’er dewasa, bahkan Paman She juga akan meninggalkan Min’er, jadi jika Kak Wushuang ingin pergi, Min’er hanya bisa mendoakannya.”
Tidak disangka Min’er bisa mengatakan ucapan seperti itu, jika biasanya maka She Jingtian pasti akan berpikir bahwa Min’er sudah tumbuh dewasa tanpa disadarinya, tapi sekarang She Jingtian malah menjawab dengan sangat cemas: “Apa kamu rela dia pergi?”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Aku tidak rela, tapi seperti yang dikatakan Bibi Hua, Kak Wushuang juga sudah cukup dewasa, dia juga harus mencari pendamping hidup, jika tidak bagaimana dia menjalani hidup ketika sudah tua nanti? Jika aku mencegah Kak Wushuang pergi, bukankah itu hanya akan mencelakainya?”
“Tapi……”
“Tapi apa?”
Menghadapi logika anak berusia 10 tahun itu, She Jingtian sedikit tidak bisa membantah.
Setelah sekian lama akhirnya She Jingtian menggelengkan kepalanya dengan enggan dan berkata: “Yang dikatakan Min’er memang masuk akal, tapi bagaimana jika orang yang membawa pergi Kak Wushuang-mu malah memperlakukannya dengan buruk? Setidaknya jika di Kastil Wuyou, Kak Wushuang-mu tidak akan pernah disakiti.”
Ucapan ini seketika langsung mengenai rasa sakit She Jingtian, dirinya tidak mengerti bagaimana bisa Min’er yang masih begitu muda bisa tahu begitu banyak, tapi pada saat ini, ketika memikirkan Ye Wushuang ingin berbahagia dengan orang lain, perasaan yang tak terlukiskan membuat She Jingtian mengepalkan tangannya dengan erat.
“Min’er, jika Kak Wushuang-mu tidak menyukai orang yang ingin membawanya pergi, apa kamu tidak akan menghentikannya?”
__ADS_1
“Jika Kak Wushuang tidak menyukainya, lalu mengapa dia harus pergi dengan orang itu?”
Ya, jika Wushuang tidak menyukai Pangeran Liang, lalu untuk apa dirinya mengkhawatirkan hal ini? Tapi… jika mengatakan tidak khawatir, tapi ketika teringat kembali bagaimana Ye Wushuang tersenyum satu sama lain dengan Pangeran Liang di Kota Wuyou pada hari itu, She Jingtian begitu tidak percaya diri dan tidak yakin.
“Min’er, Paman She akan memberitahumu secara langsung, Paman Zhongrong-mu akan datang mencarimu besok untuk memintak Kak Wushuang darimu. Tidak peduli bagaimanapun, kamu tidak boleh menjanjikan hal itu padanya.”
“Apa? Orang yang Paman katakan ingin membawa pergi Kak Wushuang adalah Paman Zhongrong?”
“Ya!” She Jingtian mengangguk dengan serius.
Min’er terkejut selama beberapa saat, dia lalu berkata dengan sedikit kesulitan: “Menurutku Paman Zhongrong sepertinya sangat menyukai Kak Wushuang, dan lagi Kak Wushuang juga tidak membenci Paman Zhongrong, jika mereka bersama maka Min’er juga akan sangat bahagia.”
“Bocah bodoh, itu bukan cinta, mereka juga tidak cocok. Jadi, mereka tidak boleh bersama.”
“Kenapa tidak cocok?”
__ADS_1
“Karena Paman Zhongrong-mu itu adalah seorang pecinta wanita, nantinya dia akan bosan pada Kak Wushuang-mu, jika begitu maka Kak Wushuang-mu akan sangat sedih.” Demi mempertahankan Ye Wushuang, She Jingtian hanya bisa merusak citra saudara baiknya itu dengan menggunakan segala cara. Apa daya, siapa suruh dirinya yang lebih dulu menyukai Ye Wushuang. Jika bukan karena Pangeran Liang menyela di tengah mereka, maka semuanya tidak akan berubah menjadi seperti ini.
“Tidak, Paman Zhongrong tidak mungkin seburuk itu bukan?”