Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 763 Satu Hal Yang Perlu Kamu Waspadai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Saat ini, Ye Wushuang tersenyum pada Pangeran Liang, sudah seperti bunga teratai suci yang memiliki pesona dan aromanya sendiri.


Tanpa sadar Pangeran Liang tiba-tiba mengangkat tangannya, dengan lembut membelai aksesoris di rambut Ye Wushuang, senyum memenuhi sudut bibirnya, kemudian dia berkata dengan tulus: “Benar-benar sangat indah.”


Hello! Im an artic!


Hanya kalimat singkat tapi itu merupakan pujian terbesar untuk Ye Wushuang.


“Maaf, aku datang terlambat.” Ye Wushuang menatapnya dengan tatapan mata sedikit malu. Di sepanjang jalan Ye Wushuang terus menerus bimbang apa dirinya harus memakai aksesoris ini atau tidak, kemudian setelah memikirkannya, Ye Wushuang berpikir bahwa dirinya tidak boleh menyia-nyiakan niat baik Pangeran Liang. Dia sudah akan pergi, dan yang bisa diberikannya hanyalah ini saja.


Pangeran Liang menggelengkan kepalanya, tatapan mata itu berpaling dengan enggan: “Tidak terlambat, aku tahu kamu akan datang, jadi aku terus menunggumu datang. Wushuang, kamu tidak mengecewakanku.”


Ye Wushuang sangat berterima kasih atas kepercayaannya dan kembali tersenyum padanya. Pangeran Liang menatapnya dengan sangat fokus, sedangkan pria berjubah ungu di belakangnya sudah memicingkan matanya yang tajam dan kelam itu. Ketika tatapan matanya tertuju pada aksesoris burung merak di atas sanggul Ye Wushuang, kelima jarinya mengepal dengan erat, buku-buku jarinya tampak memutih, membuat orang lain merasakan aura dingin dan amarah yang begitu kental.


Hello! Im an artic!


“Pangeran Liang, hati-hati di jalan.” Ucapan itu diucapkan dengan penuh perhatian, tapi YE Wushuang masih merasa sedikit bersalah karena tidak bisa melakukan apapun untuknya.

__ADS_1


“Wushuang, aku akan mengingat kata-katamu.”


“Ya.”


“Wushuang, kepergianku kali ini, tidak tahu kapan aku baru bisa kembali ke sini, tapi tolong kamu menjaga dirimu sendiri dengan baik.”


Ye Wushuang tersenyum: “Ya.”


“Ada lagi, masih ada satu hal yang perlu kamu waspadai.”


Melihat ekspresi Pangeran Liang yang seketika menjadi serius, Ye Wushuang bertanya sedikit heran: “Apa?”


Tidak ada yang tahu apa yang dikatakan Pangeran Liang pada Ye Wushuang, mereka hanya berpikir bahwa tindakan Pangeran Liang terhadap Ye Wushuang begitu intim dan juga melewati bayas, banyak orang yang memalingkan kepala dan tatapan mereka, berpura-pura tidak melihatnya. Hanya She Jingtian saja yang tidak bergerak dan melihat segalanya.


Ucapan Pangeran Liang membuat Ye Wushuang seketika langsung tersipu, tatapan matanya sedikit mengerjap, tatapan mata itu dipenuhi dengan sedikit rasa manis.


Rasa manis seperti itu tampak begitu menusuk dan membuat hati She Jingtian merasa sakit.


Apa Pangeran Liang sedang mengutarakan perasaannya pada Ye Wushuang? Jika tidak maka kenapa Ye Wushuang bisa menunjukkan ekspresi seorang gadis muda seperti itu? Tangan di balik lengan pakaiannya yang besar semakin terkepal kencang, membuat She Jingtian bahkan tidak merasakan kukunya yang sudah menancap ke dalam daging.

__ADS_1


“Wushuang, aku pergi dulu, ingatlah ketika bertemu lain kali, aku berharap kamu masih mengingatku.”


“Pangeran Liang, hati-hati.”


Ye Wushuang menjawab sambil tersenyum tipis, menatap Pangeran Liang yang menaiki kuda dengan enggan. Mengingat kembali saat-saat Pangeran Liang berada di kastil Wuyou, sebenarnya dia adalah orang yang lucu dan baik hati, meskipun dia adalah Pangeran Liang dari Dinasti Nan, tapi dia tidak pernah menunjukkan sikap seenaknya layaknya seorang pangeran. Dan lagi, dia itu sangat menarik, citra hangat dan cerianya itu sudah lama terukir dalam hati Ye Wushuang.


Hanya saja terdapat perbedaan identitas, alangkah baiknya jika bisa berteman seumur hidup.



Saat kuda melaju menjauh, kegilaan batin Pangeran Liang masih tidak bisa ditenangkan.


Wushuang… Wushuang… Pangeran Liang membisikkan nama itu di dalam hatinya, alangkah baiknya jika bisa membawamu pergi…


Sedangkan Ye Wushuang hanya menatap jauh ke arah sosok Pangeran Liang yang sudah menjauh, sudut bibirnya menunjukkan senyuman perpisahan dalam diam.


Pangeran Liang, hati-hati di jalan…


She Jingtian berdiri di samping, dirinya mengabaikan kepergian Pangeran Liang, yang dia pedulikan hanyalah kehangatan di tatapan mata Ye Wushuang. Kelembutan bagai air, tatapan enggan ke kejauhan, dan juga kasih sayang yang begitu dalam, semua itu membuat hatinya bagai digores dengan pisau tajam.

__ADS_1


__ADS_2