
Hello! Im an artic!
“Kamu bicara seperti ini karena tidak percaya padaku.” Tiba-tiba, wajah She Jingtian menjadi agak cemberut. Matanya yang dingin itu membuat orang tidak tahu apa yang dia pikirkan.
Ye Wushuang menjawab dengan sedikit panik, “Kenapa Penguasa Kota berpikiran seperti itu?”
Hello! Im an artic!
“Aku pernah berkata akan melindungimu dengan baik. Kalau bahkan orang di Kastil Wuyou saja menindasmu, bagaimana aku bisa memenuhi janjiku? Terjadi hal seperti ini, kamu tidak bersedia mengatakannya padaku. Alasannya hanya ada dua. Pertama, kamu berpikir kalau aku tidak punya kemampuan untuk membantumu menyelesaikan masalah ini. Kedua, kamu berpikir aku akan melindungimu secara membabi buta. Tak peduli alasan yang mana, semua karena kamu tidak mempercayaiku, kan?”
“Aku… aku… tidak bermaksud seperti itu.” Baiklah, sebenarnya Ye Wushuang memang berpikir seperti itu. Tapi Ye Wushuang takut pria ini akan marah kalau dia mengatakan semuanya, “meski Hong Luan dan Bai Zhi menindasku, itu hanyalah ejekan kecil. Aku tidak terluka, juga tidak kekurangan apa pun. Kalau aku mengadu padamu, bukankah aku akan dibilang tidak rasional dan berpikiran sempit? Kamu juga tahu, aku bukanlah orang seperti itu.”
Setelah ucapan ini terlontar, ekspresi She Jingtian sedikit melunak, “Benarkah begitu?”
“Tentu saja. Kamu adalah Penguasa Kota Wuyou, mana mungkin aku tidak percaya pada kemampuanmu. Hanya saja terkadang, aku bisa bergantung pada diriku sendiri. Ini juga cara terbaik untuk menjaga kedamaian.”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Nona Wushuang, sepertinya aku sudah salah paham padamu. Maaf.” Bicara sampai sini, tatapan mata She Jingtian menggelap dan merasa kalau sikapnya tadi sudah agak berlebihan. Dia sangat menyesalinya saat ini.
Ye Wushuang tersenyum lega, “Aku tahu Penguasa Kota hanya bermaksud baik. Aku tidak akan memasukkannya ke dalam hati.”
“Benarkah?” She Jingtian mengangkat alisnya seperti anak kecil, bertanya dengan sedikit tidak percaya.
Ye Wushuang memejamkan matanya sambil mengangguk, mengungkapkan ketulusannya.
“Katakan saja, aku akan berusaha untuk melakukannya.”
“Sangat sederhana, tergantung Nona Wushuang bersedia atau tidak.”
“Baiklah, kurasa urusan membunuh dan pembakaran tidak akan sampai pada giliranku yang bodoh ini. Aku akan melakukannya, tapi ini tentang apa?”
__ADS_1
“Kamu akan mengetahuinya besok.”
Karena kemarin telah menyetujui permintaan misterius She Jingtian, pagi ini Ye Wushuang dijemput oleh seseorang ke Hutan Qifeng yang paling sakral di Kastil Wuyou ini. Hutan Qifeng adalah salah satu area terlarang di Kastil Wuyou, hanya beberapa bawahan yang dipercayai oleh She Jingtian yang dapat keluar masuk ke sana. Para penyusup lainnya akan dibunuh jika tidak memiliki titah dari She Jingtian.
Kereta itu melaju di atas hamparan daun maple, pemandangan sangat indah di luar tirai. Pohon maple yang tegap dan kokoh seakan berpakaian merah, bergoyang dengan semangat di bawah sinar mentari dan angin musim gugur. Cahaya keemasan terpancar, tampak menjadi semakin cantik dan menggetarkan hati semua orang. Dilihat dari kejauhan, tampak seperti berlapis-lapis dan berwarna merah menyala.
Tapi yang tidak disadari orang luar adalah Hutan Qifeng yang indah seperti negeri dongeng ini sebenarnya penuh dengan mekanisme. Bahkan posisi di mana pohon itu tertanam saja tertutupi oleh formasi dan jalur rahasia.
Ye Wushuang menatap daun maple di luar tirai, tanpa disadari kereta kuda telah berhenti.
Orang yang menjemputnya turun adalah Paman Long yang sangat terlatih, dia tampak begitu tak acuh dan sopan terhadap Ye Wushuang.
“Nona Wushuang, silakan ikuti langkahku, jangan berjalan sesuka hatimu.”
Ye Wushuang tidak paham arti ucapan Paman Long, dia hanya menganggap kalau pria tua ini takut dirinya akan tersesat. Ye Wushuang mengangguk setuju, berjalan mengikuti Paman Long.
__ADS_1
Setelah melewati lapisan hutan maple, muncullah sebuah istana yang indah dan cantik di hadapan Ye Wushuang. Istana ini tidak besar, tapi cukup megah. Dengan kubah emas dan pintu merah, gayanya sangat antik dan membuat orang merasa kagum. Di sekitar area istana, bisa dikatakan terdapat pepohonan tua menjulang tinggi dengan dedaunan yang memberi keteduhan. Di bawah mentari, pohon itu bagaikan naga air yang berbaring tengkurap, seolah-olah tidak berhati-hati, seseorang akan bisa terbawa ke langit bersama badai.