Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 112 Tidak Akan Memberinya Kesempatan


__ADS_3

Su Zhen’er ,menggunakan satu tangannya untuk menarik bahu Qin Ruojiu dan satu tangannya lagi untuk mencakar Qin Ruojiu dengan kukunya yang tajam. Lu’er yang berdiri di samping itu pun terkejut melihat itu dan langsung menarik Su Zhen’er. Tetapi pada saat itu Su Zhen’er sudah terlihat seperti seekor anjing gila yang tidak bisa dikontrol.


Ketika Qin Ruojiu tidak bisa menahan rasa sakit dari tarikan Su Zhen’er di bahunya itu. Tiba-tiba ada tangan seseorang yang meleraikan mereka berdua.


Qin Ruojiu dan Su Zhen’er pun mundur beberapa langkah lalu mengangkat kepala mereka dan melihat orang yang meleraikan mereka berdua itu ternyata adalah Kaisar Zhaolie yang sedang mengenakan jubah berwarna hitam.


Ekspresi Kaisar Zhaolie terlihat dingin dan seluruh tubuhnya itu dipenuhi dengan aura dingin. Dia terlihat seperti seorang dewa yang berdiri di depan mereka dan tidak ada yang berani mendekatinya.


Ketika melihat Kaisar Zhaolie datang, Su Zhen’er langsung menggunakan kesempatan itu untuk berpura-pura baru ditindas dan langsung menangis di dalam pelukan Kaisar Zhaolie. Lalu dia pura-pura tidak berdaya lalu mengangkat kepalanya melihat ke arah Kaisar dan berkata dengan nada manja, “Kaisar, anda harus datang bantu aku, anda lihat, wajah saya dipukul sampai begini ….”


Ketika mendengar suara Su Zhen’er yang menangis itu, Kaisar Zhaolie pun terlihat sedikit kesal lalu melihat ke arah wajah Su Zhen’er dan memang benar di wajahnya yang putih itu ada bekas pukulan.

__ADS_1


Dia merasa terkejut lalu dia tersenyum dingin dan berpikir, ternyata wanita ini berani pukul orang juga. Kemudian dia pun melihat Qin Ruojiu dengan tatapan dingin.


Lalu ketika Kaisar Zhaolie melihat ke arah bahu Qin Ruojiu, dia pun terkejut. Di baju putih yang sedang dia kenakan itu terlihat noda darah yang mengalir dari bekas cakaran. Qin Ruojiu sama sekali tidak bersuara, tetapi bekas cakarannga itu seolah sedang menjerit kesakitan.


Kemudian, Kaisar Zhaolie tidak peduli dengan hal lain lagi itu pun langsung mendorong tubuh Su Zhen’er yang lemah itu dengan kasar.


Su Zhen’er pun terkejut karena dia tidak menyangka sama sekali. Tubuhnya yang lemas itu pun langsung terbentur ke tembok yang ada di sampingnya. Dia pun menggigit bibirnya menahan rasa sakit itu.


Kaisar Zhaolie tidak melihatnya dan langsung berjalan dengan cepat ke arah Qin Ruojiu.


Melihat Kaisar Zhaolie yang sepertinya mau memberi hukuman lagi kepada Qin Ruojiu, Lu’er pun langsung berlutut dan berkata, “Kaisar, Nyonya …”

__ADS_1


Lu’er belum sempat menyelesaikan kata-katanya, tetapi Kasiar Zhaolie sudah langsung menggenggam tangan Qin Ruojiu lalu menaikkan lengan bajunya itu dengan lembut. Qin Ruojiu merasa terkejut dan mundur, tetapi Kaisar zhaolie sudah menggenggamnya dengan erat dan tidak memberinya kesempatan untuk melepaskan dirinya.


Qin Ruojiu mengerutkan alisnya dan tidak mengerti dengan apa yang mau dilakukan Kaisar Zhaolie.


Kaisar Zhaolie pun melihat ke arah beberapa luka belas cakaran itu dan hatinya terasa sakit. Lalu dia meniup luka bekas cakaran itu dengan lembut.


Tiupan lembut itu membuat lukanya terasa semakin sakit. Qin Ruojiu pun bergerak sedikit karena kesakitan. Tetapi setelah rasa sakit itu pergi, ada rasa nyaman yang aneh.


“Sakit tidak?” Kaisar Zhaolie bertanya dengan nada yang lembut dan penuh perasaan. Suaranya itu membuat orang mengira yang sedang bicara itu bukan dirinya melainkan suara yang tertiup datang dari tempat jauh.


Semua orang yang ada di sana pun tercengang melihat tindakannya. Terutama Su Zhen’er, dia merasa sangat kesal tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


Pada saat itu, Qin Ruojiu yang terkejut itu tidak tahu harus membalas apa. Dia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak berani mengeluarkan suara.


Dengan perlahan Kaisar Zhaolie meletakkan tangannya di atas telapak tangan Qin Ruojiu dan disaat Qin Ruojiu hendak menghindar, Kaisar Zhaolie pun langsung menggenggam tangannya. Sepuluh jari tangan mereka itu pun saling bergandengan menjadi satu. Lalu terasa kehangatan dari tangannya yang mengalir.


__ADS_2