Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 180 Kalian Lagi Ngapain


__ADS_3

Setelah lewat beberapa saat, Qin Ruojiu baru tersadar ternyata saat itu Kang Yin sedang menciumnya. Hati Qin Ruojiu pun berdebar kencang karena terkejut, kemudian dia berusaha untuk mendorong Kang Yin dan berusaha untuk menghindar darinya. Tetapi saat itu, Kang Yin sudah menjadi seperti pria yang kejam itu dan menciumnya dengan brutal dan ganas. Matanya pun melotot besar dan dia segera menarik tangannya keluar untuk menghentikan Kang Yin.


Tiba-tiba dari belakang mereka terdengar suara seseorang yang sepertinya sedang marah besar karena perasaan cemburu, “Kalian lagi ngapain?”


Dalam sekejap, keadaan di sana pun menjadi hening tidak bersuara.


Kang Yin pun melepaskannya dengan perlahan lalu menoleh ke belakang dan melihat ke arah pria yang ada di belakangnya itu tanpa rasa takut atau khawatir sama sekali. Dia malahan melihatnya dengan tatapan kesal.


Benar, dia ingin memberitahu Kaisar kalau Ruojiu itu bukan milik dia seorang.

__ADS_1


Qin Ruojiu pun melihat Kaisar Zhaolie yang berjalan masuk ke kamarnya dengan langkah yang besar itu. Tatapan matanya itu pun tertuju lurus ke arahnya. Qin Ruojiu yang merasa malu itu pun langsung menundukkan kepalanya dan tubuhnya sedikit bergetar. Dia … setelah dia melihat semua ini … apa yang akan dia lakukan? Apakah yang terluka itu dirinya sendiri atau Kang Yin ….


Setelah melihat tatapan mata Kang Yin yang begitu menantang, amarah Kaisar Zhaolie pun semakin terpancing. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan erat dan melihat mereka dengan tatapan yang penuh dengan kemarahan. Setelah itu dia berkata dengan nada marah, “Kaisar bertanya sama kalian. Kalian sebenarnya lagi ngapain?” Kaisar Zhaolie sengaja menahan emosi yang ada di dalam dirinya itu. Maka dari itu suara ketika dia berbicara itu terdengar sedikit bergetar.


“Aku ….” Qin Ruojiu hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia beneran tidak tahu harus mengatakan apa. Karena selama ini dia tidak pernah melihat Kaisar semarah ini. Hatinya terasa seolah hancur berkeping-keping dan rasa sakit yang dia rasakan saat ini seolah menusuk sampai ke dalam tulang-tulang tubuhnya. Semua ini membuat dia merasa sangat pusing.


Pada saat ini, Kang Yin menyipitkan matanya dan melihat ke arah Kaisar Zhaolie dengan tatapan sinis dan dingin. Dia langsung berjalan ke depan Kaisar Zhaolie untuk bertanggung jawab dan berkata, “Kaisar, aku pernah bilang, aku suka sama Ruojiu, aku mau bawa dia ….”


Dia berkata, “Berani-beraninya kamu berbuat seperti itu padanya. Kaisar bisa membunuhmu” Selesai bicara, Kaisar Zhaolie langsung mendorong dan menghajarnya dengan kasar. Kang Yin kehilangan keseimbangannya dan terjatuh. Ketika dia terjatuh, dahinya tidak sengaja terbentur ke sudut meja yang ada di sampingnya. Dahinya pun terluka dan sudut bibirnya yang dipukul Kaisar Zhaolie itu juga terluka dan mengeluarkan sedikit darah.

__ADS_1


Qin Ruojiu yang melihat semua itu pun terkejut. Dia tidak sempat datang untuk menghentikan semua itu.


Kang Yin pun beranjak berdiri dengan perlahan dari lantai. Dia tersenyum dingin lalu mengangkat tangan kanannya untuk mengusap darah yang ada di bibirnya itu. Kemudian dia melihat ke arah Kaisar Zhaolie dengan tatapan benci, “Kaisar, ini adalah pertama dan terakhir kalinya kamu memukulku.”


Kaisar Zhaolie pun terlihat seperti seekor anjing yang sudah menggila dan brutal. Dia melototi Kang Yin yang ada di hadapannya itu dan berkata, “Kaisar kasih peringatan padamu. Kalau kamu masih berani menyentuhnya, Kaisar akan langsung membunuhmu. Setelah itu, Kaisar baru membunuh wanita ini!”


Dia tidak mau dengan barang yang sudah ternodai oleh orang lain. Meskipun adiknya sendiri yang menodainya, dia juga tidak mau. Wanita ini adalah miliknya dan hanya milik dia seorang. Tidak ada siapapun yang boleh menyentuhnya. Kalau saja bukan karena ini adalah pertama kalinya Kang Yin membuat kesalahan, mungkin dia pasti sudah langsung memotongnya menjadi delapan bagian.


Setelah mendengar apa yang dikatakan Kaisar Zhaolie, Qin Ruojiu pun terkejut. Orang ini benar-benar kejam sekali, bagaimana dia bisa berbicara seperti ini. Kalau dia berperilaku sekejam ini pada dirinya, dia juga nggak keberatan, tetapi terhadap adiknya sendiri, apakah dia benar-benar mau membunuh adiknya sendiri? Hatinya itu apa benar-benar terbuat dari daging?

__ADS_1


Melihat ekspresi wajah Qin Ruojiu yang terkejut dan tatapan matanya yang kosong seperti itu, Kang Yin seperti tahu apa yang sedang dipikirkannya.


__ADS_2