Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 589 Ini Takdir Seorang Pria


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Wanita cantik selalu menjadi kelemahan para pendekar. Ini adalah takdir seorang pria. Ji Xingfeng, suatu hari kamu akan menyesal karena kamu akan melihat dengan jelas apa yang wanita itu inginkan. Hari ini dia menyuruhmu datang membunuhku. Ke depannya, pasti sampai pada giliranmu!”


Setelah meninggalkan kalimat ini, Ye Wushuang memanfaatkan keadaan saat Ji Xingfeng terkejut untuk berbalik dan melompat dari tebing. Benar, daripada disiksa sedikit demi sedikit oleh pria itu, lebih baik Ye Wushuang mati dengan tenang.


Hello! Im an artic!


“Pangeran Keempat, dia melompat dari tebing.”


Dengan seruan pendekar pedang di belakangnya, Ji Xingfeng kembali tersadar. Dalam sekejap, dia bergegas ke tebing dan mengulurkan tangannya untuk menangkap sesuatu, tapi ternyata semuanya sudah terlambat.


Tubuh ramping wanita itu bagaikan pohon willow yang terjun bebas. Terpaan angin kencang membuat pakaiannya terkibar, rambutnya hitam bagaikan tinta, matanya yang penuh pesona memancarkan kelegaan dan terbit senyuman terakhir di wajah wanita itu.


Ji Xingfeng menatapnya dengan bodoh, seolah-olah semua pikiran hatinya tertarik oleh mata Ye Wushuang yang tanpa keinginan dan pengharapan. Perasaan aneh yang belum pernah dia miliki sebelumnya menyebar ke hatinya. Hanya beberapa saat, tapi membuatnya tersesat dan sangat tidak nyaman.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Di telinganya seakan masih terdengar ocehan wanita itu, “Ular beracun di mulutnya… Tawon beracun di ekornya… Wanita paling beracun di hatinya…”


Untuk waktu yang lama, Ji Xingfeng tenggelam dalam mata Ye Wushuang yang terkejut dan suram. Yang terlintas dalam benaknya hanyalah wanita berambut panjang yang jatuh seperti awan di tepi tebing.


Ji Xingfeng sangat yakin pemandangan yang begitu indah dan luar biasa itu dapat ditampilkan oleh seorang wanita yang dia sangat dia benci.


Ji Xingfeng mencoba meyakinkan diri sendiri kalau semua ini tidak benar. Wanita yang paling kejam seharusnya mati dengan cara yang paling memalukan dan buruk, bukan seperti ini. Mati dengan begitu cantik dan menyedihkan, bahkan membuat hatinya bergetar.


Setelah pendekar berpedang di sampingnya memanggil perlahan, barulah pikiran Ji Xingfeng digiring kembali ke dunia nyata.


Dia menyingkirkan ketertarikannya, menatap ke tebing tak berdasar itu dengan wajah dingin. Ada sentuhan penyesalan yang tak terlihat, melintas di wajahnya yang kaku. Bahkan dirinya sendiri juga tidak mengerti, kenapa dia merasa kasihan pada wanita itu. Hanya karena keanggunannya sesaat sebelum kematiannya, atau karena kata-kata peringatan dan ejekan wanita itu.


Apa yang dia maksud itu Xueyan?


Tidak, itu mustahil… Xueyan bukan orang seperti itu…


Tapi…Di benaknya tiba-tiba muncul mata yang tegas dan dingin itu, “Dikendalikan? Haha, sepertinya kamu tidak akan pernah tahu langkah pertamanya masuk istana adalah karena dikendalikan atau atas kemauan sendiri.”Kalian ini bagaikan mantra yang terus bergema di sisi telinga Ji Xingfeng.

__ADS_1


Masuk akal kalau orang yang di ambang kematian itu tidak perlu berbohong. Terutama ucapan wanita itu begitu realistis dan tegas. Kalau hanya ingin mengulur waktu, maka ucapan wanita itu sepenuhnya tidak berguna. Karena mungkin saja Ji Xingfeng bisa lepas kendali, marah, lalu membunuhnya. Wanita itu sangat pintar, tidak mungkin tidak terpikirkan hal ini.


Pada saat ini, Pangeran Keempat tenggelam dalam kontradiksi yang belum pernah dia alami sebelumnya.


Seharusnya dia percaya pada Xueyan…Tapi…Kenapa ucapan wanita itu saat jatuh dari tebing membuatnya sama sekali tidak ragu?


……


Di dalam Paviliun Panglong…


Ji Xingyun sama sekali tidak bisa membaca dengan cermat tumpukan dokumen kerajaan.


Semua itu berisi hal yang sepele. Sebenarnya semua ini bisa diselesaikan oleh Kementerian Perjanjian, tapi malah semuanya dibawa kemari. Hal ini membuatnya sedikit jengkel.


Biasanya dia tidak merasa jengkel, tapi hari ini entah kenapa dia merasa tidak nyaman. Rasanya hatinya penuh amarah dan sulit sekali untuk tenang.


Setelah berpikir lama, akhirnya dia merasa terlalu mudah melepaskan Qin Ruchen pergi seperti ini.

__ADS_1


Kemudian dia secara pribadi mengirimkan beberapa penjaga rahasia untuk diam-diam menjemput wanita itu kembali ke istana. Melihat mereka pergi pagi-pagi sekali, kenapa sampai hampir tengah malam seperti ini belum kembali?


__ADS_2