
“Bukan karena keguguran, tetapi karena anakmu!” Ketika melontarkan kalimat ini, Kaisar Zhaolie sengaja menekannya. Kata-katanya begitu menyakitkan itu pun membuat Qin Ruojiu merasa sesak untuk bernafas.
Memangnya anak dalam kandungannya itu hanya anaknya seorang, bukan anak Kaisar Zhaolie? Qin Ruojiu ingin tertawa, tetapi dia tetap berusaha mengontrol emosinya dan menjawab, “Lalu kenapa?”
“Jadi, aku mau bertanya, kenapa anak ini bisa ada?” Selesai bicara, Kaisar Zhaolie pun berjalan melangkah mendekat ke arahnya dan melihatnya dengan tatapan tidak senang.
Qin Ruojiu pun ketakutan dan berusaha untuk mundur lalu dia berusaha untuk menopang badannya untuk bisa berdiri dengan stabil.
“Kamu mau apa?”
“Aku bertanya padamu!” Kaisar Zhaolie pun bertanya dengan nada marah dan melihatnya dengan tatapan tajam.
Qin Ruojiu sangat takut, ia ingin mempertahankan janin dalam perutnya ini, karena bagaimanapun juga, ini adalah anaknya.
__ADS_1
Tapi walaupunketakutan, dia tetap berusaha untuk berdiri stabil lalu melihat ke arah Kaisar Zhaolie dari atas kepalanya sampai ujung kakinya dan berkata, “Dia bukan hanya anakku sendiri, ia juga anakmu.”
“Kamu ….” Kaisar Zhaolie yang mendengar itu pun terkejut dan tidak bisa menjawab apa-apa.
Pada saat ini, Lu’Er yang berdiri di samping itu pun terlihat terkejut dan langsung berlutut. Xiao Huan dan Yan’Er juga ikut berlutut dan bersujud pada Kaisar, “Kaisar, ini semua salah kita. jangan menyalahkan Permaisuri, itu semua salah kita, karena kami Permaisuri tidak minum obat itu!” Ketika mereka berbicara, wajah mereka terlihat putih pucat dan mereka terus bersujud tanpa henti.
Qin Ruojiu tidak tahan melihat mereka bertiga yang terus bersujud, lalu dia pun jongkok dan menopang mereka bertiga untuk berdiri. Mereka bertiga ini terlalu polos, mereka kira dengan bersujud berkali-kali, mereka bisa menghapus kesalahan mereka? Si iblis itu pun langsung berjalan ke arahnya.
Kaisar Zhaolie yang melihat itu pun marah besar dan mengerutkan keningnya. Matanya terlihat begitu mengerikan. Wanita ini, di saat seperti ini, dia masih saja mempedulikan orang lain. Kaisar Zhaolie pun langsung berjalan ke depan dan menarik pinggangnya yang kecil itu dan berkata dengan dingin, “Bukankah seharusnya kamu menjelaskan hal ini padaku?”
Qin Ruojiu pun merasakan rasa sakit dari tindakan Kaisar Zhaolie yang kasar itu. Dia pun tersenyum sinis dan berkata, “Apa lagi yang harus dijelaskan? Penjelasan apa yang kmu inginkan? Apa kamu mau membunuhku karena masalah ini?”
“Kamu ….”
__ADS_1
“Mohon ampun Kaisar, Mohon ampun Kaisar … ini salahku yang tidak menjaga Permaisuri dengan baik!” Lu’Er pun menangis dan merangkak ke arah Kaisar Zhaolie dan terus bersujud. Yan’Er juga berjalan ke depan Kaisar Zhaolie dan memeluk kakinya. Mereka berusaha untuk menghalangi Kaisar Zhaolie untuk melukai Qin Ruojiu lagi.
Pada saat itu, Kaisar Zhaolie pun marah besar. Dia pun melihat ke arah tiga budak itu sebentar lalu melototi Qin Ruojiu. Dia menaikan jubahnya dan berkata dengan marah, “Ternyata kalian yang membantu dia mempertahan kan anaknya ini. Pengawal cepat ke sini, langsung penggal kepala mereka.” Kaisar Zhaolie yang marah besar mengatakan kata-kata yang tidak berperasaan ini. Dia hanya tidak tahan melihat tatapan wanita di hadapannya ini yang begitu acuh tak acuh padanya. Kalau saja wanita ini benar-benar berperasaan, dia pasti akan berlutut dan memohon ampun padanya.
Ssemua wanita berusaha untuk berpura-pura baik di depannya dan mendekatinya agar dia merasa simpati pada mereka, tetapi mengapa wanita ini malah begitu dingin padanya dan sama sekali tidak peduli?
Dia adalah Kaisar dari Negara Kangqing, dia adalah laki-laki yang maha kuasa. Dia tidak percaya wanita ini tidak akan memohon bantuan padanya.
Setelah mendengar kata “Penggal”, Lu’Er, Xiao Huan dan orang-orang yang ada di sana pun langsung terbengong. Tangan mereka yang tadinya sedang memeluk kaki Kaisar Zhaolie itu pun langsung membeku.
Mereka pun melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan pasrah. Mereka bukan sedang meminta pertolongan pada Qin Ruojiu, tetapi itu adalah pengorbanan terakhir yang bisa mereka berikan pada Qin Ruojiu dan salam perpisahan dengannya.
Qin Ruojiu tidak menyangka pria ini bisa melakukan hal yang begitu kejam dan tidak berperasaan. Dia tahu pria ini mau membalas dendam padanya dan ingin terus menyiksanya, tetapi dia tidak menyangk,a demi bisa menjalankan misinya, dia sampai bisa menyiksa orang yang tidak bersalah ini.
__ADS_1