Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 799 Tidak Ada Kabar Tentangnya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Selama bertahun-tahun, Kota Wuyou yang terletak di daerah netral sedang diselimuti oleh hujan lebat yang turun terus menerus.


Di luar Kastil Wuyou, angin kencang berhembus, cabang-cabang yang tertiup angin bergoyang dengan liarnya, debu di tanah juga beterbangan secara acak, membuat orang lain tidak dapat membuka mata mereka. Badai yang datang dengan tak terduga ini sudah seperti seorang anak kecil yang murung, membuat orang lain tidak tahu harus berbuat apa.


Hello! Im an artic!


Di dalam Paviliun Wenxuan… aroma anggur yang menyengat memenuhi keseluruhan ruangan, membuat orang lain merasa tempat ini lebih seperti gudang anggur.


Suara “prang–” terdengar, botol porselen kembali pecah dan hancur berkeping-keping di lantai.


Ketika para pelayan yang menjaga di depan pintu mendengarnya, mereka semua tampak menciut, bahkan mereka tidak berani bersuara sama sekali.


Ya, setiap kali cuaca hujan dan guntur seperti ini, Tuan Penguasa Kota suka mengurung dirinya di kamar, sudah 2 tahun berlalu… dia sama sekali tidak berubah.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Ada orang yang berkata karena dalam cuaca yang istimewa ini, Tuan Penguasa Kota akan teringat pada seseorang yang tidak bisa dilupakannya, tidak ada yang tahu siapa orang itu, tidak ada yang berani bertanya, bahkan jika tahu pun, tidak ada yang berani mengatakannya.


Setelah meminum 10 botol anggur, She Jingtian menatap ke luar jendela dengan sedikit mabuk, hujan di luar terasa begitu dingin dan sepi, bahkan terdapat sentuhan kesedihan seperti suasana hatinya.


“Wushuang… Wushuang…”


She Jingtian menatap linglung ke luar jendela, samar-samar terdapat bayangan putih yang melintas di depan matanya.


Ye Wushuang seakan berdiri di hadapannya dan tersenyum padanya, She Jingtian mengulurkan tangannya, mencoba menangkap sesuatu, tapi pada akhirnya bayangan itu tiba-tiba menghilang.


She Jingtian menarik tangannya kembali, jejak janggut di sekitar bibirnya seakan telah mengikis semua semangat juang She Jingtian dalam sekejap.


Dirinya masih ingat, ketika pertama kali melihatnya, dirinya berjanji untuk melindunginya selama sisa hidupnya, tapi pada akhirnya dirinya tetap kehilangannya.


Di mana dia sekarang? Apa dia baik-baik saja?


She Jingtian merasa tersesat, di saat bersamaan dirinya mengangkat botol anggur dan meminumnya dengan ganas. Hanya pada saat ini, ketika dirinya mabuk, dirinya baru bisa merindukan Ye Wushuang dengan bebas, dirinya tidak perlu mengkhawatirkan apa pun.

__ADS_1


Sudah 2 tahun berlalu… dia sudah pergi selama 2 tahun, dirinya telah mencari Ye Wushuang selama 2 tahun… tapi sama sekali tidak ada kabar tentangnya.


She Jingtian berulang kali berkata pada dirinya sendiri bahwa dirinya tidak akan pernah menemukannya lagi, tapi… di dalam lubuk hatinya, dirinya malah tidak pernah menyerah.


“Wushuang…” Wanita itu kembali muncul, mengenakan pakaian berwarna muda, benar-benar sangat anggun dan menawan. Cadar tipis menyembunyikan parasnya tapi itu malah menambah sedikit misteri padanya. Matanya masih sangat indah, seperti kabut yang menyelimuti pegunungan dan juga menyelimuti hatinya.


She Jingtian sedikit tersenyum, matanya yang cekung dan dalam itu menatapnya dengan tamak, kali ini She Jingtian malah tidak berani meraihnya. Karena She Jingtian takut tindakan cerobohnya itu akan membuat Ye Wushuang kembali menghilang.


“Wushuang… jangan pergi, jangan pergi…” She Jingtian berkata dengan nada hampir memohon, wajah tampannya itu sudah tidak lagi seceria dulu. Pada saat ini, pintu ruangannya terbuka.


Paman Long yang memakai pakaian berwarna abu-abu terlihat sedikit lebih tua dibanding 2 tahun yang lalu, sepertinya dia sangat bekerja keras dalam 2 tahun terakhir.


Melihat She Jingtian yang berjongkok di lantai dengan pakaian yang acak-acakan serta bau alkohol yang memenuhi sekujur tubuhnya, Paman Long seakan sudah terbiasa dengan tampilan She Jingtian yang seperti itu.


Paman Long menggelengkan kepalanya, menghela nafas pelan dan berkata: “Tuan Penguasa Kota… Jangan minum lagi.”


Jika dulu, maka tidak akan ada yang berani mengganggu She Jingtian pada saat seperti ini, tapi hari ini Paman Long terpaksa datang.

__ADS_1


She Jingtian yang mabuk dan jarang melihat fantasi akan Ye Wushuang itu malah terganggu karena kemunculan Paman Long, She Jingtian mengangkat alisnya dan dengan dingin berteriak pada Paman Long: “Untuk apa kamu datang?”


__ADS_2