
Tiba-tiba Qin Ruojiu mendengar suara kaisar Zhaolie menghela nafas. Dia terkejut, ternyata kaisar sudah bangun.
Kedua matanya hitamnya yang bersinar seperti bisa menghisap orang.
Dia melihat Qin Ruojiu sambil tersenyum bangga.
Qin Ruojiu menarik tangannya dan bertanya dengan tidak tenang, “Kamu kenapa bangun?”
Kaisar Zhaolie berkata dengan datar: “Kamu yang membangunkan aku!”
Qin Ruojiu yang panik mau melepaskan pelukan dia, “Kaisar, sudah saatnya rapat!”
Melihat dia mau kabur, kaisar Zhaolie menatapnya dan memeluknya dengan lebih erat lagi.
Qin Ruojiu merasa takut, “Kaisar, aku…… aku kenapa?”
Merasakan ketakutan Qin Ruojiu, kaisar Zhaolie tersenyum, “Tidak apa-apa, aku hanya merasa mata kamu sangat cantik seperti bintang-bintang yang gemerlap, aku berkali-kali mencoba untuk memetiknya, tapi aku sadar kamu sangat jauh dari aku dan tidak bisa aku sentuh. Tapi setelah kemarin malam, bisa dibilang aku sudah mendapatkan kamu kan?”
Qin Ruojiu langsung malu mendengar itu, beberapa saat dia tidak bisa berkata apa-apa, dia hanya menatapnya dengan diam.
__ADS_1
Melihat bibir kaisar yang mengarah kepada dirinya lagi, Qin Ruojiu langsung mendorongnya, “Kaisar, sudah siang, kalau tidak ganti baju sekarang, kamu akan kelewatan rapat hari ini lagi!”
Melihat dia menolak dirinya karena hal ini, kaisar zhaolier berkata: “Aku hari ini tidak ikut rapat!”
Benar, dia takut kalau dirinya meninggalkan tempat ini, isi kepalanya penuh dengan kejadian kemarin malam, Qin Ruojiu yang cantik dan membuat orang mabuk kepayang itu berada di bawah badannya. Kejadian kemarin malam seperti sebuah mimpi, di dalam mimpi itu, dia seperti melihat Liqing yang paling dicintai olehnya, melihat dia sedang tersenyum di bawah badannya.
“Kaisar, kaisar……” melihat kaisar menatap dirinya, Qin Ruojiu merasa malu dan mau menghindarinya, maka dia menarik selimut untuk menutupi badannya yang telanjang.
Kaisar Zhaolie tersenyum melihat Qin Ruojiu, “Jiu’er, bangun, aku hari ini tidak mau ikut rapat pagi, aku mau makan masakan kamu!”
“Ha?”
Kaisar Zhaolie tersenyum, “Kenapa, aku sudah lelah semalaman, kamu tidak bisa mengabulkan permintaan kecil aku ini?”
Muka Qin Ruojiu langsung memerah mendengarnya, dia mengambil baju dan memakainya dengan cepat.
Setelah mereka berdua sudah memakai baju, Qin Ruojiu mau turun dari ranjang, tapi tiba-tiba badan dia miring dan hampir terjatuh.
Kaisar Zhaolie langsung menahan dia dan memeluknya, “Kenapa?”
__ADS_1
“……” Qin Ruojiu tidak menjawab, dia hanya menggelengkan kepalanya.
Kaisar Zhaolie tersenyum, “Apakah kemarin malam aku membuat kamu sakit?”
“Aku……” Qin Ruojiu mau menjelaskan, tapi kebetulan dia melihat mata kaisar yang sedang tersenyum jahat, maka dia langsung membuang mukanya.
Bab selanjutnya Bab 159 Aku Akan Mendandani Kamu
Kaisar Zhaolie tertawa melihat dia yang malu dan panik, dia langsung menggendongnya ke depan cermin, “Hari ini aku akan mendandani kamu karena kamu sudah selelah itu kemarin malam.”
“Kaisar…… jangan…… kamu cepat pergi rapat saja!”
“Dengar kata-kata aku, aku sudah bilang aku mau mendandani kamu!”
Qin Ruojiu yang awalnya mau bicara sesuatu seketika langsung tidak bisa bicara apa-apa saat melihat kedua mata kaisar yang serius itu.
Di saat ini Qin Ruojiu merasa dirinya sangat bahagia sampai mau menangis.
Kaisar mengelus pipinya dan mengangkat kain hitam di mukanya, Qin Ruojiu yang panik langsung berdiri menarik kain hitam itu. Matanya penuh dengan rasa panik dan rasa takut.
__ADS_1