
Dia berdiri di sana dan terus melihat ke arah wanita yang sedang memainkan alat musik di gazebo itu, tiba-tiba dia merasakan sengatan sesaat di dalam hatinya.
Ketika angin bertiup, bunga-bunga yang ada di atas pohon itu pun berguguran seperti hujan. Bunga yang berguguran itu terlihat seperti hujan bunga yang sangat indah. Bunga itu pun berjatuhan di atas tubuh Qin Ruojiu. Qin Ruojiu masih tetap menunjukkan senyuman di wajahnya. Semua itu terlihat seperti di dalam dunia dongeng. Apakah ini adalah sebuah mimpi? Kenapa Qin Ruojiu yang ada di mimpinya ini dengan begitu jelas dan nyata.
Angin berhenti bertiup dan alunan musik itu juga berhenti ….
Pada saat itu Kaisar Zhaolie seolah bangun dari mimpinya. Dia pun melihat ke arah wanita yang membuatnya terpesona itu. Di dalam tatapan terdalam wanita itu terdapat rasa sedih. Dia seolah sedang menantikan sesuatu dan mengharapkan sesuatu. Hati Kaisar Zhaolie langsung terasa sedikit marah.
Ternyata wanita yang disukai oleh adik ke sembilannya ini dan wanita yang mengerti musik yang dimainkan adiknya itu adalah Qin Ruojiu. Kenapa, kenapa, kenapa wanita yang mengerti musik Kang Yin itu dia … tidak, ini tidak mungkin terjadi.
Qin Ruojiu pun mulai beranjak berdiri. Akhirnya kepenatan yang dia rasakan selama ini pun bisa dia hilang setelah dia memainkan musik ini. Sekarang perasaan hatinya pun menjadi lebih tenang, dia berharap suatu saat nanti dia akan bertemu dengan orang yang memainkan seruling ini dan bermain musik bersama dengannya, menyembuhkan semua rasa sakit hati yang ada di dalam tubuhnya.
Lu’Er pun datang dan melihat Qin Ruojiu yang sedang tersenyum sambil meraba guqinnya. Lalu dia mengelap abu yang ada di atas guqin itu dan bersiap untuk pergi.
Pada saat ini, tiba-tiba ada seseorang yang hadir di depannya.
Tidak tahu dari mana, Kang Yong tiba-tiba hadir saja di depannya. Dia terlihat seperti dewa yang tiba-tiba turun dari atas langit tanpa aba-aba sama sekali. Tatapan matanya terlihat begitu suram dan kejam.
Sepasang matanya itu pun melihat tajam ke arah Qin Ruojiu, seolah sedang membuat lubang di tubuhnya.
Lu’Er yang melihat itu pun langsung berlutut di depannya.
“Permaisuri, kelihatannya kesehatanmu sudah mulai pulih kembali!” Kang Yong pun berbicara dengan nada menyindir dan kejam.
Pada saat itu, Kaisar Zhaolie pun menundukkan kepalanya lalu melakukan gerakan untuk menekan Qin Ruojiu dan berkata dengan nada dingin, “Apakah itu benar? Makanya sekarang kamu bisa datang untuk menggoda seseorang?”
“Menggoda seseorang?” Kata-kata itu sangat tidak enak didengar dan menyinggung perasaan orang. Kemudian, Qin Ruojiu pun tampak kesal dan menatapnya dengan tatapan tidak senang ,lalu membalikkan badannya dan berkata, “Aku tidak mengerti maksud perkataanmu, kalau tidak ada masalah lain lagi, aku mau pamit dulu.”
Ketika Qin Ruojiu hendak berjalan pergi, Kaisar Zhaolie langsung melangkah dan menarik pergelangan tangan Qin Ruojiu dengan kasar dan menatapnya dengan tatapan dingin lalu berkata, “Kamu berani mengabaikanku?”
__ADS_1
“Kakak, apa yang sedang kamu lakukan?” Terdengar suara Kang Yin yang berjalan datang. Dia melihat kakaknya berbuat begitu kasar pada wanita ini. Dia mengira kakaknya sengaja memaksa wanita ini untuk bertemu dengannya. Tiba-tiba, hatinya terasa sakit dan langsung marah.
Melihat Kang Yin yang tiba-tiba datang, Kaisar Zhaolie pun melepaskan tangannya dan terlihat sedikit tidak senang, “Tidak ada apa-apa!”
Qin Ruojiu pun mengusap-ngusap pergelangan tangannya yang tadi ditarik oleh Kaisar Zhaolie. Dia pun tetap terus menatapnya dengan tatapan yang marah.
Kang Yin merasa sedikit sedih di dalam hatinya setelah dia melihat itu. Dia pun langsung berjalan ke arah Qin Ruojiu lalu bertanya dengan lembut, “Permaisuri, kamu tidak apa-apa kan?”
Qin Ruojiu pun mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah pria itu. Dia melihat seorang pria yang sedang mengenakan baju berwarna putih. Wajah pria ini terlihat begitu tampan dan sempurna. Bola matanya yang hitam itu menyimpan perasaan sedih dan kesepian. Tatapan matanya itu membuat orang merasa kasihan dan ingin membantunya untuk keluar dari perasaan sedih dan kesepian itu.
Qin Ruojiu pun menjawab dengan lembut, “Aku tidak apa-apa.”
Kang Yin melihatnya tersenyum. Walaupun ada cadar berwarna hitam yang menutupi wajahnya, tetapi sepasang matanya yang indah dan pandangan matanya saja sudah cukup membuat orang terpikat olehnya.
Kang Yin bertanya, “Kamu yang memainkan guqin ini?” Sebenarnya dari awal Kang Yin sudah tahu kalau dia adalah wanita yang memainkan guqin itu. Walau ia tak pernah bertatap muka dengan wanita ini, tetapi dari postur tubuhnya saja sudah terlihat begitu familiar di dalam benak Kang Yin. Jadi, hanya dari gerakan tubuhnya dan tatapan matanya saja, Kang Yin sudah tahu, wanita ini adalah pemain guqin itu!
Dia berdiri di sana dan terus melihat ke arah wanita yang sedang memainkan alat musik di gazebo itu, tiba-tiba dia merasakan sengatan sesaat di dalam hatinya.
Ketika angin bertiup, bunga-bunga yang ada di atas pohon itu pun berguguran seperti hujan. Bunga yang berguguran itu terlihat seperti hujan bunga yang sangat indah. Bunga itu pun berjatuhan di atas tubuh Qin Ruojiu. Qin Ruojiu masih tetap menunjukkan senyuman di wajahnya. Semua itu terlihat seperti di dalam dunia dongeng. Apakah ini adalah sebuah mimpi? Kenapa Qin Ruojiu yang ada di mimpinya ini dengan begitu jelas dan nyata.
Angin berhenti bertiup dan alunan musik itu juga berhenti ….
Pada saat itu Kaisar Zhaolie seolah bangun dari mimpinya. Dia pun melihat ke arah wanita yang membuatnya terpesona itu. Di dalam tatapan terdalam wanita itu terdapat rasa sedih. Dia seolah sedang menantikan sesuatu dan mengharapkan sesuatu. Hati Kaisar Zhaolie langsung terasa sedikit marah.
Ternyata wanita yang disukai oleh adik ke sembilannya ini dan wanita yang mengerti musik yang dimainkan adiknya itu adalah Qin Ruojiu. Kenapa, kenapa, kenapa wanita yang mengerti musik Kang Yin itu dia … tidak, ini tidak mungkin terjadi.
Qin Ruojiu pun mulai beranjak berdiri. Akhirnya kepenatan yang dia rasakan selama ini pun bisa dia hilang setelah dia memainkan musik ini. Sekarang perasaan hatinya pun menjadi lebih tenang, dia berharap suatu saat nanti dia akan bertemu dengan orang yang memainkan seruling ini dan bermain musik bersama dengannya, menyembuhkan semua rasa sakit hati yang ada di dalam tubuhnya.
Lu’Er pun datang dan melihat Qin Ruojiu yang sedang tersenyum sambil meraba guqinnya. Lalu dia mengelap abu yang ada di atas guqin itu dan bersiap untuk pergi.
__ADS_1
Pada saat ini, tiba-tiba ada seseorang yang hadir di depannya.
Tidak tahu dari mana, Kang Yong tiba-tiba hadir saja di depannya. Dia terlihat seperti dewa yang tiba-tiba turun dari atas langit tanpa aba-aba sama sekali. Tatapan matanya terlihat begitu suram dan kejam.
Sepasang matanya itu pun melihat tajam ke arah Qin Ruojiu, seolah sedang membuat lubang di tubuhnya.
Lu’Er yang melihat itu pun langsung berlutut di depannya.
“Permaisuri, kelihatannya kesehatanmu sudah mulai pulih kembali!” Kang Yong pun berbicara dengan nada menyindir dan kejam.
Pada saat itu, Kaisar Zhaolie pun menundukkan kepalanya lalu melakukan gerakan untuk menekan Qin Ruojiu dan berkata dengan nada dingin, “Apakah itu benar? Makanya sekarang kamu bisa datang untuk menggoda seseorang?”
“Menggoda seseorang?” Kata-kata itu sangat tidak enak didengar dan menyinggung perasaan orang. Kemudian, Qin Ruojiu pun tampak kesal dan menatapnya dengan tatapan tidak senang ,lalu membalikkan badannya dan berkata, “Aku tidak mengerti maksud perkataanmu, kalau tidak ada masalah lain lagi, aku mau pamit dulu.”
Ketika Qin Ruojiu hendak berjalan pergi, Kaisar Zhaolie langsung melangkah dan menarik pergelangan tangan Qin Ruojiu dengan kasar dan menatapnya dengan tatapan dingin lalu berkata, “Kamu berani mengabaikanku?”
“Kakak, apa yang sedang kamu lakukan?” Terdengar suara Kang Yin yang berjalan datang. Dia melihat kakaknya berbuat begitu kasar pada wanita ini. Dia mengira kakaknya sengaja memaksa wanita ini untuk bertemu dengannya. Tiba-tiba, hatinya terasa sakit dan langsung marah.
Melihat Kang Yin yang tiba-tiba datang, Kaisar Zhaolie pun melepaskan tangannya dan terlihat sedikit tidak senang, “Tidak ada apa-apa!”
Qin Ruojiu pun mengusap-ngusap pergelangan tangannya yang tadi ditarik oleh Kaisar Zhaolie. Dia pun tetap terus menatapnya dengan tatapan yang marah.
Kang Yin merasa sedikit sedih di dalam hatinya setelah dia melihat itu. Dia pun langsung berjalan ke arah Qin Ruojiu lalu bertanya dengan lembut, “Permaisuri, kamu tidak apa-apa kan?”
Qin Ruojiu pun mengalihkan pandangannya dan melihat ke arah pria itu. Dia melihat seorang pria yang sedang mengenakan baju berwarna putih. Wajah pria ini terlihat begitu tampan dan sempurna. Bola matanya yang hitam itu menyimpan perasaan sedih dan kesepian. Tatapan matanya itu membuat orang merasa kasihan dan ingin membantunya untuk keluar dari perasaan sedih dan kesepian itu.
Qin Ruojiu pun menjawab dengan lembut, “Aku tidak apa-apa.”
Kang Yin melihatnya tersenyum. Walaupun ada cadar berwarna hitam yang menutupi wajahnya, tetapi sepasang matanya yang indah dan pandangan matanya saja sudah cukup membuat orang terpikat olehnya.
__ADS_1
Kang Yin bertanya, “Kamu yang memainkan guqin ini?” Sebenarnya dari awal Kang Yin sudah tahu kalau dia adalah wanita yang memainkan guqin itu. Walau ia tak pernah bertatap muka dengan wanita ini, tetapi dari postur tubuhnya saja sudah terlihat begitu familiar di dalam benak Kang Yin. Jadi, hanya dari gerakan tubuhnya dan tatapan matanya saja, Kang Yin sudah tahu, wanita ini adalah pemain guqin itu!